Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 28


Astika masih tersenyum senyum sendiri ketika mengingat kejadian tadi malam , seorang Dewa yang terang terangan menyatakan ingin mengejarnya .


Astika sama sekali tidak percaya dengan cinta instant seperti itu . Baginya cinta itu adalah proses panjang di mana dua orang berusaha untuk saling mengenal dan saling mengerti satu sama lain .


Pria itu lebih muda darinya , Asti berpikir mungkin kata kata Dewa tadi malam adalah efek karena dia sudah menceritakan tentang kehidupannya , yang membuat pria muda itu bersimpati ataupun kagum padanya .


Hari menjelang sore dan seperti biasanya dia bersiap siap untuk kembali ke apartemennya . Dia sudah tidak tinggal di mansion orangtuanya setelah selesai kuliah dan membangun usaha sendiri .


Astika benar benar ingin berdiri di kakinya sendiri tanpa nama besar orang tuanya yang merupakan pengusaha ternama di pulau ini . Walaupun belum bisa menjadi pengusaha kaya raya seperti kebanyakan pengusaha besar yang lain tapi gadis itu cukup bangga dengan perannya bisa membantu orang orang disekitarnya .


Tapi matanya terpaku pada makhluk Tuhan yang sangat tampan di arah depannya . Dengan memakai kaos oversize warna hitam dipadukan jeans dengan warna senada dan sneakers putih , duduk diatas motor maticnya . Pria itu tersenyum dan melangkah mendekat ketika melihat dirinya .


" Hai , aku menjemputmu ... "


" Darimana kau tahu jadwal pulangku ?? ... Diva pasti dia "


Dewa terkekeh ketika pertanyaan itu terjawab dengan sendirinya .


" Tapi aku bawa mobil sendiri , jadi tak usah repot repot "


" Tapi mobilmu sedang berada di bengkel nona . Kau tak punya pilihan lain "


" Bagaimana bisa ?? Kau mencuri mobilku !? "


" Aku bisa melakukan semua "


" Kau terlalu tampan jika kusebut gila !! "


Dewa terbahak mendengarnya , ia pun juga heran dengan dirinya sendiri yang tiba tiba saja tertarik dengan seorang gadis . Pikirannya selalu terganggu dengan wajah gadis ayu itu sejak mereka bertemu pertama kalinya .


Dibalik wajahnya yang ayu gadis itu cerdas , mempunyai empati tinggi terhadap sesama dan rendah hati . Astika tak pernah menyebut dirinya sebagai putri dari John Effendy di depan Dewa .


Sudah dua hari yang lalu mobil itu mogok hingga gadis itu selalu menggunakan taksi online untuk mobilitasnya . Astika belum sempat untuk membawa mobilnya ke bengkel karena beberapa hari ini dia memang sangat sibuk .


" Kau tak bertanya kenapa aku menjemputmu dengan menggunakan motor ?? " tanya Dewa ketika Astika sudah mendekat padanya .


" Alasan klasik pria ! Agar kita bisa lebih dekat , sukur sukur aku mau memelukmu "


" Gadis pintar !! Aku ingin kita semakin cepat untuk dekat "


" Sebelum melajukan motornya Dewa berkata pada gadis di belakangnya .


" Biasakan berpegangan padaku !! Dan aku akan selalu di sampingmu "


" Hissshhh .. cepat jalan !! Gombalanmu tidak akan pernah mempan padaku ... "


Dewa kembali tertawa sepertinya ini akan menjadi hobi barunya yaitu menggoda gadis ayu itu .


Sampai di apartemen Dewa masih saja mengikuti gadis pujaannya .


" Hei kau tadi hanya bilang untuk mengantarku dan kau lihat aku sudah sampai di apartemenku .... "


" Aku haus ... dan sudah seharusnya kau menawarkan minum untukku "


" Di depan ada minimart kau bisa membeli minum disana . Jangan bilang kau tidak punya uang !! Kau seorang CEO jika kau lupa !! "


" Aku ingin minum kopi bikinanmu ... "


" Diva bilang kau tidak minum kopi !! "


Astika tahu Dewa bukan peminum kopi karena saat makan malam pria itu hanya minum air putih dan jus buah ketika Adam , Diva dan dirinya menikmati secangkir kopi untuk penutup sajian .


" Kata orang kopi itu candu ... dan aku sekarang bisa merasakannya "


" Candu minum kopi ?? "


" Bukan ... hanya candu melihatmu . Semalam kau sudah mengusik mimpiku "


" Basi !!! Aku tinggal ke atas dulu setelah itu baru aku buatkan kopi untukmu "


Dewa segera duduk di sofa ketika mereka sudah sampai di dalam apartemen milik Astika . Dominasi warna putih dan pastel membuat suasana terasa sangat nyaman . Tak banyak ornamen yang menghiasi ruangan . Menggambarkan sifat Asti yang tegas dan lugas .


" Dewa ??!! "


Suara seorang wanita membangunkan Dewa dari diamnya , matanya menatap malas gadis yang sedang berjalan ke arahnya . Walau tidak membencinya tapi Dewa ingin momen ini adalah momen kebersamaanya dengan Astika , hanya berdua dengannya tanpa ada orang lain yang mengganggu .