
" Apa kau tidak menyukaiku karena usiaku lebih muda ?? " tanya Dewa pada gadis yang masih ada disampingnya .
Mereka masih menikmati suasana malam itu , menikmati wedang jahe setelah menyantap sepiring bakmi .
" Apa kau pernah jatuh cinta sebelumnya !? "
" Tidak " jawab Dewa dengan senyumnya , gadis itu menjawab pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan .
" Bohong !! "
" Kau sangat tahu aku tidak pandai berbohong nona . Dan kau ?! Bagaimana denganmu ? "
" Tiga tahun yang lalu aku memutuskan bertunangan dengan seorang pria . Dia teman kuliahku , kami bertunangan sebelum keberangkatannya ke Aussy . Setelah lulus kuliah dia ditawari sebuah perusahaan besar untuk bekerja disana . Dan tentu saja aku sangat mendukungnya , kupikir semua akan baik baik saja . Aku kira kami bisa menjalani hubungan LDR ini dengan baik "
" Kalian saling mencintai ? "
" Ya .. tapi itu dulu "
Asti mendongakkan wajahnya ke atas , Dewa tahu wanita itu sedang berusaha menahan air matanya agar tidak meluap ke pipinya .
" Tapi setelah keberangkatannya aku kehilangan kontak dengannya . Nomor yang biasa aku hubungi tidak aktif . Tak ada komunikasi sama sekali dengannya hingga hari ini "
" Kenapa kau tidak menyusulnya ?? Sepertinya Aussy tidak terlalu jauh jika kau benar benar mencintainya "
Astika hanya menggelengkan kepalanya , dia menyesap jahe yang ada di gelasnya berharap kehangatannya mampu sedikit mengobati rasa kecewanya .
" Tiga tahu bukan waktu yang sebentar . Dia akan melakukan apapun untukku jika dia memang benar benar mencintaiku ! Dia bahkan tidak pulang untuk sekedar menemuiku "
" Kau masih mencintainya ??! "
" Aku terlalu lelah menunggunya ... aku menyerah . Apa kisahku menyurutkan niatmu untuk mengejarku !? "
" Sama sekali tidak , aku tidak berkeberatan untuk bersaing dengannya "
" Kau terlalu imut untuk disebut sebagai pebinor " kata Asti sambil tertawa kecil .
" Perebut bini orang ?? Tapi kau hanya bertunangan .. belum menikahinya !! Apa itu artinya kau memberikan kesempatan padaku ?! "
" Bagaimana dengan Jasmine ? Dia sebenarnya gadis yang cantik dan baik "
" Itu tidak menjawab pertanyaanku ... aku bertanya tentang dirimu ! Bukan gadis lain "
Asti menundukkan kepalanya , walau ia sudah mulai menyukai pria muda di depannya tapi masih banyak pertimbangan yang mencegah perasaannya .
" Bagaimana jika dia pulang ? Bagaimana jika Jasmine kecewa padaku ? Bagaimana jika aku tidak seperti yang kau pikir ? Bagaimana jika suatu saat ada gadis lain yang lebih mencintaimu "
" Ada lagi !? "
" Ada banyak ' bagaimana ' yang tertulis di hatiku . Dan aku belum bisa menemukan jawabannya "
" Beri aku waktu untuk berpikir ... "
" Aku bukan orang yang sesabar itu nona , aku hanya butuh ya atau tidak ! Mudah bukan ? "
" Ckk .. kenapa kau jadi memaksa !!?? " sungut Astika .
" Keteguhan hatimu yang akan membuatku kuat untuk tetap berada di sisimu . Ya atau tidak ???! "
Astika tak langsung menjawab pertanyaan Dewa , jari jari lentiknya bermain dengan gelas yang setengahnya sudah kosong .
" Aku terima ... "
Dewa tersenyum lebar dan menatap penuh kasih pada gadis yang sudah memutuskan untuk memberinya kesempatan .
" Kau tidak ingin menggenggam tanganku atau semacamnya D??
" Apa kau mengijinkan ?! "
Astika meraih tangan salah satu tangan Dewa dan menyandarkan kepalanya di pundak pria itu . Mereka benar benar menikmati momen pertama mereka sebagai sepasang kekasih .
" Pulanglah ... udara semakin dingin " ucap Dewa dengan mengeratkan genggaman tangannya .
" Harusnya aku yang berbicara seperti itu , lain kali pakai mobil jika keluar malam malam seperti ini . Udara sangat dingin ! Dan bagaimana jika hujan !? "
" Ya sudah kita pulang ... besok sore aku akan menjemputmu , kita temui ayahmu "
" Untuk apa !? Kau ada meeting dengannya !? "
" Aku akan melamarmu "
" D !!! Jangan bercanda , tidak lucu ... "
" Tidak !! Aku selalu serius jika itu menyangkut kamu !! " jawab Dewa tanpa melepas genggaman tangannya .
" Baru satu menit yang lalu kita resmi menjadi sepasang kekasih ! Aku baru saja memberi kesempatan pada diri kita untuk saling mengenal D "
" Aku tahu !! Dan aku ingin kita saling mengenal setelah aku mengikatmu . Kita mulai proses pendekatan kita setelah kita disatukan dalam sebuah pernikahan . Apa salah ?? "
" Kapan kita menikah ? "
" Secepatnya jika kau memang sudah tidak sabar "
Astika berdecak kesal dan mencubit lengan Dewa hingga pria itu mengaduh karena kaget . Tapi hatinya sedang bersorak bahagia melihat keseriusan dan keteguhan Dewa dalam menjalani hubungan mereka . Pria muda itu hanya akan mendekatinya setelah mereka terikat dalam sebuah pernikahan .
" Kau mulai meragukan aku !? "
" Tidak ... baik besok kita temui ayah "