Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
154


" Lho Cherry mana Mas ? Katanya mau di bawa kesini " tanya Air ketika suaminya datang sendirian tanpa seorang gadis kecil yang sudah ia janjikan .


Bumi hanya menghela nafasnya dan menghampiri sang istri yang sedang menggendong putranya . Dia mengecup satu persatu dua orang yang sudah menjadi kesayangannya itu .


" Nggak mau kesini dianya Yank , katanya sih mau tinggal sama Jerry ! Tenang aja nggak bakal lama kok , dua atau tiga bulan lagi Narra pulang "


Bumi tahu bahwa wanita itu dikontrak.Alex selama satu tahun , jika tidak pun Alex tak akan mengurung Narra lebih lama setelah melahirkan anaknya .


Yang ia dengar Alex ingin menikahkan Terra dengan Narra karena pria tua itu ingin cucunya mempunyai kasih sayang dua orang tua yang lengkap .


" Kok Mas tahu Narra pulang tiga bulan lagi ?? Memang Mas pernah bicara dengannya di belakangku !? " sengit Air tiba tiba .


" Lhohh kok jadi gitu , mana pernah Mas ngomong sama dia . Nomornya saja udah dari tiga tahun yang lalu Mas blokir !! Jangan mikir yang aneh aneh Yank , mama cemburuan banget ya De " kata Bumi sambil mengambil alih putranya dari rengkuhan istrinya .


" Terus bagaimana Mas tahu kapan dia pulang !? "


" Mas pernah dengar di televisi " bohong Bumi , berharap masalah ini tak akan menjadi panjang lagi .


" Awas ya kalau berani main api , Air sunat lagi punya Mas !!! "


" Ngeri banget sih Yank !! Jadi ngilu ini otong Mas ! Terus kalau Mas pengen gimana ? "


" Bodo amat , makanya nggak usah kecentilan jadi laki . Udah punya anak istri mau tebar pesona di luaran sana " gerutu Air tak habis habis , yang malah membuat senyum Bumi semakin lebar karena melihat istri posesif .


Val benar , ibu hamil itu menjadi lebih cerewet dari biasanya , lebih posesif tapi juga menjadi lebih menggemaskan ! Cintanya semakin tumbuh berkali kali lipat karenanya .


*


Sementara Jerry malam itu memacu mobilnya untuk menjemput seseorang yang tadi siang sudah ia hubungi untuk keluar malam ini .


Jerry merasa ini gila ! Padahal bahkan ia belum mengetahui nama gadis itu , tapi wajah gadis manis itu selalu mengganggu otaknya . Wajah polosnya menggelitik jiwa laki lakinya . Ada sebersit keinginan untuk menakhlukkan gadis itu .


Tak lama sampailah dia ke sebuah lingkungan perkampungan pinggir kota . Jerry melihat lagi sharelok yang tadi diberikan gadis itu , dan benar gadis itu berada di sekitar tempat itu .


Benar saja , Jerry melihat gadis itu berjalan dari arah dalam gang kecil . Mengenakan dress sederhana berwarna biru langit dengan rambut panjang yang di biarkan tergerai .


Jerry terpaku matanya tak bisa lepas dari sosok cantik di depannya .


" Ehmm .. tuan kita berangkat !? "


" Aku Nayya . Ibu kos selalu menutup dan mengunci pintu masuk kalau udah lewat jam sepuluh malam "


Jerry segera melajukan mobilnya ke sebuah restoran yang tadi sudah sempat ia reservasi , entah kenapa tapi ia ingin malam ini menjadi istimewa .


" Kau tinggal di kos !? "


" lya "


" Keluargamu !?


" Hanya adik , tapi dia ikut paman di kampung . Kami sudah tidak punya orang tua dan aku ke kota bekerja untuk membiayai dia sekolah . Dan jangan tunjukkan rasa kasihan Kak Jerry padaku " kata Nayya yang tahu Jerry sedang melihat ke arahnya .


Jerry terdiam , ternyata gadis disampingnya mempunyai nasib yang sama dengannya . Mereka harus bergelut dengan kerasnya hidup di usia mereka yang masih muda .


Walau ia masih punya papa tapi tak sekalipun peduli dengannya , bahkan sampai saat ini dia tidak pernah sekalipun menemui pria itu . Jerry malas jika harus bertemu dengan Mama tiri ataupun adik adik tirinya .


Hanya Bumi dan keluarga Adipraja yang selama ini peduli padanya , mereka yang mendukung dia hingga menjadi seorang pengusaha seperti saat ini .


Wajah Nayya kelihatan tegang ketika Jerry memberikan kunci mobilnya ke seorang valet parking yang berdiri di depan sebuah restoran mewah .


" Kak kita makan disini ?? " suara Nayya bergetar melihat kemewahan di depannya . Gadis itu berpikir isi dompetnya tak akan mampu membayar makan malam mereka kali ini .


" lya .. ayo " Jerry menarik lembut tangan Nayya .


" Tapi Kak ... "


" Udah ayooo .. laper kakak " Jerry tetap saja menggandeng tangan mungil itu menuju meja yang sudah ia pesan .


Jerry tidak tahu bahwa gadis manis itu sedang menghitung berapa banyak angka yang akan dia keluarkan . Bagi orang kaya seperti Jerry mungkin hal sepele untuk makan di tempat mewah seperti ini , tapi bagi Nayya biaya makan ditempat ini bisa untuk biaya makan di kos selama setengah bulan .


Nayya juga melihat tatapan meremehkan para wanita di tempat itu , dia tahu penampilannya jauh dari kata mewah . Semua out fit yang dia pakai ia beli di pasar , bukan di butik ataupun di gerai mall seperti yang wanita wanita itu pakai .


" Kau cantik , jauh lebih cantik dari mereka . Jangan pernah memandang rendah diri sendiri hanya karena kau memakai barang murah . Kau lebih mahal dari mereka !!! "


~ Seperti yang sudah sudah Emak sisipkan cerita tokoh pendukung , bukan untuk pemanis tapi memang Emak ingin buat semua tokoh di novel ini dilibatkan dan dituntaskan kisahnya . Tapi porsi terbesar tetap ada di tokoh utama ya ... jangan lupa jempolnya , vote n comen biar tambah rame ❤️❤️❤️ ~