
Bayi gembul itu sudah membuka matanya , tapi kondisinya masih terlalu lemah . Refleks Bumi berlari keluar ke arah perawat jaga , padahal sudah disediakan tombol untuk memanggil dokter .
Air meraih tangan mungil putranya dan menciumnya .
" Dede ini Mama ! Dede udah mau jadi kakak , yang kuat ya ... Papa sama Mama sayang sama Dede "
" Sayang ... gimana Dede !? " tampak Bumi tergesa menghampiri istrinya yang berada di pinggir box tempat tidur putranya .
" Masih lemah banget ... dokternya mana Mas !? "
" Sebentar lagi pasti kesini " Bumi membelai lembut pipi Janu yang menatapnya dengan mata yang setengah terbuka .
Seorang dokter masuk dengan seorang perawat , mereka meminta Bumi dan Air mundur agar mereka bisa leluasa memeriksa Janu .
" Perkembangannya sangat baik , tuan dan nyonya tidak usah khawatir . Putra anda baik baik saja . Saya tetap meminta agar menjaga ketenangan di kamar ini agar dia bisa beristirahat agar cepat pulih "
" Baik , terimakasih Dok "
Bumi perlahan mendekat kembali ke box tidur putranya ketika dokter sudah keluar ruangan , ternyata Janu kembali tertidur .
" Kamu istirahat dulu sayang , kau sudah dengar kan kalau putra kita sudah baik baik saja "
" Tapi Mas juga belum istirahat dari kemarin , Mas pasti capek "
" Udah kamu istirahat dulu , beberapa jam lagi udah pagi . Dewa pasti kesini , aku bisa gantian istirahat jika dia sudah datang "
" Tapi ...."
" Nurut ya sayang , demi dia ... " tangan kekar Bumi membelai perut istrinya .
Akhirnya Aira menurut dan merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang cukup besar , hingga cukup nyaman untuknya tidur . Sedang Bumi menyandarkan punggungnya di sofa single disamping istrinya .
Hari ini terasa sangat panjang baginya , ia tak menyangka sama sekali akan mengalami kejadian seperti ini . Anak dan istrinya hampir saja kehilangan nyawa karena dendam seseorang kepadanya .
Secara tidak langsung dialah penyebab semua ini . Putra begitu membencinya karena ia tak mau membebaskan Narra . Putra memaksanya karena Cherry membutuhkan sosok ibu di sisinya .
Sebejat bejatnya Narra di luar sana , tapi ia adalah ibu yang baik untuk putrinya . Narra sangat menyayangi Cherry walau gadis kecil itu ada bukan karena cinta . Tapi dari pemaksaan seorang pria kaya yang hanya menginginkan tubuhnya saja .
DEGGHHH ..
Me : Jer besok elo datang kerumah Putra dan elo temui Cherry anak Narra . Antar ke rumah bokap sebelum ada dinas sosial datang .
Jerry : Tapi dia kan nggak kenal gue , mana mau Cherry ikut gue . Lagian Narra kan mantan istri kakak elo . Pasti Cherry akan diberikan pada keluarga Adipraja .
Me : Bener juga , tapi tetep jemput dia . Bilang aja gue yang suruh , dia pasti mau ! Kasihan nggak ada keluarga lagi dirumahnya .
Jerry : Ok , tapi elo harus bilang ke bini elo soal hal ini . Biar nggak jadi duri dalam.daging ke depannya .
Me : Gue tahu
Bumi meletakkan ponselnya setelah selesai mengirim.pesan pada Jerry . Dia terpaksa meminta tolong pada Jerry karena dia belum bisa meninggalkan Janu yang masih dalam.kondidi lemah .
Walau dokter sudah mengatakan Janu baik baik saja , tapi ia tidak akan tenang jika pergi terlalu lama .
Bumi akan membahas hal ini besok setelah semua benar benar membaik , tentu saja sebelum putranya sudah diperbolehkan kembali pulang .
Dia yakin Aira tidak akan keberatan jika sementara Cherry tinggal bersama mereka sebelum Narra kembali . Karena Aira yang dia kenal sangat menyukai dan menyayangi anak anak .
Bumi kembali merebahkan tubuhnya di sandaran sofa singlenya , sungguh ia merasa sangat lelah .
Dan betapa terkejutnya ia ketika membuka mata dan melihat pemandangan di depannya .
Bumi melihat pria yang sangat di kenalnya sedang memangku putranya . Janu terlihat sangat nyaman di pangkuan laki laki itu , mereka asyik bersenda gurau .
Dan Bumi sama sekali tidak bisa untuk menggerakkan badannya , bahkan ia tak bisa mengeluarkan suaranya untuk memanggil nama keduanya . Bibirnya seperti terkunci rapat walau matanya masih bisa dengan jelas melihat .
Pria berbaju serba putih itu tersenyum dan menganggukkan kepala seolah ingin mengatakan bahwa dia ingin berterimakasih pada Bumi . Wajah itu tampan dan tampak bersinar hingga Bumi terpaku damai melihatnya .
Bumi menangis dalam diam , sungguh ia merindukan laki laki di depannya , sosok yang selama ini menjadi panutannya . Sosok yang mampu mengorbankan apapun hanya demi kebahagiaannya .
Tapi perhatiannya berpindah pada Janu , bayi gembul itu terlihat sangat bahagia . Dia tidak mau Janu terlena terlalu lama dalam pangkuan pria itu . Bumi hanya bisa berteriak dalam hatinya ...
" Aku mohon , biarkan Janu tetap bersamaku ! Jangan bawa dia ... dia putraku !!! "
~ Siapa kira kira orang itu ? Yang jelas sih bukan emak 😀 ... pantengin terus ya dan jangan lupa untuk terus goyang jempol vote n komen biar emak tambah melek nulisnya !! ~