Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 2


Dan benar , weekend ini.Adam dan Dewa ingin menghabiskan waktu mereka camping ke bukit Trunyan . Adam sengaja memilih tempat itu karena tidak terlalu ramai walau weekend seperti ini .


Akses jalan yang menanjak dan tempat yang masih sepi dari fasilitas menjadikan tempat itu belum diminati pengunjung yang ingin menikmati kenyamanan .


Masing masing dari mereka membawa tas carrier atau tas pendaki agar bisa membawa semua yang dibutuhkan jika sampai di atas sana .


" Wiihhhh keren Kak !! " seru Dewa yang melihat track yang akan mereka lewati .


Sebuah jalan setapak yang dikanan kirinya masih benar benar hutan asli . Selain mereka ternyata ada beberapa orang yang bertujuan sama dengan mereka .


Setelah berbasa basi dan saling berkenalan mereka akhirnya naik ke atas bukit . Mereka menggunakan jasa lokal guide untuk membawa mereka keatas .


Selain lebih tahu track mana yang aman , guide juga tahu aturan aturan tempat itu . Karena banyak tempat di Bali yang mempunyai aura spritual atau magis kuat yang tidak semua orang tahu tata cara atau peraturan untuk menghadapinya .


" Sepi ... tapi asyik " kata Dewa yang sudah duduk di depan tendanya . Dia , Adam dan beberapa pendaki lainnya sedang berbincang di bawah langit yang cerah malam itu .


" Besok Jerry sama Istrinya datang ke Bali , mereka mau honeymoon katanya ! "


" Bukannya harusnya Minggu kemarin !? " tanya Dewa karena ia yang kemarin mengurus tiket keberangkatan dan akomodasi pengantin baru itu .


" Dia punya urusan yang harus diselesaikan dulu . Kakak udah handle semua keperluan mereka , nggak usah khawatir "


" Kak Adam nggak mau nikah kayak mereka ?? "


" Ckk .. kalau bahagia sendirian kenapa harus susah susah cari pasangan !? "


" Atau jangan jangan Kakak tidak suka sama perempuan ?? "


" Dari dulu aku tidak menyukai mereka "


" Ya Tuhan .. Kak Adam seorang gay ???! "


" Di depan sana ada tebing curam dengan ketinggian lumayan . Kamu ingin Kak Adam lempar dari sana ?!! "


" Ckk .. sensi banget sih " gerutu Dewa .


" Terus kenapa elo juga seperti tidak menyukai mereka . Nindi yang seksinya kaya gitu aja nggak pernah elo lirik "


" Beda cerita itu sih Kak , Dewa cuma berusaha menghormati dan menghargai mereka . Dulu pacar sih ada Kak , cuma siapa sih yang betah pacaran sama tukang bengkel motor yang miskin kaya Dewa ini "


" Miskin kata siapa ?? "


" Ckk ... semua punya Mas Bumi , Kakak juga tahu itu "


Rombongan Adam dan Dewa di kejutkan dengan kedatangan beberapa pendaki yang baru saja datang . Mereka terlihat bergabung dengan mereka . Terlihat ada seorang wanita yang tergabung di dalamnya .


" Jasmine ... " batin Adam .


Sebenarnya ia tak.menyangka gadis secantik Jasmine mau bersusah payah ikut mendaki bukit seperti ini . Biasanya gadis kaya akan menghabiskan waktunya untuk ke salon ataupun pergi ke mall .


" Kakak kenal ?? "


Dewa bertanya karena Adam terlihat terus menatap gadis yang sedang kesusahan memasang tendanya .


" Dia putri salah satu klien kita yang bernama John Effendi , Jasmine namanya "


" He em "


Adam akhirnya mendekati gadis yang masih belum bisa mendirikan tendanya itu atas permintaan Dewa .


" Ada yang bisa aku bantu ?! "


" Ehh .. ?? "


" Adam .... kita bertemu beberapa hari yang lalu bersama ayahmu "


Senyum gadis itu terkembang , sepertinya dia ingat siapa laki laki didepannya itu . Penampilan Adam yang kasual memang sangat berbeda dari biasanya ketika ada di kantor .


" Boleh aku bantu ?! "


" Tentu saja ... terimakasih "


Adam mengambil alih tenda yang belum terpasang itu . Tak berapa lama ia pun berhasil memasang tenda milik Jasmine .


Dewa terlihat mendekati mereka , sebenarnya tadi dialah yang berniat membantu Jasmine tapi tiba tiba ada seorang teman yang sedang kesulitan menyalakan api unggun meminta pertolongannya . Hingga Dewa yang akhirnya meminta Adam untuk membantu putri dari rekan kerja mereka .


" Udah Kak ?? Ada yang bisa Dewa bantu ? "


" Siapa kamu ??!! " tanya gadis itu sinis pada pemuda yang baru saja datang .


" Dia datang bersamaku , dia ... " sebelum Adam menuntaskan kata katanya Dewa sudah memotongnya .


" Aku teman Kak Adam "


" Oooo ... apa pekerjaanmu ?? "


" Dulu aku punya bengkel motor .... "


" Bengkel ??!! "


Adam memutar bola matanya malas dan merangkul pundak Dewa , kemudian mereka meninggalkan Jasmine sendiri . Adam tak menggubris teriakan Jasmine yang memanggilnya .


Ternyata gadis itu sama saja , selalu memandang semua dari ukuran uang . Jasmine langsung memandang remeh Dewa yang menyebut dirinya hanyalah seorang montir bengkel .


" Adaaaammm ... !!! "


Tak sedikitpun Adam menoleh pada gadis yang memanggilnya .


" Kau tahu kenapa Kakak malas menuruti permintaanmu tadi ?? "


Dewa tak menjawab tapi dia tahu kemana arah pembicaraan Adam .


" Karena dari awal Kakak udah nggak seneng lihat sikapnya . Kau lihat rombongannya tadi mendirikan tenda disebelah sana , tapi dia sengaja memisahkan diri agar menarik perhatian kita . Agar kakak menolongnya ! Andai dia tahu kau adalah .... "


" Jangan suka berprasangka buruk , dosa "


" Hishhh anak ini " gerutu Adam gemas dengan sifat Dewa yang selalu baik pada setiap orang .