Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 26


" Mas ini sahabat Diva ... "


Adam hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengulurkan tangannya hingga sang istri mencubit lengannya .


" Awssshhh ... sayang !! "


" Hei nggak apa apa !! ltu tandanya dia sangat mencintai kamu Div . Buktinya dia tidak mau tersentuh wanita lain . Hai aku Astika ... Astika Raya Effendy "


" Hai aku Adam Albert Adipraja , panggil saja Adam . Senang berkenalan denganmu "


" Adipraja ?? Adakah hubungannya dengan Dewa Adipraja ?! " tanya Astika karena dua laki laki yang ia kenal itu mempunyai nama belakang yang sama .


" Dia bungsu dari keluarga kami , CEO di perusahaan yang ada di sini . Dan apakah kau ada hubungan dengan John Effendy dari Nusa Corp ?! "


" Dia Daddyku ... "


" Ternyata dunia ini sempit ya , adik bungsu suamiku ternyata pria yang kita bicarakan waktu itu " celetuk Diva yang langsung mendapat tatapan tajam suaminya .


" Kau pernah membicarakan pria lain sayang ?? "


Diva tertawa melihat sang suami yang menunjukkan kecemburuannya .


" Mana mungkin aku membicarakan pria lain ! Dulu aku menjodohkan Asti sama Dewa pas adik bungsumu itu datang kesini untuk pertama kalinya . Tapi aku tidak bertemu dengannya karena Dewa terburu buru pergi waktu itu "


" Bungsu kami adalah yang terbaik "


" Saya tahu .. dia sangat santun dan menghormati wanita . Saya pribadi sangat mengaguminya karena di usianya yang masih sangat muda ia mampu menjadi CEO di perusahaan sebesar Adipraja "


" As .. seperti yang sudah pernah kita bahas . Aku akan fokus pada keluargaku dulu dan sku ingin mengundurkan diri dulu "


" Aku ngerti kok Div ! Dan maaf kemarin aku tidak bisa datang ke hari pernikahanmu karena aku ke Lombok untuk menengok yayasan ysngbafa disana "


" Tidak apa apa , bagaimana kalau malam ini kau ku undang makan malam di rumahku . Sebagai ganti absen mu di hari pernikahanku . Boleh Mas !? "


" Tentu saja boleh ... Datanglah nanti malam , Gema juga pasti senang bertemu denganmu " jawab Adam .


Setelah sedikit berbasa basi Adam dan Diva akhirnya kembali ke mansion . Dan ternyata Dewa juga sudah pulang karena sudah merampungkan pekerjaannya .


Adam tertarik untuk menghampiri dua pria beda generasi itu , tampaknya wajah mereka sangat serius . Sedang sang istri naik ke atas menuju kamar mereka untuk membersihkan diri .


" Kalian lagi ngapain !? "


Tanya Adam pada Dewa dan Gema yang sedang mengerjakan sesuatu di depan meja televisi .


Adam tersenyum dan menghampiri putranya , dia menggosok gemas rambut anak itu .


" Santai saja boy .. kau boleh memanggil aku dengan sebutan apapun ! Karena apapun panggilanku kau tetap akan menjadi putraku , kau mengerti ?! "


Gema menganggukkan kepalanya , dan di ujung tannga Diva menyaou air matsnya yang tanpa sadar membasahi pipinya . Dia sungguh bahagia melihat kedekatan antara suami dan putranya .


Diva sungguh bersyukur Adam dan Gema bisa menjadi sedekat ini , bahkan bukan hanya Adam . Gema dekat dengan seluruh keluarga besar Adipraja . Keluarga ini sudah menganggap mereka bagian dari keluarga ini .


Selesai mandi ia sudah melihat suaminya sedang duduk di sofa dengan laptop di depannya .


" Mandi dulu Mas , udah sore "


" Sebentar lagi sayang , aku sedang membaca email dari Nindy "


Diva segera berjalan menuju walk in closet untuk memakai baju sekaligus menyiapkan baju untuk suaminya . Hal kecil yang akan menjadi kebiasaannya , hal kecil yang merupakan kebahagiaan untuknya .


" Maaasss udah sore ... "


" Iyaaa ini juga udah selesai kok "


Diva menatap sebal sang suami yang selalu saja lupa waktu jika menyangkut tentang pekerjaan .


" Yuk ... Mas udah selesai "


" Kemana ?? "


" Mandi ... "


" Nggak !!! Nggak ada acara mandi mandiin ya ! Diva udah wangi ... ogah main air lagi !! "


" Ya sudah .. " Adam mendorong lembut tubuh istrinya hingga telentang di ranjang .


" Mas mau ngapain ???! " pekik Diva yang melihat sang suami sudah melucuti pakaiannya sendiri .


" Hanya ingin membuatmu berkeringat lagi sayang , setelah itu kita mandi sama sama "


Setelah selesai dengan pakaiannya , Adam menarik kain segitiga penutup area bawah sang istri . Dengan mudah ia melakukannya karena Diva hanya mengenakan baju rumahan model dress pendek .


" Maaassss !!! "