
Siang itu Diva yang meminta Adam untuk menjemput putranya , dia tak bisa menjemput Gema karena sedang tidak enak badan . Salah satu dari mereka memang selalu menyempatkan diri untuk menjemput Gema agar anak itu tidak merasa di nomor duakan setelah pernikahan mereka .
Kedatangannya di sekolah putranya sedikit membuat heboh ibu ibu yang juga sedang menunggu kepulangan anak anak mereka . Aura dingin yang dipadukan dengan kesempurnaan fisik tak ayal membuat kagum kaum hawa .
Tapi mata pria dingin itu seketika nanar ketika melihat sosok yang ia kenal sebagai ayah kandung dari putranya juga sedang berdiri diruang tunggu sekolah itu .
Gilang yang tahu arti tatapan suami dari mantan istrinya segera mengikuti langkah Adam keluar area tunggu sekolah . Mereka berbicara di area parkir tempat mobil mereka berada .
" Untuk apa kau kemari ??! "
" Aku ingin menjemput putraku .. putra kandungku "
Adam terbahak mendengar kata kata dari pria di depannya .
" Apa kau lupa ingatan ? Kau sendiri yang mengambil haknya untuk menjadi putramu , pewaris tunggal keluarga Perkasa "
" Itu hanya kesalahan kecil , hanya salah paham . Aku sudah menyuruh pengacara untuk mengembalikan namanya kembali . Dia akan tetap menyandang namaku ... "
Adam tersenyum sinis menanggapinya , sampai kapan pun Gilang dan pengacaranya tidak akan pernah berhasil memberikan nama Perkasa lagi di belakang nama Gema karena anak itu sudah resmi menyandang nama Adipraja . Dan dia juga memegang bukti pengambilan nama yang dilakukan Gilang beberapa minggu yang lalu untuk berjaga jaga jika pria itu membuat ulah lagi .
" Seharusnya otakmu berpikir sebelum melakukan tindakan sebesar itu . Kau bahkan tidak berusaha mendapatkan bukti bahwa dia bukanlah putramu . Jemput dia jika kau sudah bisa mengembalikan namanya kembali !! Jangan coba coba mendekatinya sebelum kau berhasil melakukannya . Atau kau akan berhadapan denganku !! " ujar Adam sambil berlalu meninggalkan Gilang yang masih termangu .
" Aku tidak takut padamu !! Apapun akan aku lakukan untuk mengambil mereka kembali . Mereka milikku !! "
Adam tak menanggapinya , ia terus saja berjalan menuju keruang tunggu karena sebagian murid sudah terlihat keluar .
" Ayah .... "
" Hai boy "
Adam menggandeng tangan Gema berjalan ke arah mobilnya yang kebetulan di parkir bersebelahan dengan mobil Gilang yang ternyata juga masih menunggu di tempat itu .
" Gema ... hai kau tak rindu pada ayah ? " sapa Gilang pada Gema , sungguh ia ingin memeluk tubuh putranya yang selama ini ia telantarkan .
" Kau ingin bicara dengannya boy ?! " tanya Adam pada putranya .
Walaupun ia sangat melarang Gilang untuk mengganggu kehidupan putranya lagi , tapi ia tak akan melarang jika Gema ingin sekedar berbicara dengan ayah kandungnya .
Tapi nyatanya anak itu menggeleng dengan keras , Adam bisa merasakan Gema mempererat pegangan tangan mereka . Gema sedang merasa ketakutan !
" Kau lihat sendiri kan ?? Dia tak mau berbicara denganmu ... "
Tapi Gilang nekat merangsek maju untuk meraih tubuh anak itu hingga Adam dengan sigap mendorong mundur tubuh pria itu hingga terhuyung beberapa langkah ke belakang .
Seorang pria berbaju hitam terlihat datang menghampiri Adam dan Gema . Dan Adam berjongkok menyejajarkan dirinya dengan putranya .
" Aku bisa menanganinya sendiri !! " kata Adam pada pria berbaju hitam itu .
" Boy kau pulang dulu dengan Om itu . Ayah ingin berbicara dengannya dulu " lanjutnya dengan menunjuk Gilang yang berdiri dengan nanar melihatnya .
Gema mengangguk dan menurut ketika pria berbaju hitam itu menuntunnya menuju mobil range Rover hitam yang di dalamnya terlihat beberapa orang yang juga berbaju hitam .
" Apa kau sudah mencuci otaknya agar dia mau memanggilmu ayah !? Akulah ayahnya !!! Ditubuhnya ada darahku di dalamnya !! Dan kau bukan siapa siapa baginya " teriak Gilang terbakar emosi .
Hatinya sakit melihat penolakan putranya sendiri , yang bahkan memanggil pria di depannya ini dengan sebutan ' ayah ' .
" Apa kau sedang membalas sakit hatimu karena aku merebut jal*ng itu dari sisimu ?? Jika iya maka ambil dan bawalah bersamamu , kembalikan istri dan anakku !! " pekik Gilang lagi .
Adam mengatur nafasnya agar emosinya tidak meledak ditempat ini . Dia tak ingin terprovokasi dengan semua ucapan Gilang . Dia hanya akan bertindak jika pria itu mengganggu ataupun berani menyentuh keluarganya .
" Kapan kau merasa mereka menjadi istri dan anakmu ? Kau mengambil semua harapan dan kebahagiaan mereka . Ketika kau melepas nama keluargamu di nama putramu , maka saat itu kau sudah benar benar tidak punya hak apapun pada mereka . Satu lagi ... berpikirlah sebelum bertindak karena jika salah langkah kupastikan aku akan menghancurkan dirimu hingga menjadi debu , ingat itu "
Setelah berkata seperti itu Adam masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan Gilang dengan muka memerah menahan marah . Gilang tak peduli apapun kata pria itu , yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya merebut hati anak dan istrinya lagi agar mereka mau kembali ke sisinya .
Gilang juga ingin menebus waktu selama tujuh tahun ini , walaupun tidak sesukses dulu lagi tapi ia bertekad untuk membahagiakan anak dan istrinya . Gilang tahu Diva adalah istri yang tidak pernah menuntut kekayaan darinya hingga dia yakin Diva mau kembali walaupun dia tidak sekaya dulu lagi .