
" Ckk .. masa habis lamaran manyun Wa " ledek Adam yang melihat Dewa terlihat tidak bersemangat setelah pulang dari rumah keluarga Effendy .
Dewa memang sudah mengemukakan niatnya kemarin kepada Adam , bahwa malam ini akan melamar Astika langsung pada John Effendy .
Dewa langsung duduk lemas disamping Adam dan Gema yang saat itu sedang bermain game . Gema terlihat meletakkan stik gamenya ke atas meja dan mendekati Dewa .
" Kak Dewa sakit ?? " tanya Gema sambil memijit pundak Dewa perlahan .
" Lhohh kok ayah nggak dipijitin juga ? Ayah kan pegel pegel juga "
" Ayah kan ada ibu " jawab Gema polos yang membuat dua pria dewasa di sampingnya tertawa .
" John Effendy menolak lamaran kamu ?! "
" Enggak Kak ! Mana berani dia menolak lamaran CEO Adipraja "
" Cihh bisa sombong juga kamu Wa ! Terus kenapa itu muka dari tadi ditekuk tekuk ? "
" Besok Dewa ceritain , sekarang Dewa mau tidur "
Adam hanya geleng geleng kepala melihat Dewa yang tidak bertingkah seperti biasanya . Sepelik apapun masalahnya biasanya Dewa bisa menyikapinya dengan dewasa . Tapi kali ini Adam bisa melihat sedikit keputusasaan dalam mata pria muda itu .
" Ya ada apa !? "
Adam terlihat berjalan menjauh dari Gema ketika ada panggilan dari ponselnya . Salah satu orangnya sedang melaporkan sesuatu padanya .
" Biarkan saja , lagian aku ingin mencoba seberapa lihai pembunuh bayaran seperti dia . Lama juga badanku kurang bergerak " Adam menjawab laporan itu dengan seringainya .
" Tapi kalian harus pastikan orang itu jauh jauh dari anak dan istriku , jika sampai anak dan istriku terluka sedikit saja aku sendiri yang akan membunuh kalian !! "
Adam menutup ponselnya ketika melihat sang istri turun dari atas dan menghampirinya . Raut wajah yang tadinya serius seketika menjadi penuh senyum .
" Sayang , kirain sudah tidur ! Kok udah pakai jaket , memang kamu mau kemana ?! "
" Gema sama Dewa mana mas !? "
Adam menekuk mukanya ketika sang istri yang malah menanyakan orang lain .
' Kok malah orang lain yang ditanyain sih Yank ? Kan udah ada Mas di sini !! "
" Haishhh mereka adik dan anakku Mas , bukan orang lain "
Diva hanya melewatinya dan melangkah cepat menuju putranya yang sedang ada di depan televisi .
" Yeayyy .... yuk !! Ayah cepetan ! Kata ibu mau ajak jalan jalan ... " Gema berteriak penuh semangat .
Satu tangan Adam menggandeng Gema sedang satu tangan lain merengkuh tubuh istrinya yang dirasa semakin padat . Adam merasa nafsu makan sang istri akhir akhir ini lebih dari biasanya .
Tapi tak masalah untuknya karena semakin berisi tubuh itu dia merasa malah semakin menggilainya .
Malam itu Adam membawa mobilnya sendiri , ia ingin menikmati waktu bersama anak dsn istrinya . Tapi sebelum berangkat ia terlihat berkirim pesan dengan ponselnya .
" Kamu berkirim pesan sama siapa malam malam gini Mas ?! "
" Enggak , cuma memastikan semua baik baik saja "
" Memang ada yang lagi tidak baik Yah !? " tanya Gema penasaran .
" Kamu main sambar saja boy !! Semua baik baik saja . O iya sayang kamu pengen makan apa sih ? "
" Seblak ceker ... "
" Makanan apa itu Yank !? Dari namanya kok kedengaran sangat mengerikan "
" liiuuhhh ... memang mengerikan ! Ibu pengen makan kaki ayam Yah !! " Gema terlihat bergidik karena dari kecil.ia paling tidak suka masakan yang terbuat dari ceker ayam .
" Ya Tuhan ... kaki ayam , ada banyak bagian ayam tapi kenapa harus yang itu sih Yank " gerutu Adam sama bergidik seperti putranya .
" Kalian ... " Diva melihat dua pria dalam hidupnya dengan pasangan sebal .
Tak lama mereka sampai di sebuah area yang di penuhi dengan pedagang kaki lima yang menyediakan berbagai macam makanan . Mata Diva berbinar ketika melihat semua itu .
Setelah mencari sampai juga mereka pada penjual seblak seperti yang sang istri inginkan . Mereka duduk lesehan di tepi trotoar di selembar tikar yang disediakan sang penjual .
" Ayah .. Gema mau itu " anak tujuh tahun itu menunjuk pada penjual sate yang berada tak jauh dari penjual seblak yang mereka datangi saat ini .
" Ya sudah kamu sama ibu disini dulu ya , ayah beli satenya "
Adam akhirnya berjalan ke arah penjual sate yang tak jauh dari tempatnya . Tak lama ia kembali dengan membawa dua cup minuman susu untuk anak dan istrinya .
Tapi ia dikejutkan dengan pemandangan di depannya , seorang laki laki sudah duduk di lesehan tempat anak dan istrinya . Sedangkan Gema sedang berada dalam.pekukan ibunya .
" Bangs*t " lirihnya .