Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
55


Air perlahan membuka matanya dan betapa terkejutnya saat ia lihat sang suami sedang menopang dagu dengan menatapnya intens . la kembali membenamkan wajahnya di selimut agar bisa sembunyi dari tatapan suaminya .


" Sayang .... "


Air menggeleng kepala pelan ketika suara lembut Bumi memanggilnya . Masih ingat semalam bagaimana liarnya Bumi hingga tiga kali membuat mereka mencapai puncak bersama sama . Dan dua kali lagi setelah selepas subuh .


Jangan ditanya lagi tentang bagaimana rasanya tubuhnya saat ini . Yang pasti dia masih sangat lelah .


" Sayang ... " sekali lagi Bumi mencoba membangunkan sang istri .Diciuminya wajah di balik selimut itu .


" Massss ... udahhhh ... aku capek sayang "


Bumi tertawa gemas mendengar suara manja istrinya di balik selimut . la tahu Air mengira bahwa ia menginginkan untuk kembali bercinta pagi ini .


" Hei .. makan dulu sayang , tadi mas bikin roti bakar sama susu madu buat kamu "


Air sedikit mengintip dari balik selimutnya ia memang mencium bau manis dari tadi . Air tersenyum lega ketika melihat suaminya benar benar sudah membuat roti untuknya .


Air bangkit dari tidurnya dan duduk dengan punggung yang diletakkan di kepala ranjang . Bumi meletakkan nampan makanan ke pangkuan istrinya .


" Sayang ... aku memintamu untuk makan . Bukan untuk menggodaku lagi "


" Maksud Mas !? " Air mengikuti ke arah pandang suaminya , dan seketika ia mencubit gemas lengan kekar suaminya .


Karena ternyata ia lupa bahwa ia masih belum mengenakan selembar pakaian pun . Dan tubuh yang hanya dibalut selimut sebatas pinggang itu membuat dua bukit kembali menjulang seakan menantang untuk kembali di jamah .


" Mesum banget sih kamu Mas !! " pekik Air dengan menarik selimutnya sebatas dada .


" ltu sih namanya rejeki , sayang kalau dilewatin sia sia " sahut Bumi sambil terkekeh .


Setelah selesai makan kemudian Bumi menggendong istrinya untuk membersihkan diri di kamar mandi . Walau sebelumnya Air berkeras untuk mandi sendiri tapi nyatanya sekali lagi ia kalah dengan sentuhan kenikmatan suaminya . Sekali lagi adegan panas terjadi di bawah shower .


Bumi gemas melihat istrinya yang sedari tadi memanyunkan bibirnya marah . Wanita itu sedang menyisir rambut dengan sekali sekali meliriknya sinis .


" Mas jangan dekat dekat , mundur ... " teriak Air yang melihat Bumi kembali mendekatinya .


Bukannya menjauh Bumi malah tambah mendekati istrinya yang memasang mata waspada . Sungguh ia ingin menggigit kembali bibir merah itu !


" Kayak tukang parkir nyuruh orang mundur mundur . Susah banget ya kalau di deketin sama suami " goda Bumi .


" Enggak gituuuu ... Mas Bumi keterlaluan kalau deket deket ujung ujungnya berakhir di ranjang "


" Ya habis siapa suruh kamu enak banget !! "


" Kemarin kemarin suruh Air jauh jauh , sekarang malah ketagihan . Mas Bumi nggak konsisten " sindir Air .


Bumi terpaku mendengar kata kata istrinya . Dia tidak marah tapi dia tidak suka jika diingatkan kembali dengan dosa dosanya di masa itu . Air yang memang berniat bercanda menjadi merasa bersalah .


" Mas ... maaf , tadi cuma bercanda . Air nggak bermaksud mengingat masa lalu " Dia memeluk tubuh suaminya dengan erat .


Bumi pun membalas pelukan itu , nyatanya tak semudah itu melupakan masa lalu . Bumi terkejut ketika Air mendorong tubuhnya hingga terjatuh di atas ranjang . Wanita halalnya sedang duduk menindihnya .


Air mengambil dua tangan Bumi ke atas dan mengikatnya di kepala ranjang . Dahinya mengernyit ketika Air mengikat rambutnya yang masih setengah basah dengan asal .


Tanpa membuka jubah mandinya Air melepaskan kain segitiga yang saat ini ia pakai . Bumi tersenyum lebar melihat aksi liar istrinya yang menurunkan celana training yang sedang ia pakai .


Bumi merasakan sensasi yang berbeda kali ini , ia dipaksa merasakan semua kenikmatan tanpa bisa berbuat apa apa di bawah sang istri yang sedang bergerak liar di atasnya .


" Aarrgghhh .. faster sayang "


Air tersenyum jahil pada suaminya , bukannya mempercepat ia malah sengaja bergerak perlahan dengan gerakan sedikit memutar . Dan tentu saja gerakan itu membuat suaminya bertambah gila di bawah sana .


" Nakal ... eughhhh "


Tak berapa lama ia kembali memuntahkan cairan cintanya ke rahim sang istri .


" Bagaimana tuan Bumi ? " goda Air yang sedang melepas ikatan tangan suaminya .


" Kau memang benar benar nakal sayang " dan mereka tertawa bersama . Berharap kebahagiaan ini akan terus ada bersama mereka .