Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
185


" Nggak salah itu Nayya tinggal di sebelah Jerry sayang ? " Rita bertanya pada menantunya saat mereka sedang bersama memasak untuk sarapan para suami mereka .


" Sengaja Mah ! Biar deket lagi , kalau dipikir pikir kasihan juga Kak Jerry . Kasihan patah hatinya kelamaan "


" Baru hitungan minggu udah setengah mati , dulu Papa saja mama bikin patah hati berbulan bulan " sang istri yang membicarakannya .


" lyaaaaa .... lyaaaaa Mamah diem Pah !! " gerutu Rita yang terganggu keasyikannya bergosip dengan menantunya .


" Kapan kapan Mama ceritain deh .. sssttt " bisik Rita kemudian dan Air hanya tertawa menanggapinya .


" Tapi memang sih laki laki yang tidak bisa menghargai pasangannya harus dikasih pelajaran !! " lanjut Rita yang melihat putranya turun dari atas dengan menggendong Janu .


" Apa sih Mah , baru dateng udah kena aja . Papa kan papa terbaik sedunia ya De " kilah Bumi seakan meminta pembelaan dari putranya .


" Kalau dulu kami enggak pergi ke Tiongkok Mama pastiin dia udah digantung sama Papamu di atas Monas !! Tuman bikin sengsara anak istri "


" Maaahhhh .... " suara Bumi memelas .


" Udah Mahh nanti ada bayi gede nangis . Janu saja kalah sama ngambeknya dia " timpal Alfian yang membuat Air tertawa .


" lni kenapa Air mencoba mendekatkan Nayya dan Kak Jerry lagi . Mereka pantas untuk bahagia ! Seperti Mas Bumi , Kak Jerry pun berhak mendapat kesempatan kedua . Air yakin dia bisa berubah setelah bersama Nayya . Gadis muda itu punya pengaruh baik untuk Kak Jerry "


" Tapi kalau mereka memang tidak bisa bersatu !?? "


" Berarti memang bukan jodohnya Mah "


*


Sementara itu Jerry terbangun ketika mencium bau masakan rumahan yang sudah lama ia rindukan . Dia langsung bangkit karena ingat pasti Nayya yang sedang memasak di bawah .


"' Sayaannng ... "


Jerry langsung mendekat ke arah gadisnya yang masih sibuk dengan wajan dan spatulanya .


" Aaaaaa .... Kak Jerry pakai bajunya !!! Kebiasaan kalau keluar kamar nggak pake baju , mesum !! "


" Lhohh aku kan enggak ngapa ngapain kamu sayang ! Takut kamu kartu merah lagi . Kamu masak apa !? "


" Cuma telur dadar soalnya lemari pendingin nggak ada isinya sama sekali . Itu aja cuma nemu dua telurnya " sungut Nayya .


Jerry hanya terkekeh , sungguh ia merindukan omelan dari gadis didepannya .


" Lhohh kok cuma satu piring yang disiapin , buat kamu mana ?? "


" Gampang nanti Nayya bisa bikin mie instant , yang penting kakak udah sarapan "


" Nggak bisa gitu dong masa Kakak makan sendirian "


Jerry menarik gadis itu hingga jatuh ke pangkuannya , gadis itu duduk di atasnya dengan posisi menyamping .Dia menyendok hidangan sederhana di depannya dan mulai menyuapi gadisnya . Nayya terlihat salah tingkah berada sedekat itu dengan Jerry .


" Kak .... "


Jerry mengeratkan tangannya di pinggang Nayya kala gadis itu ingin beranjak dari pangkuannya .


" Nggak bakal Kakak apa apain kok , tenang saja ! Sekarang buka mulutnya .... "


" Tapi Nayya bikin buat Kak Jerry ! "


" Bagi dua , mulai sekarang biasakan berbagi sama Kakak ya !! Susah senang kita hadapi sama sama "


" Gombal !! Nanti di bentak bentak lagi , terus besok mau lempar apalagi ? Jangan uang segepok lagi ya !! Emas batangan sekoper ... bisa ??! "


" Ya ketimbang uang segepok !! Nanggung banget , sakitnya tuh disini !! " Nayya menunjuk ke arah dadanya tapi dia juga tetap menerima suapan dari Jerry .


lngin sekali ia menggigit bibir yang terlihat masih mengunyah makanan yang baru ia suapkan itu . Ternyata gadisnya secerewet ini , tapi ia malah menjadi semakin cinta .


Tak terasa mereka sudah menghabiskan satu piring makanan bersama sama . Tapi Jerry tetap membiarkan gadis itu tetap berada di atas pangkuannya , dia masih setia mendengar kemarahan gadisnya .


" Udah marahnya !? " tanya Jerry sambil menyodorkan air bening pada gadisnya .


Nayya mengangguk kemudian menghabiskan satu gelas air yang di sodorkan oleh Jerry . Gadis itu tampaknya belum sadar jika dia masih berada di atas pangkuan Jerry .


" Masih mau disini apa mau pindah ke kamar !? "


Pertanyaan itu menyadarkan Nayya bahwa ia masih berada di atas Jerry . Wajahnya memerah karena malu dan ia buru huru bangkit sambil mencubit keras lengan pria itu .


" Aaaskkhhh ... sakit sayang !! Kok nyubit sih !? "


" Mesum !!! Ngapain ngajak ke kamar !! "


" Lhahh kamu kan memang belum bersihin kamar Kakak gimana sih ! Kalau udah selesai kita ke supermarket sebentar ya "


" Mau ngapain !!?? "


" Ya belanja sayang !! Tadi kan kamu yang bilang kalau lemari udah kosong "


" Kak Jerry nggak kerja !? "


" Mau nemenin kamu disini . lni kan hari pertama kamu kerja "


" Memang bisa begitu ?? "


" Bisalah !! lm the boss .... "


" Cihh sombong .... "


Setelah selesai membersihkan kamar atas Nayya bersiap siap untuk pergi ke supermarket sesuai permintaan Jerry . Sedangkan pria menyebalkan itu sedang membersihkan dirinya di kamar .


Tapi bel pintu kemudian terdengar berkali kali hingga Nayya kemudian membukanya . Terlihat Grace dan seorang laki laki bertubuh besar ada di depan pintu .


" Nona Nayya ya , saya titip ini buat bos ya . Tadi dia pesan ini dan bilang harus diantar pagi ini juga " kata Grace menyerahkan sebuah koper kecil .


Nayya terhuyung ketika menerimanya , ternyata koper itu lumayan berat .


" Ini apa !?? "


" Bos saja yang kasih tahu sama Nona , sekarang saya pamit dulu karena masih banyak pekerjaan di kantor "


Grace dan laki laki bertubuh besar itu kemudian melangkah pergi . Dan Nayya membawa koper itu ke atas meja .


" Siapa sayang ??? "


" Sekretaris Kakak , ini apa Kak kok berat banget ? "


" Itu kan pesenan kamu tadi , buka saja "


Dengan penuh penasaran Nayya membukanya , dan dia menutup mulutnya ketika tahu apa isi di dalamnya .


" Ya Tuhan ... ini "


~ Siapa yang tahu isinya ??? Yang jelas sih bukan pisang goreng atau mendoan yaaaa pemirsahhh .. goyang jempol vote n comen yaa 🤫 kembang kopinya jangan lupa 😘😘😘~