Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
79


Walaupun ia tidak begitu peduli pada urusan pribadi calon suaminya , tapi Erin bisa melihat tatapan Varo yang begitu memuja wanita yang duduk di depannya itu .


Hatinya sedikit tersentil , ia akan menikahi laki laki yang sama sekali tidak mencintainya . Selama ini ia bersikap keras dan begitu tidak peduli hanya untuk menutupi rasa rendah dirinya .


la tahu Dennis Alvaro tidak sengaja berniat menyentuhnya pada malam itu , laki laki itu menyentuhnya karena di bawah pengaruh obat . Dia tahu karena mucikari yang membantunya malam itu berterimakasih padanya dan menceritakan semuanya .


Mucikari itu mendapat bonus besar karena pelanggan yang tidak jadi ia layani malah bertemu dengan wanita cinta pertamanya . Dan untungnya mucikari itu tidak meminta kembali uang yang sudah ia transferan ke rekeningnya .


Skenario takdir yang tak pernah ia duga . Mendapat laki laki baik yang terpaksa harus bertanggung jawab pada dirinya . Dan dengan kebesaran hatinya mau menanggung semua biaya pengobatan sang ibu .


Varo tidak pernah memandang rendah dirinya , tidak pernah !!! Tapi dirinya yang merasa jauh di bawah laki laki itu . Varo pantas mendapat wanita yang lebih baik darinya , yang tidak menjual dirinya hanya untuk segepok uang .


Erin terbangun dari lamunannya ketika tangan mungil Janu menyentuh pipinya , bayi gembul itu tertawa padanya membuat Erin tidak tahan untuk tidak menciumnya .


Erin dan Janu bermain sampai Varo dan Air mengakhiri pembicaraan mereka .


" Dede sini sama Mama , keenakan ya ikut sama Tante cantik terus " kata Air yang menyodorkan tangannya ke arah putranya .


Erin juga bisa melihat begitu besarnya cinta suami dari wanita bernama Aira itu . Pria itu tak sekalipun melepaskan tangannya dari istrinya . Dari tatapan mereka Erin tahu suami istri itu saling mencintai .


Varo menatap Erin seksama , tak menyangka di balik sifat nya yang ketus ada kelembutan di dalamnya . Janu yang notabene baru kali ini bertemu dengannya bisa langsung akrab dengan gadis yang menjadi calon istrinya itu .


" Kenapa kau menatapku seperti itu !? "


" Tidak " jawab Varo singkat , ia menata kembali laptop yang tadi sempat ia pakai .


" Jika aku minta satu hal , bisakah kau mengabulkannya ? "


Pertanyaan gadis di depannya mampu membuatnya terpaku sejenak . Erin tak sekalipun meminta sesuatu padanya .


" Selama aku sanggup , tak masalah buatku "


" Bisakah kau memikirkannya kembali ? Tentang pernikahan kita ? Pada kenyataannya kau tidak pernah mencintaiku "


" Kau keberatan dengan itu ? "


" Wanita mana yang tidak senang jika dipersunting laki laki kaya , tampan dan mapan ? Tapi itu semua tak cukup bagiku . Aku wanita serakah , aku juga menginginkan hati pria yang menikahiku "


Varo kembali menatap tak percaya gadis di depannya , baru kali ini Erin berbicara panjang lebar tentang isi hatinya . Suatu perkembangan yang menakjubkan .


" Terimakasih telah menyebutku tampan .. "


" Ckk .. "


" Aku pun pria serakah , kau pikir hanya kau yang butuh dicintai ? Aku memang menikahimu karena rasa tanggung jawabku . Tapi seseorang pernah berkata padaku . Cinta datang dengan jalan yang tak pernah kita kira sebelumnya " Varo tersenyum dalam hati , karena dia ingat kata kata Mbok Sum waktu itu .


" Jika ini jalan kita , kenapa kita tak mencoba untuk saling menerima ? Ketika aku mengucapkan ingin menikahimu di depan ibumu berarti aku sudah memantapkan hatiku untuk menerimamu , menerima keadaanmu "


Erin tertunduk mendengar kata kata Varo. Di satu sisi hatinya sangat berbunga bunga , tapi di sisi lain dia masih sangsi apakah keluarga Varo bisa menerimanya . Semua tahu jika Varo berasal dari keluarga kaya raya .


" Tapi aku bisa melihat bahwa kau mencintai mbak Aira , matamu sangat lembut ketika sedang menatapnya "


" Jika begitu buatlah aku untuk mencintaimu , buatlah aku tidak bisa berpaling pada wanita lain selain dirimu !! Buatlah agar hanya ada namamu yang kusebut disetiap mimpiku "


" Tapi bagaimana caranya ? "


Varo tak bisa menyembunyikan tawanya , ia lupa bahwa yang ingin ia nikahi adalah seorang gadis yang masih belia . Pemikirannya pasti belum sedewasa Aira . Aira ? Lagi lagi ia berpikir tentang wanita itu .


Mungkin mulai saat ini ia harus bekerja lebih keras agar tidak selalu memikirkan ibu satu anak tersebut . Ada seseorang yang akan menjadi pendamping nya . Seseorang yang kelak akan menjadi teman hidupnya , sampai akhir hayatnya .


" Dengan ini ... "


CUUUPPP ....


Visual.Erina