Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
189


" Aaaaaaa ... pakai bajunya !! Nyebelin !! Kebiasaan kalau pagi nggak pake baju !! " teriak Nayya yang pagi itu kembali mendapati Jerry hanya mengenakan celana trainingnya saat turun ke dapur .


" Biar besok besok nggak kaget sayang " jawab Jerry enteng .


Pria itu malah mendekati gadisnya yang sibuk dengan pisaunya , gadis itu sedang mengiris sayur untuk campuran nasi goreng .


Nayya berusaha fokus pada masakannya karena jujur saja perut kotak kotak kekasihnya membuat konsentrasinya buyar seketika . Muka bantal Jerry malah membuat pria itu semakin terlihat ganteng .


" Akkhhh .... "


Nayya menjerit kaget karena tak sengaja ujung pisaunya mengenai ujung jarinya . Jerry yang kebetulan masih ada di dekat dengannya langsung membawa tangannya di bawah kucuran air kran hingga jari itu tidak lagi mengeluarkan darah .


" Ckk .. hati hati sayang . Udah tinggalin aja biar nanti aku yang masak , kita obati luka kamu dulu "


" Nggak usah Kak , nanti juga sembuh sendiri kok ! Udah sering kalau begini sih "


" Cium nih ya kalau bandel "


" Hisshh .. "


Sampai saat ini hanya Nayya perempuan satu satunya yang sangat ia jaga , Jerry berusaha keras menahan keinginannya walau sebenarnya sangat ingin menyentuh gadisnya .


Mencium bibir kemerahan itu , menyentuh setiap jengkal kulitnya yang putih bak porselen . Tapi ia tak ingin kembali menjadi pria brengsek , ia ingin menyentuh kekasihnya saat ia sudah membuat kekasihnya halal untuknya .


Setelah mengambil kotak obat Jerry mengoleskan obat antibiotik dan membalut luka itu . Kadang ia tiup jari yang sudah di bebat perban itu .


" Kakak gimana sih , udah dibebat gini masih juga di tiupin . Sama sekali nggak kerasa Kak !! "


" Ya biar romantis gitu "


" Mana ada romantis ... yang ada kelaparan "


" O iya kakak lupa kalau kita belum sarapan , ya sudah Kakak masak dulu ya "


Jerry benar benar memasak kali ini , ia tak membiarkan gadisnya beranjak dari duduknya walau sedikit pun . Dia pun juga menyuapi Nayya nasi goreng buatannya yang ternyata lumayan enak .


" Kak ... Jari Nayya cuma tergores dikit ! Masa iya nggak boleh ngapa ngapain sih . Nay masih bisa makan sendiri "


" Banyak darah apanya !!?? Sana mandi !! Nayya mau terusin tugas bersih bersihnya " sungut Nayya .


" Untuk hari ini kamu nggak usah ngapa ngapain . Duduk manis di sini atau tidur di kamar atas saja . Jangan bandel , biar cepet pulih ! Nanti siang Kakak jemput makan siang ya , sekalian aku mau ketemu klien "


" Tapi ... "


" Semua udah Kakak siapin diatas "


Nayya menghembuskan nafas panjang ketika pria itu sudah naik ke kamar atas untuk membersihkan diri . Sebenarnya ia masih belum percaya diri untuk keluar dan di kenalkan sebagai calon pendamping Jerry .


Nayya tahu circle pergaulan calon suaminya pasti adalah orang orang kaya seperti halnya Bumi dan Aira . Sedang dia hanyalah Upik abu yang dipinang oleh sang pangeran .


Salah !! Bukan pangeran yang meminangnya tapi dialah yang kemarin meminang sang pangeran . Jika di buku dongeng Upik abu akan bahagia selamanya dengan pangerannya , begitupun dirinya . Nayya berharap pernikahannya juga akan membawa kebahagiaan untuknya .


" Sayang aku berangkat ya , siang nanti aku menjemputmu ... "


Setelah mencium dahi gadisnya barulah Jerry berangkat ke kantornya . Ada banyak agenda hari ini hingga Grace memintanya untuk datang ke kantor .


Sementara Nayya meneruskan semua tugasnya . Dan setelah selesai ia segera pergi ke kamar atas , kamar yang dulu pernah ia tinggali bersama Cherry . la ingin melihat apa saja yang sudah disiapkan sang kekasih untuknya .


Ada dua paper bag di atas ranjang , perlahan ia membuka salah satu paper bag . Dia tersenyum mengetahui Jerry sudah menyiapkan sebuah baju untuknya .


Dress sebatas lutut model Sabrina berwarna hijau muda yang memperlihatkan lengan mulusnya . Baju itu terlihat sangat cantik dan harganya juga pasti sangat mahal..


Kemudian ia juga membuka satu paper bag lainnya , dan isinya sebuah sepatu heels cantik yang warnanya senada dengan dress yang sudah Jerry siapkan . Ternyata seteliti itu kekasihnya dalam.menyiapkan penampilannya nanti .


Sampai akhirnya jam sudah mendekati makan siang dan Nayya menunggu Jerry di kamar tamu . Hatinya sedikit berdebar dengan penampilannya kali ini . Dia tidak tahu apakah sang kekasih akan menyukainya atau tidak .


Dan akhirnya waktunya datang , dia mendengar suara pintu di buka dan langkah lebar kekasihnya .


" Sayang .... " Jerry terpaku dengan penampilan gadis yang saat ini duduk di sofa kursi tamunya .


" Kamu ??? "


~ Tebak cerita yuukkk sama emak kira kira apa yang Mas Jer lihat kok bisa sampai kaget lihat Nayya ...... Goyang teruussss ,😘😘😘 like vote n comen di sini ya # ~