Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
23 .


Bumi menatap kotak bekal yang tadi disiapkan oleh Air . Semula ia tidak ingin membawanya , tapi melihat isinya sepertinya sangat enak . Aromanya persis seperti kue bikinan mamanya .


" Tuan ada tuan Adam ingin bertemu , dia yang menangani proyek kita di Medan "


" Suruh masuk .. "


Adam adalah salah satu temannya yang dulu pernah menjadi tangan kanan Reynand . Karena kecelakaan yang menimpa kakaknya akhirnya proyek itu diserahkan padanya .


Adam segera masuk dan duduk di depan meja kerja milik Bumi .


" Sudah selesai ? "


Adam yang tahu kemana arah pembicaraan Bumi segera menjawabnya .


" Its over .. udah aku selesein semuanya . Jadi aku bisa membantumu di sini lagi "


" Ya semua terlalu mendadak buatku , aku memang perlu bantuanmu "


" Dan sekarang aku yang perlu bantuanmu , sepertinya cacing diperutku sedang meminta brownies yang ada di depanmu "


Bumi menggeser kotak bekalnya ketika tangan Adam ingin menyambar isi di dalamnya .


" Langkah dulu mayatku "


" Come on Bumi .. kau bisa menyuruh sekretarismu untuk membeli yang lebih banyak dari itu . ltu cuma sepotong kue "


" Tapi ini punyaku !! "


CEKREKK ...


Bumi dan Adam menoleh ke arah pintu , mereka melihat Narra sudah memasuki ruangan itu tanpa ijin Bumi .


" Apa aku mengganggu kalian !? "


" Tidak " Adam yang menjawab pertanyaan itu , ia tahu Bumi tidak akan menjawab pertanyaan Narra .


" Aku menagih jawaban darimu Bumi , kemarin kau bilang akan memikirkan tentang pernikahan kita "


" Heiii .. apa aku ketinggalan berita !? "


Narra berdiri dengan dua tangan bersedekap , ia menatap malas pada Adam yang selalu ingin tahu dengan segala hal .


" Aku tak pernah bilang apapun padamu .. kau tahu aku sudah menikah " jawab Bumi datar .


" Apa !! Kau sudah menikah dan aku tidak tahu !? Teman macam apa kau ini ! "


" Seperti kakaknya , Bumi juga dinikahkan paksa . Namun perempuan yang dinikahkan dengannya tak lebih dari wanita penggoda " cibir Narra mencoba menghina Air di depan


Bumi .


" Tapi itu benar kan ! Hanya aku yang bisa mencintaimu dengan tulus , hanya aku yang bisa mengerti siapa dirimu "


Bumi berdiri dan menatap tajam Narra .


" Keluar !! Keluar sekarang !! "


" Mau bukti ? " Narra melempar beberapa lembar foto ke depan Bumi .


" Sudah aku bilang , hanya aku yang tulus mencintaimu Bumi , aku menikah dengan Reynand karena terpaksa "


Bumi memang tidak mengambil foto yang tersebar di mejanya , tapi dia bisa melihat siapa gambar gambar yang ada di foto itu . Air dan Deniel , mereka terlihat sedang duduk dan serius berbicara .


Tangan Bumi mengepal kuat , wajahnya mendongak dengan mata yang terpejam . Sangat terlihat jika ia sedang menahan emosinya .


Adam mengambil satu lembar foto yang ada di meja Bumi , matanya menyipit . Dia seperti mengenal dia orang di foto tersebut .


" Deniel Brown ... putra Alexander Brown pemilik jaringan hotel Alexis yang sudah tersebar di semua daerah Asia "


Narra terkejut mendengar penuturan Adam , tidak mungkin gigolo itu seorang kaya raya seperti yang laki laki itu bilang . Deniel hanya laki laki bayaran yang selalu melayaninya di ranjang .


" Jangan bercanda Adam " kata Narra sambil menertawakan Adam .


" Dan perempuan cantik ini aku seperti pernah melihatnya , tapi entah kapan dan dimana "


" Cihh .. perempuan murahan seperti dia kau bilang cantik . Dia istri Bumi , dan kau bisa lihat itu ? Wanita itu berkencan di belakang suaminya , menjijikkan !!! "


" Keluar !!! "


Adam menarik bahu Bumi yang terlihat ingin menghambur ke arah Narra , ia khawatir Bumi lepas kendali .


" Sebaiknya kau keluar dulu , sebelum dia menggila " kata Adam pada Narra yang sudah berdiri ketakutan .


Narra bergegas keluar dari ruangan Bumi , walau masih ketakutan tapi dia merasa puas bisa sekali lagi memprovokasi laki laki yang sampai saat ini masih ia cintai .


Dia sudah membenci Air sejak ia tahu bahwa dia bukan satu satunya istri dari pewaris Adipraja tersebut . Bahkan dia hanyalah istri kedua walaupun ia adalah istri yang sah .


Air sudah merebut semua yang menjadi miliknya , mertuanya pun juga tidak lagi menganggapnya menantu ketika mereka membongkar siapa Cherry sebenarnya . Cherry adalah putri dari pria yang sudah mengambil kesuciannya .


Narra sempat merasa bahagia ketika mendengar Alfian dsn istrinya akan menikahkan Bumi . Tapi dugaannya salah , Bumi tidak dinikahkan dengannya melainkan dengan Air . Wanita itu berkali kali merebut kebahagiaannya .


Sampai akhirnya ia menyewa orang untuk mengawasi Air , dia mencari kelemahan Air yang bisa ia pergunakan sebagai senjata untuk memisahkan Bumi darinya .


Sementara Adam sedang merutuki perbuatan Bumi yang membanting kotak bekal hingga isinya berhamburan ke lantai .


" Kau sungguh terlalu .. ' Adam menirukan jargon seorang penyanyi dangdut yang terkenal itu .


" Tadi aku makan nggak boleh , malah dibanting kayak gitu ' gerutunya . jiwa laparnya meronta ronta ketika melihat brownies dan kue kue lain tergeletak dengan posisi mengenaskan .