Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
61


" Terus apa rencana elo sekarang " tanya Jerry akhirnya setelah reda dari tawanya .


" Rencana ? Rencana untuk apa ? "


" Lho elo nggak mau ketemu sama anak bini elo lagi? "


" Rindu gue sama mereka kalau diukur udah ngga terkira , sampai mau mati rasanya !! "


Baru kali ini Jerry melihat Bumi benar benar putus asa . Melebihi saat ketika dulu Bumi memutuskan meninggalkan lndonesia agar tidak lagi bisa melihat Narra .


" Kalau elo pengen secepatnya berkumpul sama keluarga kecil elo lagi berarti elo harus punya rencana '


" Rencana "


" Yap !! Masa iya elo mau diam saja berpangku tangan disini . Sementara disana anak istri elo sedang nungguin elo beraksi "


" Terus gue harus ngapain ? "


" Raih maaf dari mertua elo "


" Caranya ? "


Dari dulu Jerry memang dikenal banyak akal , otaknya selalu bisa menemukan solusi suatu masalah dengan mudah . Mereka berada di balkon sampai dini hari , itupun karena Jerry yang merengek ingin tidur . Sedang Bumi terlalu bersemangat untuk mendengar semua siasat dari sahabatnya itu .


*


Berkali kali Bumi menghela nafasnya , sungguh hal ini lebih mendebarkan daripada ketika akan bertemu dengan klien besar . Malam ini dia bertamu di rumah mertuanya karena sejak kejadian itu Air tidak lagi menginap di ruko melainkan tidur di rumah mertuanya .


Entah apa yang akan terjadi nanti , mungkin ia akan di usir atau mungkin juga dihadang oleh Dewa . Tapi apapun itu ia telah membulatkan tekadnya . Rasa rindunya membuat dia menuruti semua saran Jerry .


TOKK ... TOKK ..


" Assalamualaikum ... "


" Walaikumsalam "


Suara penuh kelembutan yang sangat ia rindukan telah menjawab salamnya . Air pun tampak tak bisa memalingkan wajahnya saat dia membuka pintu dan melihat wajah suaminya .


" Sayang ... "


" Mas .. "


Sesaat mereka larut dalam kerinduan walau hanya dengan saling menatap . Dan sebuah suara dari dalam rumah mampu membangunkan lamunan mereka .


" Jangan di pintu saja Air , suruh suamimu masuk " seru lbu Sri yang sedang duduk bersama Dewa di kursi tamu dengan menggendong cucunya .


" Ayo masuk Mas ... "


" Oh iya ... masuk kemana ?! "


Air gemas ingin sekali mencubit perut liat suaminya , sangat terlihat bahwa CEO perusahaan Adipraja itu sangat gugup . Sedang Dewa berusaha keras untuk tidak tertawa di depan ibunya ketika mendengar kekonyolan kakak iparnya .


" Udah kelamaan ngga masuk jadi grogi ya Mas " celetuk Dewa yang sukses mendapat tatapan tajam dari dua wanita di depannya .


" Waaaa ... " Air dan lbu Sri bersamaan menegur Dewa .


" Lhahh kan Dewa bener , Mas Bumi udah lama nggak kerumah kita . Gara gara ultimatum dari nyonya besar !! " ujar Dewa membela diri .


" Ini martabak telor buat ibu .. "


Air menerima itu dan segera mengambil piring untuk disajikan di meja . Martabak telor adalah makanan kesukaan ibunya .


Janu menjerit senang ketika melihat Bumi duduk di dekatnya . Dua tangannya seakan ingin meraih tubuh papa sambungnya . Ibu Sri yang tau keinginan cucunya segera memberikan bayi gembul itu pada Bumi .


Bumi tersenyum lebar ketika mertuanya memberikan Janu padanya . Sungguh ia tak mengira akan mendapat sambutan seperti ini , padahal ia sudah membayangkan jika ia akan di usir ataupun di hajar lagi oleh adik iparnya .


" Papa kangen sama dede ... "


" Nggak kangen sama mamanya Mas ? ' goda Dewa lagi , sungguh Bumi merasa adik iparnya itu sangat menyebalkan malam ini .


" Bagaimana kabar ibu , maaf Bumi ke sini malam malam begini . Ehmm .. itu Bumi kangen sama Janu . Ya De ... " Bumi kembali mencium gemas pipi putranya .


" Alhamdulilah ibu baik Nak , baiklah ibu dan Dewa tinggal kalian ke dalam agar kalian bisa berbicara . Janu ikut nenek ?! "


" Biar Janu sama saya saja , kangen "


Dewa dan Bu Sri kemudian masuk ke dalam untuk memberikan waktu pada suami istri itu untuk berbicara .


" Sayang ... kangen "


Air tersenyum melihat Bumi yang menjadi manja di depannya . Dia meraih dagu Bumi yang ditumbuhi bulu bulu halus . Tidak seperti biasanya , tampaknya suaminya sedikit tidak memperhatikan penampilannya .


" Bohong .. kalau kangen kenapa beberapa hari ini nggak nengok kami ? Papa bohong ya De ... masa kangen tapi kita dicuekin "


" Ya Allah sayang , kalau enggak inget kata kata ibuk pasti kamu sama Janu udah Mas bawa pulang dari kemarin "


" Maafin ibuk ya Mas , dia begitu karena sayang sama aku dan Janu "


" Aku ngerti kok sayang ... ngerti banget ! Mana ada orang tua yang terima anaknya disakitin . Aku yang salah , aku pantas dihukum "