
Jerry dan Bumi hanya tersenyum senyum penuh arti melihat salah satu saudaranya yang sedang duduk bersama mereka pagi ini di taman yang ada di belakang mansion . Mereka tersenyum karena melihat ada beberapa jejak cinta di leher dan tengkuk laki laki itu .
" Kirain belah durennya nunggu lebaran monyet ... hebat juga bininya bisa bikin dia bentol bentol kaya gitu "
" Tau gitu kita gangguin dia tadi malam ya ! Minimal ngerasain kaya gue malam pertama di rumah sakit " kata Jerry yang masih sebal jika ingat malam pertamanya yang di ganggu oleh Bumi .
" Berisik elo pada !! " sinis Adam .
Sebenarnya ia sengaja memamerkan tanda cinta yang dibuat sang istri agar para saudaranya tahu jika dia bukan seorang bujang lagi . Mereka yang selalu menyebut dia sebagai jomblo sejati .
" Elo buru buru merid bukan karena ketemu sama dia kan Dam ?!! "
" Maksud elo B ?? "
" Gue denger Diana ada di sini dan kalian udah bertemu . Maksud gue elo pengen bales dia dengan merid sama mantan istri suaminya "
" Gue merid murni karena gue sayang sama mereka . Perempuan itu hanya perempuan yang kebetulan lewat dalam masa lalu gue . Jadi jangan bahas dia lagi . Fokus gue sekarang hanya pada keluarga gue "
Bumi dan Jerry lega mendengarnya karena pada awalnya mereka mengira Adam akan menggila ketika bertemu dengan wanita yang pernah membuat luka dalam di hati pria kulkas dua pintu itu .
" Gue juga denger kemarin mantan suami bini elo bikin ulah dengan mengambil namanya pada putranya sendiri . Gila dia !! Bukannya seneng dapat anak sepintar Gema " tanya Jerry .
" ltu yang sempat aku bicarakan dengan tuan besar . Aku minta ijin untuk memberikan nama belakang seperti yang sudah ia berikan padaku .... Adipraja ! Dan tuan besar tidak keberatan jika Gema juga menyandangnya . Tuan besar yakin anak itu memang pantas mendapatkannya "
" Elo nggak berencana buat bikin mantan elo sama mantan suami bini elo pelajaran ?? "
" Gue mau fokus bikin anak dulu !! "
Dan jawaban frontal itu sukses membuat Adam terkena lemparan kulit kacang dari dua saudaranya .
Siangnya Air , Nayya dan Diva berencana untuk pergi ke spa untuk mengembalikan kebugaran tubuh mereka . Mereka tak membawa anak anak karena Rita melarang mereka .
Wanita parubaya itu hanya tidak ingin anak anak tidak mengganggu ' me time ' mereka . Rita tahu para wanita itu pasti sangat lelah setelah menyiapkan acara pernikahan yang sangat mendadak ini .
Pada awalnya Diva menolak karena malu , suaminya dengan brutal sudah menandai hampir setiap inchi tubuhnya .Tapi Air berhasil membujuknya dengan alasan para pemijat spa sudah terlalu biasa melihat pemandangan seperti itu .
Lagipula tubuh Air maupun Nayya pun tak kalah mengenaskan dari pengantin baru itu . Hampir setiap malam para suami mereka tak bosan bosannya menggempur mereka .
Pulang dari spa mereka mampir ke sebuah mall untuk makan siang . Mereka makan di sebuah stand yang menyajikan makanan khas Bali .
" Mumpung masih di sini bagaimana kalau besok kita minta sama suami suami kita untuk pergi ke pantai . Nggak afdol katanya kalau kita belum kesana " usul Air pada dua wanita yang sudah menjadi saudaranya .
" Tapi kita harus siap siap malu Kak !! "
" Kenapa Nay !? "
" Mana boleh kita pakai pakaian pantai yang pasti sedikit terbuka !! Yang ada kita kesana pakai sweater sama training panjang "
Mereka bertiga tertawa , ketiga pria Adipraja yang menjadi suami mereka memang mempunyai tingkat kecemburuan di atas rata rata . Jika saja tadi pagi Alfian tidak mengajak pergi ke empat putranya , pastilah saat ini suami suami mereka akan ada disamping mereka .
" Untung Papa ajak mereka melihat perusahaan kita yang disini , katanya juga ingin bertemu dengan klien klien yang sudah bekerjasama dengan Adipraja . Kalau enggak mereka pasti udah jadi buntut dari tadi "
Tapi suara seorang wanita membuat mereka terkejut . Air dan Nayya hanya saling pandang karena merasa tidak mengenal wanita di depan mereka , sedang Diva hanya memandang malas pada wanita itu .
" Hai , senang berjumpa denganmu lagi . Kau tidak bersama mantan kekasihku ?? Yang pernah mencintaiku hingga setiap detak jantungnya hanya menyebut namaku !? "