
" Kau gugup ?! "
" Bohong jika aku jawab tidak "
Astika dan Dewa malam.itu pergi ke mansion keluarga Effendy untuk makan malam . Sesuai kata Dewa kemarin , malam ini juga pria muda itu dengan resmi ingin melamar Astika .
" Tapi kau sudah sering bertemu dengannya , kenapa harus gugup "
" Aku bertemu dengannya sebagai rekan bisnis , tapi kali ini berbeda . Aku menemuinya sebagai calon mantu "
Astika terbahak mendengarnya , Daddynya memang pernah mengakui kehebatan para Adipraja dalam mengelola bisnisnya .
Daddynya belum lama ini bertemu dengan tuan besar Adipraja bernama Alfian , ayah dari empat putra pilar pilar kerajaan bisnis Adipraja .
Mereka bertemu setelah perhelatan pernikahan salah satu putranya yang dilakukan secara tertutup . Dan itu adalah pernikahan sahabatnya sendiri yang tak lain adalah Diva .
Sampai di depan pintu masuk Astika menarik lengan Adam dan menghentikan langkahnya .
" Ada apa !? "
" Kau yakin ingin melamarku !? "
" Tidak "
" Hisshh menyebalkan !! "
" Jika Daddy mu mengijinkan aku ingin langsung menikahimu , jadi kita langsung bisa pacaran . Ngedate , nonton bareng ... "
Keduanya tersenyum ketika disambut oleh John yang tampak sedang duduk dengan salah satu putrinya .
" Daddy ... " Asti langsung memeluk sang Daddy sedang dua pria itu hanya saling melempar senyum .
" Sebuah kehormatan bagi saya menyambut CEO muda berbakat seperti anda tuan Dewa . Sudah lama kalian saling mengenal ? "
" Baru hitungan hari tuan "
" Tolong jangan sebut aku dengan panggilan tuan . Panggil saja namaku "
" Sepertinya tidak sopan jika saya harus memanggil nama anda "
" Kalau begitu panggil Daddy ketika kau bertamu di rumahku . Sama seperti putri putriku jika memanggilku "
" Itu lebih baik "
John Effendy membimbing putrinya dan Dewa untuk duduk di ruang tamu . Jasmine terlihat menghampiri CEO muda Adipraja itu .
" Dewa ... akhirnya kau datang ke rumahku "
" Hai ... " Dewa tetap mencoba ramah walaupun sedikit risih dengan sikap Jasmine yang terlihat sok dekat padanya . Dewa tahu gadis itu sedang memperlihatkan kedekatannya pada Daddynya .
" Ada niatan yang akan saya sampaikan kepada anda hari ini . Sebenarnya saya kesini untuk meminta putri Daddy sebagai pendamping saya "
" Maksudnya kau melamar salah satu putriku ?? " tanya John dengan senyum mengembang .
" Saya melamar Astika , ijinkan saya menjadi imamnya . Menjadi pendamping hidup di kala susah dan senang "
" Tapi dia ... "
" Tidak bisa !! Kau tidak bisa melamarnya karena kakakku sudah bertunangan dengan orang lain !! " pekik Jasmine .
" Jaga bicaramu sayang "
" Tapi aku benar Daddy "
Jasmine tidak terima jika incarannya malah tertarik dengan kakaknya . John dan Asti saling berpandangan tapi mereka tidak begitu kaget dengan reaksi gadis muda itu .
" Aku tahu kisahnya ....aku tahu semua tentang calon istriku nona Jasmine . Tapi terima kasih telah mengingatkan aku tentang hal itu "
" Kak Asti dan Kak Rey belum memutuskan hubungan mereka . Bisa saja suatu saat dia kesini dan menagih janjinya ! Bukankah Daddy sudah berjanji padanya untuk menikahkan Kak Asti dan Kak Rey ??! "
" Sudah tiga tahun ... kakakmu sudah membahas ini dengan Daddy sayang ! Dia berhak melanjutkan hidupnya , kakakmu berhak bahagia "
" Tapi bagaimana denganku ? Aku juga berhak bahagia !! "
" Daddy dan kakakmu sangat menyayangimu , kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami . Tapi tolong untuk kali ini , jaga batasanmu "
" Daddy mengancam ku ?! "
" Kakakmu memberikan semua yang dia punya hanya untukmu , kaupun tahu itu ! Untuk kali ini Daddy mohon biarkan Astika mencari jalan kebahagiaannya sendiri . Kau tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintaimu sayang ! "
" Daddy ... " lirih Astika yang melihat adiknya sudah mulai mengeluarkan air matanya .
" Dia harus belajar untuk menjadi dewasa "
" Tapi ... "
" Daddy merestui jika nak Dewa ingin menyunting putri pertama saya untuk dijadikan istri "
Astika dan Dewa bernafas lega , walaupun mereka tahu mungkin perseteruan ini belum berakhir tapi setidaknya John sudah memberikan restunya . Mereka harus bersabar dalam menghadapi sikap Jasmine yang kekanakan .
" Saya berjanji akan menjaga dan mencintainya untuk seumur hidup saya " kata Dewa mantap .
Tapi perhatian mereka seketika teralih karena mendengar langkah seseorang yang mendekat ke arah mereka . Kecuali Dewa , semua mata terlihat terpaku melihat pria itu bahkan dia melihat Astika sudah berlinangan air mata .
John Effendy membuang muka dan menghembuskan nafasnya kasar , sedang Jasmine tersenyum sinis dengan terus menatap Dewa yang masih fokus dengan reaksi calon istrinya .
" Hai , selamat malam ! Senang bisa bertemu kalian kembali "