Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 35


" Kau gugup ?! "


" Bohong jika aku jawab tidak "


Astika dan Dewa malam.itu pergi ke mansion keluarga Effendy untuk makan malam . Sesuai kata Dewa kemarin , malam ini juga pria muda itu dengan resmi ingin melamar Astika .


" Tapi kau sudah sering bertemu dengannya , kenapa harus gugup "


" Aku bertemu dengannya sebagai rekan bisnis , tapi kali ini berbeda . Aku menemuinya sebagai calon mantu "


Astika terbahak mendengarnya , Daddynya memang pernah mengakui kehebatan para Adipraja dalam mengelola bisnisnya .


Daddynya belum lama ini bertemu dengan tuan besar Adipraja bernama Alfian , ayah dari empat putra pilar pilar kerajaan bisnis Adipraja .


Mereka bertemu setelah perhelatan pernikahan salah satu putranya yang dilakukan secara tertutup . Dan itu adalah pernikahan sahabatnya sendiri yang tak lain adalah Diva .


Sampai di depan pintu masuk Astika menarik lengan Adam dan menghentikan langkahnya .


" Ada apa !? "


" Kau yakin ingin melamarku !? "


" Tidak "


" Hisshh menyebalkan !! "


" Jika Daddy mu mengijinkan aku ingin langsung menikahimu , jadi kita langsung bisa pacaran . Ngedate , nonton bareng ... "


Keduanya tersenyum ketika disambut oleh John yang tampak sedang duduk dengan salah satu putrinya .


" Daddy ... " Asti langsung memeluk sang Daddy sedang dua pria itu hanya saling melempar senyum .


" Sebuah kehormatan bagi saya menyambut CEO muda berbakat seperti anda tuan Dewa . Sudah lama kalian saling mengenal ? "


" Baru hitungan hari tuan "


" Tolong jangan sebut aku dengan panggilan tuan . Panggil saja namaku "


" Sepertinya tidak sopan jika saya harus memanggil nama anda "


" Kalau begitu panggil Daddy ketika kau bertamu di rumahku . Sama seperti putri putriku jika memanggilku "


" Itu lebih baik "


John Effendy membimbing putrinya dan Dewa untuk duduk di ruang tamu . Jasmine terlihat menghampiri CEO muda Adipraja itu .


" Dewa ... akhirnya kau datang ke rumahku "


" Hai ... " Dewa tetap mencoba ramah walaupun sedikit risih dengan sikap Jasmine yang terlihat sok dekat padanya . Dewa tahu gadis itu sedang memperlihatkan kedekatannya pada Daddynya .


" Ada niatan yang akan saya sampaikan kepada anda hari ini . Sebenarnya saya kesini untuk meminta putri Daddy sebagai pendamping saya "


" Maksudnya kau melamar salah satu putriku ?? " tanya John dengan senyum mengembang .


" Saya melamar Astika , ijinkan saya menjadi imamnya . Menjadi pendamping hidup di kala susah dan senang "


" Tapi dia ... "


" Tidak bisa !! Kau tidak bisa melamarnya karena kakakku sudah bertunangan dengan orang lain !! " pekik Jasmine .


" Jaga bicaramu sayang "


" Tapi aku benar Daddy "


Jasmine tidak terima jika incarannya malah tertarik dengan kakaknya . John dan Asti saling berpandangan tapi mereka tidak begitu kaget dengan reaksi gadis muda itu .


" Aku tahu kisahnya ....aku tahu semua tentang calon istriku nona Jasmine . Tapi terima kasih telah mengingatkan aku tentang hal itu "


" Kak Asti dan Kak Rey belum memutuskan hubungan mereka . Bisa saja suatu saat dia kesini dan menagih janjinya ! Bukankah Daddy sudah berjanji padanya untuk menikahkan Kak Asti dan Kak Rey ??! "


" Sudah tiga tahun ... kakakmu sudah membahas ini dengan Daddy sayang ! Dia berhak melanjutkan hidupnya , kakakmu berhak bahagia "


" Tapi bagaimana denganku ? Aku juga berhak bahagia !! "


" Daddy dan kakakmu sangat menyayangimu , kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami . Tapi tolong untuk kali ini , jaga batasanmu "


" Daddy mengancam ku ?! "


" Kakakmu memberikan semua yang dia punya hanya untukmu , kaupun tahu itu ! Untuk kali ini Daddy mohon biarkan Astika mencari jalan kebahagiaannya sendiri . Kau tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintaimu sayang ! "


" Daddy ... " lirih Astika yang melihat adiknya sudah mulai mengeluarkan air matanya .


" Dia harus belajar untuk menjadi dewasa "


" Tapi ... "


" Daddy merestui jika nak Dewa ingin menyunting putri pertama saya untuk dijadikan istri "


Astika dan Dewa bernafas lega , walaupun mereka tahu mungkin perseteruan ini belum berakhir tapi setidaknya John sudah memberikan restunya . Mereka harus bersabar dalam menghadapi sikap Jasmine yang kekanakan .


" Saya berjanji akan menjaga dan mencintainya untuk seumur hidup saya " kata Dewa mantap .


Tapi perhatian mereka seketika teralih karena mendengar langkah seseorang yang mendekat ke arah mereka . Kecuali Dewa , semua mata terlihat terpaku melihat pria itu bahkan dia melihat Astika sudah berlinangan air mata .


John Effendy membuang muka dan menghembuskan nafasnya kasar , sedang Jasmine tersenyum sinis dengan terus menatap Dewa yang masih fokus dengan reaksi calon istrinya .


" Hai , selamat malam ! Senang bisa bertemu kalian kembali "