Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
168


" Kak ... "


" lya sayang "


" Nayya mau ngomong tapi tolong jangan di sela ya ! Nanti kalau aku udah selesai Kakak boleh gantian bicara "


" Ok ... Kakak mengerti "


Berkali kali Nayya menghela nafasnya , Jerry bisa melihat akan ada banyak hal yang ingin di ungkapkan gadis itu padanya .


" Aku tidak tahu apakah kakak benar benar bisa mencintaiku atau tidak ... "


" Aku ... "


" Sudah Nayya bilang jangan disela Kak ! Atau aku tidak jadi bicara sama Kakak ! "


Jerry menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , ia sungguh mati kutu di depan gadisnya .


" Terlalu banyak wanita dibelakang kakak , aku tidak punya hati seluas samudera untuk menghadapi semua wanita wanita itu . Aku pencemburu !! Tapi tenang saja , aku tidak secengeng yang Kakak bayangkan . Dari awal aku sudah sadar jika hubungan kita seperti terlalu dipaksakan "


" Nay ... "


" Aku belum selesai Kak "


" Ckk .. "


Jerry pun sudah tidak sabar untuk mengutarakan semua isi hatinya , tapi gadisnya benar benar tidak mau di sela .


" Tinggal seatap berdua dengan pria lajang sepertimu sepertinya bukan pilihan yang baik , terlalu banyak resiko karena kita belum terikat satu sama lain . Aku akan tetap mengasuh Cherry dan Kak Aira membantu dengan mencarikan kami unit yang tepat bersebelahan dengan rumah ini . Aku dan Cherry akan tinggal di sana "


" Tapi kalian ... "


" Kak Jerry bisa mengunjungi kami kapan pun , kami juga akan sering berkunjung kesini nantinya . Kita hanya terpisah saat malam hari . Dan untuk hubungan kita ... berikan aku waktu untuk berpikir ! Dan aku juga akan memberikan waktu pada Kakak untuk memikirkannya matang matang dengan hati . Bukan karena emosi sesaat "


Sebenarnya Nayya ingin sekali berkata tentang perpisahan tapi entah kenapa ia menjadi tidak tega ketika melihat wajah kusut Jerry , pria itu seperti orang yang sedang berputus asa .


" Sudah !?? "


Nayya mengangguk pelan , ia sedikit terkejut ketika satu tangannya diraup kedua tangan kekar itu dan di letakkan di dada pria disampingnya .


" Kau bisa merasakan itu sayang !? Jantungku berdegup kencang ketika tanganmu ada di sini "


Jerry tetap menggenggam tangan mungil itu agar tetap ada di dadanya walau Nayya sudah perlahan menariknya .


" Aku adalah laki laki brengsek , aku bermain dengan banyak wanita hanya untuk memuaskan nafsuku . Aku tidak pernah mencari wanita tapi mereka yang melemparkan diri mereka padaku , dan tentu saja dengan senang hati aku layani mereka "


Jerry membawa tangan yang sudah ia genggam di atas dadanya untuk di kecupnya . Kali ini tak ada perlawanan dari gadisnya , tapi Nayya memalingkan wajahnya yang sudah memerah .


" Sampai aku melihatmu untuk pertama kalinya di stand es krim waktu itu . Waktu itu hatiku langsung jatuh ... jatuh sejatuh jatuhnya padamu sayang ! Saat itu aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa kau hanya akan menjadi milikku . Menjadi pendamping hidupku , ibu dari anak anakku kelak . Mungkin terdengar sangat puitis untuk mu ! Tapi itu kenyataannya , hanya padamu aku ingin menyerahkan hidupku sampai akhirnya aku mencari pamanmu untuk meminta padanya agar mengijinkan aku untuk memilikimu dalam sebuah ikatan "


Tangannya terulur ke depan ketika Cherry datang pada mereka , dan ingin berada dalam rengkuhannya . Jerry membawa tubuh gendut itu ke dalam pangkuannya sambil menciumi pipi chuby gadis kecil itu .


" Cherry ngantuk ya "


Gadis kecil itu hanya mengangguk dan memejamkan matanya , gadis kecil itu terlihat sangat nyaman tidur dalam pangkuannya . Tangannya menggapai tangan mungil Nayya ketika gadis itu beranjak dari duduknya .


" Nay bikinin kopi dulu Kak ... "


" Tidak usah sayang , duduk dulu saja . Aku belum selesai bicara ... "


Nayya menurut dan kembali duduk tanpa melepaskan tangan Jerry yang masih menggenggamnya posesif .


" Aku bisa saja menerkam kamu jika yang kurasakan hanya nafsu , itu hal yang sangat mudah untukku . Tapi tidak akan aku lakukan ! Sejak aku membawamu kesini aku sudah tidak pernah melayani wanita wanita itu . Jiwaku ... ragaku ... hanya akan menjadi milikmu . Kuharap kau pun begitu sayang . Kita bawa Cherry ke kamar dulu ya , kasihan kalau boboknya duduk seperti ini "


Nayya mengikuti langkah Jerry yang berjalan ke atas menuju kamar mereka . Setelah meletakkan Cherry di ranjang tangan Jerry kembali meraih tangan Nayya ke dalam genggamannya .


" Aku mencintaimu sayang ... Aku tidak keberatan jika kau dan Cherry pindah ke apartemen sebelah . Kau benar , akan terlalu beresiko jika kita terus tinggal seatap begini . Aku mungkin saja bisa lepas kendali . Sesuai katamu aku akan memberikan waktu untuk berpikir , tapi jangan berharap aku akan melepasmu . Karena kau akan tetap menjadi milikku ... secepatnya ! Kita akan segera menikah setelah semua sudah selesai aku urus . Bersiaplah Nyonya Jerry " goda Jerry yang melihat wajah bingung Nayya .


" Menikah ?? "


" Kau tidak mau menikah denganku !? "


Nayya menganggukkan kepalanya , tapi menggeleng kemudian . Dan Jerry hanya tertawa melihatnya , ia membawa tubuh mungil gadisnya ke dalam pelukannya . Dikecupnya lembut kening gadis itu .


" Kak ... "


" Aku tak akan melebihi batasku sayang , walau jujur saja aku ingin menyeretmu ke kamar saat ini juga ! Kau terlalu menggemaskan sayang . Sekarang beristirahatlah , kita akan lanjutkan besok "


" Tapi wanita di kantor itu .... "


" Percayalah padaku ! Maaf jika hal itu menyakitimu . Tapi tidak seperti yang kau pikirkan , kami hanya sebatas sahabat "


" Berjanjilah untuk tidak lagi menyentuh wanita lain jika Kakak benar benar ingin memiliki aku "


" l promise ... aku berjanji sayang "