
" Besok siang kita kedatangan donatur untuk pengembangan sekolah kita "
Sore itu Astika datang ke rumah sederhana Diva untuk menjenguk Gema . Wanita muda itu memang sangat memperhatikan dunia pendidikan . Rencananya dia ingin membuat sekolah gratis untuk kaum tidak mampu .
Dan keberuntungan berpihak padanya ketika seorang pengusaha mendukung niatnya ini . Walau dia hanya berhubungan melalui chat tapi ia yakin pengusaha muda itu benar benar mempunyai niat baik untuk membantu kaum tidak mampu sesuai dengan misinya .
" Ganteng nggak !? Tua ? Muda ? "
" Ckk ... mana aku tahu . Foto profilnya aja balita laki laki gendut umur tiga tahunan gitu sama bayi gendut baru lahir , apa jangan jangan itu foto anak anaknya "
" Berarti udah merid dia ?? "
" Ya masa udah brojol dua gitu belum merid sih "
" Yaaahhh .... " Diva terlihat sedikit kecewa .
" Kamu kenapa ?? "
" Yahh kalau masih jomblo kan bisa sama kamu As !! "
" Kok pikiran kita sama ya , tadinya malah pengen aku kenalin sama kamu . Biar itu Gilang nyaho kamu dapat pengganti yang lebih dari dia "
" Aku nggak pernah kepikiran buat nikah lagi As , yang terpenting buatku sekarang hanya Gema "
Astika menepuk pelan lengan sahabatnya , dia tahu perceraian itu sangat menyakiti Diva dan putranya . Walaupun mereka menikah tanpa cinta tapi harusnya Gilang tetap bertanggung jawab pada Gema karena bagaimanapun anak itu adalah putra kandungnya .
Sayangnya sahabatnya tidak pernah mau menuntut apapun dari mantan suaminya . Diva selalu berusaha tegar dan kuat untuk putranya .
" Tante As ... "
" Hai ganteng , udah sembuh !?? " Astika menghampiri Gilang yang berjalan ke arahnya . Sepertinya anak itu baru saja bangun tidur .
" Alhamdulilah udah nggak sakit lagi kepalanya Tan !! " jawab anak itu .
Walau masih berumur enam tahun tapi Gema adalah anak yang mandiri . Dia tak pernah bermanja manja seperti anak lainnya . Pagi hari ia akan membersihkan rumah ketika sang ibu harus menyetrika ratusan baju .
Diva memang menyediakan jasa setrika baju yang dia kerjakan saat pagi hari sebelum dan sesudah pulang kerja . Dan ia akan mengantar sekaligus mengambil lagi baju baju yang akan ia setrika lagi .
Walau sangat lelah tapi ia mensyukurinya karena hasilnya bisa untuk membeli keperluan sehari hari mereka .
" Sini sayang "
Diva memeriksa suhu tubuh anaknya , dia lega setidaknya badan Gema sudah tidak panas lagi . Mungkin dengan istirahat sebentar kondisinya akan segera pulih dan kembali beraktifitas seperti semula .
" Tetap istirahat dulu ya sayang biar besok udah bisa sekolah "
"'Yeayy ... sekolah !!! "
Di sebuah rumah mewah terlihat suami istri sedang duduk makan siang bersama .
" Mas nanti transfer aku uang lagi ya !? Kemarin aku pesan tas branded sama Bu Puji , teman teman arisan aku juga banyak yang pesan "
" Tapi belum lama sepertinya kau meminta uang untuk hal yang sama ! "
" Itu juga bisa buat investasi sayang , tas branded kan seperti emas yang bisa di jual lagi "
" Berapa aku harus mentransfer ke rekeningmu !? "
" Cuma dua ratus juta "
BRRAAKKKK ....
" Apa !!!!? Kau sudah gila hahh ?? "
Gilang menggebrak meja makan hingga istrinya yang bernama Diana terlonjak kaget . Sudah berkali kali Diana meminta sejumlah uang hanya untuk menuruti gaya hidupnya yang mewah .
" Aku gila kau bilang !?? Aku hanya sedang menjaga nama baikmu Mas !! Kau paling tahu kan kalau semua temanku adalah istri teman temanmu yang juga pengusaha . Ya sudah aku akan batalkan pesanan itu dan jika mereka bertanya maka aku akan menjawab jika suamiku tidak punya uang sebesar itu untuk membelinya "
Dengan tersenyum licik wanita itu melihat ke arah suaminya yang terlihat marah dan sedikit bingung . Tapi ia yakin suaminya tidak akan mau terlihat miskin di depan teman temannya .
" Terserah .... "
Dulu Gilang masih bisa memaklumi , lagipula Diana mungkin perlu barang barang mewah itu untuk menunjukkan eksistensinya sebagai istri dari seorang Gilang Mandala pengusaha sukses yang mempunyai jaringan terbesar restoran di pulau ini .
Tapi lama kelamaan dia merasa lelah untuk menuruti setiap kemauan Diana . Wanita itu seperti tidak ada habisnya meminta dan meminta .
Gilang teringat Diva , istri sah yang dia ceraikan untuk bisa menikah resmi dengan Diana . Ya , dia dan Diana pernah menikah siri karena kedua orang tuanya memaksanya untuk menikahi Diva .
Dia dan Diana tidak sengaja bertemu di sebuah super mall di Jakarta . Waktu itu Diana menolaknya dengan alasan bahwa gadis itu sudah mempunyai seorang pacar .
Tapi Gilang tidak kehabisan akal , setelah menyelidiki semua tentang gadis incarannya ia mulai menjalankan tak tik nya . Gilang mendekati kedua orang tua Diana . Dia manjakan mereka dengan uang berlimpah .
Hingga akhirnya mereka menjodohkan putri mereka padanya . Dan Diana juga akhirnya terlena dengan melihat semua kekayaan yang dia miliki waktu itu . Dengan sukarela gadis itu memberikan dirinya untuk dipersunting walau hanya sebagai seorang istri siri .
Lama kelamaan Diana menginginkan posisi sebagai istri sahnya . Entah bagaimana Gilang mau saja menuruti permintaan Diana untuk menceraikan Diva .
Waktu itu Diana mengatakan Diva diam diam bermain di belakangnya dengan seorang laki laki . Bahkan Diana memberikan foto foto bukti perselingkuhan itu , merasa di khianati dan tertipu akhirnya dia menceraikan wanita yang sudah lima tahun menemaninya .
Gilang tidak pernah sekalipun melihat dua orang yang pernah ada dalam hidupnya itu karena kebencian yang mendalam , dia paling tidak suka jika dibohongi .
~ Jangan lupa like vote n comennya ya sayangkuuhh , kita masih di jalur jodoh Mas Adam dan Bang Dewa ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜˜ðŸ˜˜ðŸ˜˜ ~