Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
166


Jerry terus saja tersenyum ketika melihat sebuah foto yang terpampang di layar ponselnya , gadis yang semalam dia paksa untuk menerima lamarannya .


Dia tidak mau tahu , dia hanya ingin gadis itu menjadi miliknya selamanya . Menjadi ibu dari anak anaknya kelak . Hanya pada gadis itu ia akan menyerahkan hidupnya nanti .


CEKLEKK ...


Pintu kantornya tiba tiba di buka oleh seseorang . Jerry meletakkan ponselnya ketika mengetahui sekretarisnya datang menghampirinya .


" Kau tidak merindukanku ? Beberapa hari ini aku melihat kau menjadi terlalu cuek padaku . Apa kau sudah menemukan mainan baru !? "


Dan sayangnya sekretaris itu juga adalah salah satu wanitanya . Salah satu wanita yang paling dekat dengannya , karena dia dan Jerry hampir seharian selalu bersama .


Selain teman ranjang sekretaris itu adalah tempat Jerry berkeluh kesah selama ini . Selama ini mereka memang sama sama tidak mau terikat satu sama lain . Mereka hanya menjalani hubungan ini suka sama suka .


" Dia calon istriku ... bukan mainan baru !! "


" Sama saja ! Kau hanya sedang mengalami euphoria tentang dia , kau pikir dia segala galanya . Apa dia gadis polos dengan segala kenaifannya ? Kau hanya tertantang untuk menakhlukkan dia sayang "


Sekretaris cantik itu langsung duduk dipangkuan Jerry . Dan pria yang sekarang ada di bawahnya hanya terdiam .


" Kenapa diam , apa aku benar !? "


Wanita itu mulai membawa satu tangan Jerry untuk menelusuri dadanya , dan bibir merah itu dengan nakalnya sudah menelusuri rahang kokoh Jerry .


" I miss you baby ... " sang sekretaris mulai menggigit kecil bibir yang sejak tadi bungkam itu . Wanita itu ingin memancing naluri pria di bawahnya . Satu tangannya pun sudah membawa satu tangan yang lain untuk menelusup ke bawah roknya .


" Touch me please ... " bisiknya pada Jerry yang saat ini sedang memejamkan matanya . Wanita itu yakin Jerry sudah mulai menikmati tubuhnya .


Hubungan ini memang di dasari suka sama suka tapi sepertinya ia tidak rela jika pria yang selama ini bermain dengannya harus terikat pada seorang wanita .


" Turun !!! " Jerry menutup matanya bukan karena menahan nalurinya , tapi menahan emosinya .


" Come on ... "


" Turun aku bilang !!! Aku mohon jangan biarkan aku menjadi bajing*an kembali , jangan biarkan aku berbuat kasar padamu ... kau sahabatku "


" Aku bukan sahabatmu , aku teman ranjangmu !! Aku tidak masalah jika kau ingin menjalin hubungan serius dengan wanita impianmu itu . Jadikan aku yang kedua , hanya kita yang tahu "


" Grace .... jangan begini . Maaf jika aku membuat ini menjadi rumit untukmu . Maaf karena aku menjadi sahabat terbrengsek untukmu . Sudah ya sekarang turun ... sepertinya kau sudah siap menyiksaku dengan tumpukan berkas itu " Jerry benar benar mencoba untuk tidak menyakiti sekretaris yang sekaligus adalah sahabat baginya .


Mereka tertawa ketika melihat berkas berkas yang sudah ada di meja kerja milik Jerry .


" Biarkan begini dulu sebelum aku melepasmu ! Aku hanya akan memelukmu , hanya lima menit saja aku mohon "


" Hei jangan menangis .. nanti mereka di luar akan berpikir aku sudah menganiaya dirimu "


" Kau memang sudah menyiksaku "


Jerry tertawa dan membelai punggung wanita dipangkuannya , berharap wanita bernama Grace itu cepat tenang . Dia tahu mereka bisa menyelesaikan semua ini karena Grace bukan tipe wanita yang akan terus mengejarnya ketika tahu ia sudah mencintai orang lain .


Karena sebenarnya Grace juga sudah punya tunangan , tapi hubungan mereka ada karena adanya perjodohan . Tapi wanita itu tidak suka sifat tunangannya yang terlalu mengatur dirinya , hanya karena lebih kaya Grace harus selalu menuruti kemauan tunangannya .


Dan hanya pada Jerry ia bisa berkeluh kesah , dan entah bagaimana hubungan persahabatan itu malah merambah pada hubungan ranjang .


" Papa .... "


DEGGGHH ... suara itu !!


Grace langsung turun dari pangkuan Jerry ketika mendengar suara seorang anak di depan pintu kantor . Naas dia tadi lupa menutup kembali pintu saat masuk ke ruangan ini .


Sedang Jerry terpaku ketika melihat Cherry dalam gendongan Bumi dan di belakangnya ada Aira yang sedang memeluk gadisnya yang tampak menunduk .


" B ... kalian "


Bumi melangkah masuk setelah memberikan Cherry pada istrinya .


" Sayang kalian tunggu di mobil saja , aku ingin bicara dengan dia dulu " walau Bumi belum tahu tentang keseriusan Jerry pada Nayya tapi dia bisa melihat kesedihan di mata gadis lugu yang sedang di peluk istrinya .


" Nay .. tunggu !!! "


Bumi mencekal kasar lengan Jerry yang sudah ingin berlari menyusul istrinya .


" Biarkan mereka !! Gue ingin bicara sama elo ... " Bumi menarik Jerry untuk duduk di sofa .


" Tapi gue harus bicara sama Nayya !! "


"' Duduk gue bilang !! " suara Bumi mulai meninggi karena Jerry masih berusaha lari keluar ruangan .


" Dan kau !!! Keluar ..... " Bumi menatap tajam wanita yang ia tahu sebagai sekretaris sahabatnya .


Grace langsung keluar , ia tahu benar siapa Bumi Attala Adipraja . Pria kejam itu tak tersentuh oleh siapa pun .


" Ternyata elo belum berubah , tadinya gue kira elo akan serius dengan baby sitter Cherry . Ternyata elo masih saja jadi bajing*n yang mengumbar nafsu "


" Tidak seperti.yang elo lihat B , tadi gue cuma ... "