
Reyhan benar benar mewujudkan niatnya untuk melamar Jasmine kepada John Effendy , dia berniat bertanggung jawab atas perbuatannya walau memang bukan kehendak dirinya . Karena pada kenyataannya dialah yang mengambil mahkota wanita licik itu .
Dan John juga merasa ini jalan paling baik untuk dua putrinya . Walau awalnya menolak keras dengan lamaran Reyhan yang begitu tiba tiba tapi Jasmine akhirnya menyerah karena sang Daddy mengancam akan mengirimnya ke Belanda . Tempat kakek dan neneknya tinggal .
" Kau bahagia ?! " tanya Dewa pada gadis di sampingnya .
Dewa dan Astika sedang berada di warung bakmi di depan apartemen , tempat mereka pertamakali menjadi sepasang kekasih .
Astika menyandarkan kepalanya di lengan pria muda yang menjadi kekasihnya .
" Semua terjadi begitu cepat . Tiba tiba kau menjadi kekasihku , tiba tiba dia pulang setelah sekian lama pergi ... dan sekarang menjadi tunangan adikku . Adik yang paling aku sayangi bisa begitu rupa menyakitiku .... semua seperti roller coaster yang sedang bergerak . Cepat sekali "
" Jika ini terlalu cepat kita bisa undur rencana pernikahan kita . Aku akan memberimu ruang untuk bernafas ... aku tidak mau memaksamu untuk melakukan sesuatu yang bukan dari hatimu "
" Aku tidak ingin mengundur apapun , jangan tinggalkan aku . Aku lelah jika harus menunggu lagi "
Dewa menggenggam erat tangan gadis itu , matanya menatap lurus ke arah suasana jalan yang cukup ramai malam itu .
" Aku akan melakukan apapun agar kamu bahagia "
" Aku percaya hal itu " sahut Astika sambil tersenyum .
" Kapan kau mengenalnya !? "
" Siapa !? " tanya Astika mendengar pertanyaan ambigu dari Dewa .
" Reyhan .. "
" Dia mungkin mengenalku ketika kami masuk sekolah menengah pertama . Tapi sebenarnya kami bertemu jauh sebelumnya . Mungkin usiaku masih tujuh tahun waktu itu , saat pulang sekolah aku berlari menuju mobil jemputan yang ada di seberang jalan . Tanpa sadar ada sepeda motor yang melaju kencang ke arahku ... dan Reyhan menarikku hingga aku jatuh menimpa tubuh kurusnya . Aku selamat dan dia terluka karena aku . Tapi dia pergi begitu saja sebelum aku mengucapkan terima kasih padanya "
" Cerita yang cukup menarik "
" Aku minta Daddy untuk mencarinya bagaimanapun caranya , dan empat tahun kemudian kami bertemu kembali . Daddy sengaja menyekolahkan aku ditempat Reyhan bersekolah . Sejak saat itu dia jadi idolaku ! Dia laki laki yang kuat , dia menghidupi dirinya sendiri saat usianya masih sangat muda . Waktu itu aku berpikir dia sangat hebat !! "
" Itu sebabnya kau tak melarang dia ketika dia ingin pergi ke luar negeri ?? "
" Itu mimpinya , dia ingin menjadi orang yang sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri . Tiga tahun aku menikmati penantianku hingga semakin lama tanpa aku sadari rasa itu semakin hilang "
" Bagaimana jika sebenarnya rasa itu masih ada , rasa itu bersembunyi di sudut hatimu yang tertutupi kekecewaan yang kau simpan untuknya . Kau yang bilang semua ini terlalu cepat kan , rasa kecewamu tidak mungkin hilang secepat ini "
" D ... aku ingin menangis "
" Menangislah , tapi jangan terlalu keras ! Bisa bisa mereka memvideokan dan memviralkan kita sebagai pasangan yang sedang putus cinta "
" Tidak ... "
" Kenapa ?? Aku hanya ingin menangis , kau khawatir aku akan melecehkanmu !? "
Dewa terbahak mendengarnya , seharusnya Astikalah yang seharusnya khawatir jika ia yang bisa lepas kendali .
" Pulanglah jika kau lelah "
" Astiii .... !!! "
Sebelum Astika menanggapi kata kata Dewa suara teriakan seorang wanita membuat mereka kaget . Mereka melihat Adam dan Diva sedang berjalan ke arah mereka .
" Pantes aja tiap malam keluar , mojok ternyata " cibir Adam menepuk pelan bahu bungsu Adipraja itu .
" Jangan seudzon ! Nggak ada yang mojok , duduk ditengah tengah kayak gini "
" Selamat buat kalian berdua ya , aku dengar dari Dewa kalian segera punya baby " kata Astika sambil memeluk sahabatnya .
" Terima kasih , aku juga doakan kalian segera menikah dan punya baby seperti kami . O iya aku dengar Jeje juga akan menikah ? Dengan siapa !? "
Diva memang belum tahu dengan berita kepulangan Reyhan ataupun kisah di baliknya . Adam sengaja tidak bercerita karena berpikir hal itu bukanlah urusannya .
" Reyhan ... " jawab Astika
" Nama yang sama ... dunia kadang terasa kecil . Jeje berjodoh dengan orang yang mempunyai nama yang sama dengannya "
" Mereka orang yang sama ... Reyhan yang sama "
" Apa !!?? Jangan bercanda itu tidak lucu !! Reyhan adalah cinta sejatimu ... " pekik Diva .
" Sayanngg .... " Adam memperingatkan sang istri yang memang mudah sekali terpancing emosi selama masa kehamilannya ini . Perkataan sang istri barusan mungkin akan menyakiti Dewa .
" Ehhh ... maaf ya Wa ! Kakak keceplosan , Kak Diva nggak punya maksud apa apa "
Adam tersenyum pada wanita yang sudah menjadi kakak iparnya itu .
" Nggak apa apa , Dewa juga sudah tahu itu .."
" D ... "