
" Aira Prameswari !! "
Air terlonjak mendengar hanya namanya yang disebut ketika Bumi memanggilnya .
" Mas .. "
Air melangkah mendekati suaminya dengan kepala tertunduk . Nafasnya tercekat ketika tatapan tajam sang suami masih saja mengiringi langkahnya .
" Apa kau sedang membalasku sayang !? "
" Membalas ? "
" Dulu aku pernah menuduhmu mempunyai laki laki lain hanya dengan mendengar cerita dari orang lain . Dan sialnya aku sangat percaya hal itu . Tapi waktu itu kita belum saling mengenal dengan baik "
Air menghela nafas ketika mendengar ada nada kecewa dalam setiap kata suaminya . Tapi tak berniat menyelanya karena ia tahu benar sifat suaminya yang mudah tersulut emosi .
" Tapi kali ini berbeda , kau tahu benar apa isi hatiku , kau tahu benar apa yang kurasakan padamu ! Belum cukupkah kuperlihatkan rasa cintaku untukmu ? Aku bahkan merasa gila jika sehari tak melihatmu "
" Mas ... "
" Jangan sela aku jika aku sedang berbicara ! Apa kau ingin aku juga merasakan sakit yang kau rasakan waktu itu ? Sakitnya dituduh tanpa tahu kesalahanmu , sakitnya dibenci saat kau benar benar menyayangi "
" Bukan begitu Mas ... "
" Kau berhasil sayang !! lni sangat menyakitkan !! Siapa yang sudah menghasutmu hahh ? Deniel atau pengagum mu yang lain ? "
" Bukan Deniel atau siapapun Mas , tak ada yang menghasutku . lni tidak seperti yang kau pikirkan , aku juga tidak pernah menuduhmu . Maaf ... maaf jika kata kataku tadi sudah menyakiti hati Mas "
" Cukup ... "
Bumi bangkit dari sofa dan mengambil jas yang tadi sempat ia lempar .
" Kita pulang !! Pak Slamet yang nanti akan mengantarmu ke toko karena sebentar lagi aku ada pertemuan dengan Adam "
" Tapi kita belum ... "
" Tak ada lagi yang harus kita bicarakan , cukup " Bumi tidak ingin lagi meneruskan pembicaraan ini karena takut lepas kendali . Dia tidak ingin kembali menyakiti istrinya .
Air menghela nafasnya dan dia mengikuti langkah lebar suaminya untuk meninggalkan kamar hotel itu . Saat di lift pun suaminya diam seribu bahasa , Air bisa melihat kekecewaan yang terpancar dari netra hitamnya .
Sungguh ia benar benar tak bermaksud menyinggung sang suami . Sebenarnya tadi ia ingin membahas tentang pesan pesan yang sering masuk ke ponselnya .
Dia merasa bersalah , tak seharusnya ia mengawali pembicaraan dengan kata kata yang menyinggung suaminya .
Tak seharusnya ia mengatakan hal hal yang membuat sang suami berpikir jika dia sedang mencurigai bahwa dia sedang selingkuh di belakangnya . Tapi sungguh bukan itu maksudnya .
Satu tetes air mata tak terasa mengalir di pipinya ketika ia sudah ada di dalam mobil yang menjemputnya . Dia merasa terbuang kembali saat ini , walau tahu Bumi benar benar sedang ada meeting dengan sekretaris pribadinya .
Tapi inilah lika liku berumah tangga , siap tidak siap Air harus berani menghadapinya . Air mengerti Bumi juga butuh waktu untuk berpikir , ia yakin kekuatan cinta akan kembali menyatukan mereka .
Lain halnya dengan Bumi yang masih dikuasai emosinya . Bumi marah pada dirinya sendiri , dia meninggalkan sang istri dalam keadaan seperti ini .
Bumi marah karena ternyata masih saja belum bisa mengendalikan emosinya . Berkali kali ia memukul setir untuk menyalurkan kemarahannya .
Dan di perusahaan Adam urung uringan karena meeting yang tinggal sebentar lagi harus di undur . Padahal meeting kali ini adalah meeting dengan klien yang cukup penting .
Bumi melesatkan mobilnya ke showroom milik Jerry . Kali ini dia ingin berbicara dengan sahabatnya itu .
" Tumben kesini , kirain udah nggak inget temen setelah ketemu bidadari " kata Jerry yang melihat Bumi memasuki ruang kantornya .
Bumi tidak menjawab sepatah katapun , ia hanya merebahkan tubuhnya di sofa yang terdapat di ruangan itu .
" Nggak kerja elo ? Malah molor di kantor gue , jangan jangan lagi marah karena nggak dikasih jatah "
" Berisik .. diem elo !! "
" Udah cepet ngomong elo kenapa ? Gue tahu banget kalau lagi begini elo pasti lagi marah sama orang . Narra bikin ulah lagi !? "
Bumi tak menjawab , tapi ia kemudian duduk bersandar di sofa itu . Sejenak ia mengatur nafasnya sebelum sharing dengan Jerry .
" Apa salah satu wanitamu pernah mencurigaimu berselingkuh !? "
" Ralat tuan Bumi yang terhormat !!! Aku hanya punya satu wanita , jika aku sedang bersama yang lain itu berarti mereka hanya selingan "
" What ever .. " decak Bumi kesal .
" Sekarang aku yang bertanya padamu . Kenapa waktu itu kau sangat marah ketika kau menganggap istrimu punya laki laki lain ? Padahal waktu itu kau hanya mendengar ceritaku tanpa mengetahui kebenarannya "
" Kau sendiri yang bilang kan , kau tidak suka jika dia tersenyum atau bahkan menyebut nama pria lain selain dirimu . Kau tahu sebabnya ? "
Bumi hanya diam , saat ini otaknya tak bisa bekerja dengan benar . Pikirannya sudah buntu karena sangat merindukan istrinya . Ada sesal karena sudah membuat istrinya bersedih . Tapi dia merasa sangat kecewa ketika mengingat kata kata istrinya .
" Heii pertanyaanku butuh jawaban tuan .. Kau tahu kenapa kau marah ketika mendengar dia bersama laki laki lain ?? "
Masih saja tak ada jawaban yang keluar dari mulut sahabatnya itu .
" Karena kau cemburu !!! Kau tahu apa artinya jika kau sudah merasakan cemburu di hatimu ?? "
" Karena kau sudah jatuh cinta padanya !! Dari awal kau sudah jatuh dalam pesona istrimu . Kau mencintainya bahkan dari pandangan pertama !! Hatimu tahu bahwa dia perempuan yang baik "
" Jadi ... "
" Jika dia cemburu berarti itu adalah salah satu bukti cintanya padamu !!! Kurasa Air bukan orang bodoh sepertimu , yang hanya percaya omongan orang yang belum jelas kebenarannya "
" Tapi dia tadi ... "
" Jangan ulangi lagi kebodohanmu !! Dia sangat mencintaimu , dia hanya ingin menjadi satu satunya untukmu . Semua wanita akan mengatakan itu , bodoh !! "
Benar kata Jerry , tadi Air hanya bilang bahwa dia ingin hanya dirinya satu satunya yang ada dihatinya .
" Ya Tuhan ... sayang "
Jerry hanya geleng geleng kepala melihat sahabatnya yang sudah berlari keluar ruangannya . la tak menyangka Bumi masih saja bodoh dan mengedepankan egonya .