
" Wa mau ikut Kakak nggak !? " teriak Adam pada Dewa sambil menuntun motor matic keluar garasi .
Sore itu adalah sore yang cerah , weekend kali ini Adam ingin jalan jalan sore menggunakan motor yang ada di garasinya . Walaupun keluaran lama tapi kondisi motornya masih bagus karena benar benar dirawat oleh penjaga mansion .
" Kak Adam sendiri aja dehh !! Dewa mau benerin mobil dulu , tadi pagi mogok pas Dewa mau pakai "
" Ckk ... itu mobil seabreg abreg buat kamu semua Wa !! Kenapa harus milih yang butut kaya gitu sih !? Lagian itu kan mobil inventarisnya Mang Suta supir kamu " Adam menunjuk jejeran mobil mewah yang ada di garasi mansion .
" Mang Suta nggak mau pakai , katanya lebih enak pakai motor lebih cepet nyampai kesininya "
" Hishh anak itu "
Adam sungguh menikmati sore yang cerah itu , dia sengaja melewati jalan jalan pedesaan yang di kanan kirinya terhampar sawah hijau yang memanjakan matanya .
Puas melihat pemandangan alam sekitar Adam berhenti ketika melihat anak anak yang bermain bola di sebuah lapangan . Dia seperti sedang diingatkan dengan masa kecilnya yang juga menyukai permainan itu .
Kesibukan mengurus perusahaan membuatnya tidak sempat menyalurkan hobi olahraganya itu . Setelah menaruh motornya di pinggir Adam mencoba masuk diantara anak anak itu .
" Boleh Om gabung main sama kalian ?? Habis main Om traktir es krim dehh .... " bujuk Adam pada anak anak yang sedang melihatnya dengan tatapan aneh .
" Om penculik ya ??? " tanya salah satu anak itu karena logat bahasa Adam berbeda dengan mereka .
" Mau culik kalian sebanyak ini Om yang rugi , pasti jajan kalian banyak " jawab Adam sambil tertawa .
Karena merasa Adam bilang orang yang jahat anak anak itu mulai mulai bisa bermain dengan pria itu . Walaupun tanpa menggunakan sepatu bola dan hanya menggunakan bola dari plastik tapi tak mengurangi keseruan permainan itu .
Adam tertawa lepas dengan anak anak itu , penatnya selama seminggu bekerja keras hilang seketika . Setelah selesai bermain mereka semua berbaring di rerumputan untuk melepas lelah .
Sesuai janji Adam menyetop penjual es krim keliling yang kebetulan lewat .
" Bli saya beli semua es krimnya untuk anak anak ini "
" Yang bener ini ?? Terimakasih ... "
Penjual itu tampak senang karena satu box besar es krimnya terjual semua .
Adam tertarik pada salah seorang anak yang tidak ikut berebut es krim , anak itu masih tenang duduk di rerumputan . Sepertinya dia membawa botol air minum sendiri .
" Hai ... kau tidak suka es krim ?? Siapa namamu !? "
" Nama saya Gema . Saya habis sakit , belum boleh minum yang dingin dingin dulu sama ibu ! "
" Surga masih ada di kaki ibu saya " jawab Gema enteng .
Tapi jawaban singkat itu mampu menampar laki laki dewasa yang duduk di sebelahnya . Baru saja dia mengajari seorang anak untuk berbohong .
" Kau menyayangi ibumu ? "
" Om sayang sama ibu Om !? "
Adam tersenyum anak yang baru berumur tujuh tahunan itu ternyata cukup pintar . Anak itu menjawab pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan .
Karena hari sudah sore Adam maupun anak anak segera bubar untuk pulang ke rumah masing masing .
" Gema ikut Om saja , katanya habis sakit kan ? Capek kalau jalan "
" Nggak usah Om terimakasih , udah biasa kalau jalan jauh "
" Udah ayo , lagian kamu nggak bakal bisa kejar teman teman kamu yang udah pada lari duluan " Adam menunjuk anak anak yang sudah berlari jauh dari lapangan .
" Ya udah deh Gema ikut Om "
Akhirnya anak laki laki itu diantar pulang oleh Adam . Dahi Adam sedikit berkerut ketika anak itu menunjuk jalan yang tampaknya tak asing untuknya .
" Itu rumah Gema Om " anak itu menunjuk sebuah rumah sederhana bercat putih di depannya .
" Gemaaa !!! "
Suara seorang wanita mengagetkan mereka berdua , wanita itu terlihat berjalan tergesa ke arah mereka .
" Sudah ibu bilang jangan main dulu kan , kamu kan baru saja sembuh "
Perkataannya terhenti seketika ketika melihat seseorang yang berdiri di belakang putranya .
" Kau !!? "
Adam pun tak kalah terkejutnya ketika melihat wanita itu .
" Kita bertemu lagi ... "