
Paginya Bumi bermain dengan Janu di ruang tengah sambil menunggu Air yAng sedang membuat sarapan .
" Mas sarapan dulu gih , udah siang ! Sini Janu main sama Mama ya biar papanya maem dulu " Air ingin mengambil alih putranya dari tangan Bumi , tapi ditepis lembut oleh suaminya .
" Kamu makan saja duluan , aku mau mandiin Janu dulu . Dede udah bau asem banget " walau sudah berkata asem tapi tetap saja Bumi menciumi ketiak anaknya hingga bayi gembul itu tertawa terbahak .
Bumi sengaja menyuruh istrinya untuk sarapan terlebih dahulu , karena jika tidak pasti Air akan berangkat ke toko dengan perut kosong . Karena sang istri selalu ingin melakukan apa saja dengan cepat .
Bumi juga sudah menyediakan supir untuk mengantar kemanapun Air pergi , karena dirinya tidak bisa setiap waktu menemani sang istri karena kesibukannya .
" Emang Mas bisa mandiin Dede? "
" Mandi doang spa susahnya sih ? Yuk de main air sama papa ! "
" Tapi Mas , nanti bajunya basah lohh !! Udah rapi gitu " kata Air karena Bumi sudah mengenakan setelan kerjanya .
" Udahh sana makan duluan ... " Bumi menggendong Janu ke lantai atas karena ia ingin memandikan putranya di kamar mandi yang ada di kamarnya .
Air segera makan sarapannya , walau Bumi sudah sering bersama Janu tapi ia masih sangsi apakah laki laki halalnya itu bisa memandikan putranya . Setelah selesai dan menyiapkan sarapan untuk suaminya Air segera menyusul ke atas .
Sudah dua puluh menit jika dihitung dari ia sarapan , seharusnya mereka sudah selesai . Tapi Air masih mendengar suara tawa dari arah kamar mandi .
Betapa terkejutnya dia ketika melihat pakaian suaminya yang teronggok di bawah bath up . Suaminya malah ikut main Air di bath up bersama putranya !
" Ya Allah Maasss ... !! " pekiknya kesal .
" Apa sih sayang ... mau ikut main sama kita ? Asyik ya De , kita lagi berburu bebek " Bumi ikut memainkan bebek kecil berwarna kuning yang biasa dipakai bermain oleh Janu jika mandi .
" Udah siang banget ini ! Mas belom sarapan ini malah ikut mandi lagi ... terus itu jam tangan kenapa ikut direndam di air sih " Air segera mengambil jam tangan R*lex yang dimainkan putranya dan hasilnya tentu saja putranya menjerit histeris .
" Sayang biarin ... "
" Mahal ini Mas , mati ntar " sahutnya sambil membopong Janu keluar dari bath up .
" Anti air itu sayang , lagian di laci masih banyak "
" Hisshhh .. " Air berdecak sebal . Dia tidak suka jika Bumi terlalu memanjakan putranya .
Janu merengek pada papanya , tangannya terulur seakan meminta pertolongan pada sang papa agar membawanya kembali bermain air .
" Udah kelamaan mandinya De , nanti masuk angin . Mas juga !! Kenapa ikut nyemplung segala sih ??! " omel Air sambil mengelap tubuh gembul putranya .
" Lho kok salahin Mas sih , Dede yang tadi bikin basah Papa ya ! Ya udah Papanya ikut mandi sekalian ! Sayang ... habis ini mandi bareng yuk "
" Cubit nih ya !! " ancam Air yang melihat tubuh polos suaminya yang sudah ada di belakangnya .
Dia tahu jika dibiarkan Bumi pasti akan melakukan hal hal di luar nalarnya , mungkin suami mesumnya akan kembali membuatnya basah pagi ini .
Bumi mengambil ponselnya yang tergeletak di meja ketika ada panggilan masuk .
" Siapa Mas , pagi pagi begini "
" Papa yang telpon ... Dede sama Mama dulu ya . Papa angkat telpon sebentar " Bumi memberikan bayi gembul itu pada istrinya .
" Ya Pah ... "
" Kau sudah ke kantor ? "
" Belum Pah tadi Janu nggak mau ditinggal . Ada apa pagi pagi begini Papah telpon ? "
" Papah ingin bicara sebentar denganmu , nanti bawa sekalian cucu Papa kesini "
' Ya sudah nanti Bumi ke rumah '
Setelah itu dia menutup sambungan telponnya dan kembali menuju anak dan istrinya .
' Kenapa Papah ? "
" Papa pengen bicara sama Mas , nanti sekalian Janu kita bawa kesana . Mama kangen banget katanya "
Setelah menyelesaikan sarapannya mereka langsung menuju kediaman Adipraja . Betapa senangnya dua parubaya itu ketika melihat cucu mereka .
Alfian .. terutama Rita menciumi pipi Janu sampai bayi itu merengek . Dia tak mau lepas dari rengkuhan Bumi . Sepertinya Janu masih enggan di gendong oleh opa dan omanya .
" Janu kenapa sama Papa terus sih , ini Oma sayang " Rita terus saja berusaha mengambil Janu dari putranya .
" Mahh .. jangan dipaksa dong kalau nggak mau . Nangis ntar !! " kata Bumi sambil membawa putranya berjalan mengikuti papanya ke ruang kerja .
" Sini Mas .... "
Air yang tahu suaminya ingin bicara dengan mertuanya mengambil alih Janu .
" Biar Janu sama Mamah kalau kamu ingin ke toko "
" lya Mahh "
" Apa dia sudah berubah !? "
" Maksud Mamah suami Air ? "
" Siapa lagi kalau bukan dia , apa dia menyakiti kalian lagi !? "
" Putra Mamah amat sangat mencintai kami , Mas Bumi melakukan apa saja agar kami bahagia . Terima kasih sudah memberikan putra Mamah pada Air "
" Sama sama sayang , terima kasih juga kamu sudah mau dan mampu bertahan disisinya "