
Dewa mondar mandir di depan kamar UGD , sedang Bumi tetap merengkuh tubuh sang istri yang kembali menangis . Aira bangun saat para dokter datang tadi .
" Mas .. Dede gimana !? "
" Kita berdoa saja , dokter sedang melakukan yang terbaik "
Tak berapa lama satu persatu dokter dan perawat keluar dari ruangan itu . Salah satu dokter menghampiri mereka .
" Keluarga Janu ? "
" Kami orang tuanya Dok " jawab Bumi mendekat pada dokter itu dengan tetap merengkuh tubuh istrinya .
Dia benar benar menyiapkan dirinya untuk semua kemungkinan karena ia yang tadi membawa tubuh kecil dengan kondisi yang baginya mengerikan .
Tubuh Janu sudah pucat , dan bahkan bayi gembul itu sudah tidak mampu untuk mengeluarkan suaranya . Dia hanya mengatakan Janu akan baik baik saja agar semua orang tidak berputus asa . Bumi ingin semua orang berpikir positif sambil mendoakan kesembuhan putranya .
" Putra anda sangat kuat , bahkan tadi kami semua sempat angkat tangan dengan kondisinya yang terlalu banyak mengeluarkan darah . Tapi dia bisa melewati semua ini , doa kalian terkabul ! Putra anda sudah melewati masa kritisnya . Dan dia akan segera dipindah ke kamar rawat setelah kami lakukan pemeriksaan terlebih dahulu "
Bumi luruh di lantai , ia mengucapkan sujud syukur pada Sang Pencipta yang kembali mempercayainya untuk mengasuh putranya . Begitupun dengan Dewa yang jatuh lunglai bersandarkan dinding , sudut matanya sudah berair . Pria muda itu tak mampu membendung air mata kebahagiaannya .
" Terimakasih Ya Allah . Sayang ... Janu kembali , Dede sembuh ! "
" Mas ... " Air memeluk suaminya erat , ia pun juga tak bisa lagi membendung air mata kebahagiaannya .
Ketika sedang menunggu dokter memeriksa ulang Janu , Dewa tampak menerima telpon dari seseorang .
" Siapa Wa ?! " tanya Air pada adiknya .
" Kak Deniel dan Kak Varo , mereka minta maaf nggak bisa ikut jagain Janu karena mereka saat ini ada di Beijing . Tadi Dewa juga sudah telpon Om sama Tante , ibu juga sudah dikabarin "
" Beijing !? "
" Kak Deniel mau menikah di sana , kabarnya sih juga mau boyong dokter Vallery tinggal disana " lanjut Dewa .
" Bocah tengil itu ternyata putra pengusaha terkenal , yang kemarin sempat makan malam sama Papa . Barnett Brown " jelas Bumi yang di jawab anggukan oleh istrinya yang saat ini duduk disampingnya .
" Dedek kok nggak keluar keluar sih Mas ? "
Setelah beberapa rangkaian pemeriksaan selesai Janu kemudian di bawa ke ruang rawat . Dan dokter membatasi orang yang menunggu Janu di kamar rawat tersebut .
Untuk sementara hanya kedua orang tua Janu yang boleh masuk dan menunggu bayi itu . Dokter hanya ingin menjaga suasana kondusif untuk pasien karena kondisi tubuh Janu masih terlalu lemah .
" Dewa jaga di luar saja Mas , nggak apa apa " Dewa menunjuk kursi panjang yang ada di depan kamar .
" Tolong nurut sama Mas , besok pagi kamu bisa kesini lagi nemenin Janu . Tapi sekarang kamu pulang dulu . Mas sama Embakmu nggak mau kamu malah jadi sakit ! Ada supir yang nanti akan nganter kamu pulang " bujuk Bumi pada Dewa yang berkeras untuk terus menunggu keponakannya .
" Ya sudah , tapi kalian harus berjanji kabari Dewa jika ada apa apa "
" Pasti "
*
Air merasa tersayat hatinya melihat putranya yang masih terlelap di box bayi dengan masih terpasang berbagai alat di tubuhnya . Jika pun dirinya mampu maka dia akan mengambil semua kesakitan yang dirasakan putranya .
" Heii ... jangan nangis lagi sayang , kita tidak boleh menangis di depan Janu . Jika dia saja bisa kuat menghadapi semuanya kenapa malah kita menunjukkan kelemahan kita !? Yang kuat ya , Mas ada bersama kamu "
Air hanya mengangguk dan menghapus air matanya .
" Tadi aku sempat berpikir Dede .. "
" Sssstttttt ... sudah berlalu "
" Tapi aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa dia "
" Terlebih aku , kalian adalah alasan aku untuk hidup . Kamu juga harus ingat disini juga ada putra kita " Bumi mengelus lembut perut istrinya .
" Dede cepat sembuh ya , nanti kita sama sama jagain Mama dan adek "
Dan tak mereka sangka bayi gembul yang tadi mereka kira masih terlelap sedang melihat kearah mereka dan tersenyum lemah .
" Mammaahhh ... "