
" Mas ... "'
" Ya sayang ... "
Bumi merengkuh tubuh istrinya yang masih sibuk menyiapkan makan malam mereka .
" Kok Dede belom pulang pulang ya , masa sih arisan sampai malam begini " ujar Air , dia mengira Janu akan dikembalikan siang tadi tapi sampai ia pulang ke apartemen putranya belum juga pulang .
" Tadi sih papa sempat telpon ke Mas , Dede kayanya mau di bawa nginep di rumah . Besok mau di bawa ke kantor sama Papah , mau dikenalin ke perusahaan sebagai cucu satu satunya Adipraja "
" Aku takutnya Janu rewel di sana , dia kan nggak pernah jauh dari aku "
Bumi mengusap lembut lengan istrinya agar sedikit lebih tenang walau diapun sebenarnya sedikit khawatir jika putranya tidak betah di kediaman Adipraja .
" Ya udah aku chat papa saja , kalau Dede rewel langsung kita jemput "
" He em "
Bumi mengambil ponselnya yang tadi sempat ia letakkan di atas meja makan .
Me : Pah Dede rewel nggak ?
Papa : Jangan khawatir dia anteng banget . dari siang nggak bosen bosen gebukin opanya . Papa yakin dia akan jadi Adipraja yang kuat !!
Me : Masih kecil Pah ! Besok jadi dibawa ke kantor ?
Papa : Jadi , bawa Air sekalian untuk dikenalkan sebagai istrimu .
Me. : Siap kapten !!
" Kata Papah Dede baik baik saja kok ! Sayang .. besok kamu ikut Mas sebentar ke kantor ya "
" lya , Air juga sudah kangen banget sama Dede . Seharian nggak bisa cium dia "
" Sini cium aku aja , gantengnya sama kaya Janu !! "
" Ckk .. nggak jadi makan nanti kalau aku cium kamu Mas " gerutu Air yang di iringi tawa suaminya .
" Papa ingin mengenalkan kalian sebagai bagian dari keluarga Adipraja , sebagai anak dan istriku ! Kemarin mama juga sempat menanyakan kapan resepsi pernikahan kita . Maaf karena aku kita jadi sangat telat mengadakan resepsi kita "
" Bukan aku tidak ingin mengadakan acara itu , tapi bagiku cukup dengan akad kita . Dan jika itu untuk kepentingan perusahaan maka kita bisa mengumumkan pernikahan kita di dalam perusahaan Adipraja "
Air membawa piring piring berisi masakannya , tak lupa ia juga menyiapkan sebotol air putih untuk suaminya . Air melayani dengan baik saat suaminya makan , sesekali mereka menyisipkan cerita tentang keseharian mereka dalam bekerja .
" Udah Mas , biar aku yang beresin . Tadi katanya Mas mau ngecek email dari Adam . Nanti aku antar kopinya ke atas "
Air sedikit demi sedikit sudah mulai hafal dengan kebiasaan suaminya yang suka minum kopi untuk menemaninya diruang kerja . Satu sendok kopi dengan hanya setengah sendok gula , itu takaran yang diajarkan oleh mama Rita .
" Nggak apa apa , kamu sudah capek capek masak tadi . Sekarang giliran aku yang beresin mejanya "
Air hanya tersenyum , sungguh ia merasakan perubahan besar pada suaminya . Bumi menjadi pria yang sangat perhatian , bahkan dia tak sungkan menunjukkan rasa cintanya di setiap saat .
Rasanya baru kemarin ia mendapat perlakuan sinis dari suaminya , dan ternyata kini ia menjadi wanita yang merasa sangat di cintai dan dihargai sebagai seorang istri .
Air meletakkan kopi di meja sofa ketika melihat Bumi sedang berbicara di depan laptopnya , sepertinya dia sedang membahas masalah pekerjaan dengan beberapa orang . Air bisa tahu dengan terdengarnya tiga suara berbeda dari dalam laptop suaminya .
Bumi menggerakkan tangannya seakan meminta istrinya untuk tetap ada di ruangan itu dan Air menurutinya . Bosan menunggu kemudian Air berjalan menuju sebuah rak buku yang terletak di samping meja kerja suaminya .
Air penasaran buku apa saja yang terdapat di rak itu . Tapi nyatanya semua buku itu berisi tentang bisnis atau biografi tokoh tokoh ternama .Tak ada buku resep masakan di sana .
" Mas ... udah selesai ? " kata Air lembut ketika merasakan dua tangan Bumi sudah melingkar di perutnya . Bumi sudah mulai melancarkan aksinya dengan menjilat dan menggigit lembut telinganya.
" Belum sih ... "
" Terus kenapa enggak dilanjutin meetingnya ? Kasihan tadi rekan Mas kalau meeting dihentikan tiba tiba begini "
" Siapa suruh berkeliaran , kan tadi udah Mas bilang duduk saja di sofa . Malah sampai kesini sini "
" Aku cuma ambil satu buku tadi , bosen kalau hanya duduk nungguin kamu "
" Tapi kamu sudah menggangguku sayang , kau sudah membuyarkan seluruh konsentrasiku "
" Maksudnya !? "
Air tidak mengerti , ia merasa saat ini ia berpakaian biasa saja . Piyama panjang yang ia kenakan jauh dari kata seksi . la juga sama sekali tidak menggunakan make up untuk memoles wajahnya .
" Kau seksi jika sedang membaca sayang !! "
" Maasss .. !! " Air mencubit gemas lengan suaminya , mungkin hanya Bumi yang melihat wanita yang sedang membaca itu seksi .
Bumi membawa tubuh sang istri menuju sofa bed yang tak jauh dari meja kerjanya . Nafasnya sudah memburu dengan dua tangan yang sibuk melucuti pakaian istrinya .
Air tahu mungkin malam ini ia akan begadang lagi untuk meladeni suaminya .