Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
77


" Mas ... "'


" Ya sayang ... "


Bumi merengkuh tubuh istrinya yang masih sibuk menyiapkan makan malam mereka .


" Kok Dede belom pulang pulang ya , masa sih arisan sampai malam begini " ujar Air , dia mengira Janu akan dikembalikan siang tadi tapi sampai ia pulang ke apartemen putranya belum juga pulang .


" Tadi sih papa sempat telpon ke Mas , Dede kayanya mau di bawa nginep di rumah . Besok mau di bawa ke kantor sama Papah , mau dikenalin ke perusahaan sebagai cucu satu satunya Adipraja "


" Aku takutnya Janu rewel di sana , dia kan nggak pernah jauh dari aku "


Bumi mengusap lembut lengan istrinya agar sedikit lebih tenang walau diapun sebenarnya sedikit khawatir jika putranya tidak betah di kediaman Adipraja .


" Ya udah aku chat papa saja , kalau Dede rewel langsung kita jemput "


" He em "


Bumi mengambil ponselnya yang tadi sempat ia letakkan di atas meja makan .


Me : Pah Dede rewel nggak ?


Papa : Jangan khawatir dia anteng banget . dari siang nggak bosen bosen gebukin opanya . Papa yakin dia akan jadi Adipraja yang kuat !!


Me : Masih kecil Pah ! Besok jadi dibawa ke kantor ?


Papa : Jadi , bawa Air sekalian untuk dikenalkan sebagai istrimu .


Me. : Siap kapten !!


" Kata Papah Dede baik baik saja kok ! Sayang .. besok kamu ikut Mas sebentar ke kantor ya "


" lya , Air juga sudah kangen banget sama Dede . Seharian nggak bisa cium dia "


" Sini cium aku aja , gantengnya sama kaya Janu !! "


" Ckk .. nggak jadi makan nanti kalau aku cium kamu Mas " gerutu Air yang di iringi tawa suaminya .


" Papa ingin mengenalkan kalian sebagai bagian dari keluarga Adipraja , sebagai anak dan istriku ! Kemarin mama juga sempat menanyakan kapan resepsi pernikahan kita . Maaf karena aku kita jadi sangat telat mengadakan resepsi kita "


" Bukan aku tidak ingin mengadakan acara itu , tapi bagiku cukup dengan akad kita . Dan jika itu untuk kepentingan perusahaan maka kita bisa mengumumkan pernikahan kita di dalam perusahaan Adipraja "


Air membawa piring piring berisi masakannya , tak lupa ia juga menyiapkan sebotol air putih untuk suaminya . Air melayani dengan baik saat suaminya makan , sesekali mereka menyisipkan cerita tentang keseharian mereka dalam bekerja .


" Udah Mas , biar aku yang beresin . Tadi katanya Mas mau ngecek email dari Adam . Nanti aku antar kopinya ke atas "


Air sedikit demi sedikit sudah mulai hafal dengan kebiasaan suaminya yang suka minum kopi untuk menemaninya diruang kerja . Satu sendok kopi dengan hanya setengah sendok gula , itu takaran yang diajarkan oleh mama Rita .


" Nggak apa apa , kamu sudah capek capek masak tadi . Sekarang giliran aku yang beresin mejanya "


Air hanya tersenyum , sungguh ia merasakan perubahan besar pada suaminya . Bumi menjadi pria yang sangat perhatian , bahkan dia tak sungkan menunjukkan rasa cintanya di setiap saat .


Rasanya baru kemarin ia mendapat perlakuan sinis dari suaminya , dan ternyata kini ia menjadi wanita yang merasa sangat di cintai dan dihargai sebagai seorang istri .


Air meletakkan kopi di meja sofa ketika melihat Bumi sedang berbicara di depan laptopnya , sepertinya dia sedang membahas masalah pekerjaan dengan beberapa orang . Air bisa tahu dengan terdengarnya tiga suara berbeda dari dalam laptop suaminya .


Bumi menggerakkan tangannya seakan meminta istrinya untuk tetap ada di ruangan itu dan Air menurutinya . Bosan menunggu kemudian Air berjalan menuju sebuah rak buku yang terletak di samping meja kerja suaminya .


Air penasaran buku apa saja yang terdapat di rak itu . Tapi nyatanya semua buku itu berisi tentang bisnis atau biografi tokoh tokoh ternama .Tak ada buku resep masakan di sana .


" Mas ... udah selesai ? " kata Air lembut ketika merasakan dua tangan Bumi sudah melingkar di perutnya . Bumi sudah mulai melancarkan aksinya dengan menjilat dan menggigit lembut telinganya.


" Belum sih ... "


" Terus kenapa enggak dilanjutin meetingnya ? Kasihan tadi rekan Mas kalau meeting dihentikan tiba tiba begini "


" Siapa suruh berkeliaran , kan tadi udah Mas bilang duduk saja di sofa . Malah sampai kesini sini "


" Aku cuma ambil satu buku tadi , bosen kalau hanya duduk nungguin kamu "


" Tapi kamu sudah menggangguku sayang , kau sudah membuyarkan seluruh konsentrasiku "


" Maksudnya !? "


Air tidak mengerti , ia merasa saat ini ia berpakaian biasa saja . Piyama panjang yang ia kenakan jauh dari kata seksi . la juga sama sekali tidak menggunakan make up untuk memoles wajahnya .


" Kau seksi jika sedang membaca sayang !! "


" Maasss .. !! " Air mencubit gemas lengan suaminya , mungkin hanya Bumi yang melihat wanita yang sedang membaca itu seksi .


Bumi membawa tubuh sang istri menuju sofa bed yang tak jauh dari meja kerjanya . Nafasnya sudah memburu dengan dua tangan yang sibuk melucuti pakaian istrinya .


Air tahu mungkin malam ini ia akan begadang lagi untuk meladeni suaminya .