Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
179


" Eughhhh .. sayang "


Bumi yang sedang bersandar di kepala ranjang sedang menciumi punggung sang istri yang bergerak diatasnya . Dua tangannya berada di pinggang sang istri untuk membantu gerakan ini hamil itu .


Sedang Air yang bergerak dengan memunggungi suaminya terlihat sangat menikmatinya . Suara suara indahnya terdengar memenuhi kamar dan membuat Bumi menggila merasakan sensasinya .


Bumi semakin tergila gila kepada sang istri yang kini bertubuh padat berisi . Dia merasa Aira semakin bertambah seksi dengan pipi chubby dan perutnya yang semakin membesar .


" Akkkhhhh ... faster sayang "


" Nggak bisa Mas .... euuughhhh... susah "


Sejak perutnya yang semakin membesar gerakannya memang sangat terbatas , tapi tidak menyurutkan gairah Bumi pada istrinya . Gaya gaya baru seperti yang mereka lakukan saat ini malah membuat Bumi tambah bersemangat .


" Massss ... "


Air semakin menekan kuat kedua tangan Bumi yang berada di pinggangnya .


" Sama sama sayang .... "


Bumi semakin menekan bagian bawahnya ketika merasa akan sampai pada puncaknya dan tubuh mereka bergetar bersamaan merasakan begitu besarnya gelombang cinta yang dirasakan .


Dan akhirnya Air terkulai dalam pelukan suaminya . Bumi menghadiahkan bertubi tubi ciuman di pipi dan perut sang istri sambil membisikkan kata cintanya .


" Sayang ... "


Bumi hanya tersenyum ketika melihat Air dengan mudahnya tertidur dalam pelukannya dengan tubuh yang masih polos . Padahal baru saja ia berniat untuk memandikan sang istri .


Sampai akhirnya matanya tertuju pada ponselnya yang terus terusan berdering . Dahinya berkerut ketika melihat nama yang tertera di ponselnya .


" Gerard ... Mau ngapain malam malam begini telpon "


Gerard adalah salah satu tetangga yang tinggal.di samping apartemen Jerry . Bumi mengenalnya karena Gerard sering bermain di rumah Jerry .


Diangkatnya panggilan telpon itu setelah melangkah menjauh agar tidak mengganggu istirahat istrinya .


" B .. tadi aku temukan Jerry pingsan di depan pintu unit apartemennya . Tapi udah gue bawa di rumah sakit yang paling dekat sama apartemen kita "


" Ok gue kesana sekarang ... thanks elo udah nolong dia "


Setelah menutup telpon Bumi segera membersihkan diri dan bersiap menuju rumah sakit . Tapi langkahnya terhenti ketika ia mengingat sesuatu .


" Ya Tuhan ... rumah sakit terdekat !! Berarti itu rumah sakit tempat Seno di rawat . Mati gue kalau sampai Air tau . Nyusahin aja sih itu anak !! "


Bumi segera menghubungi Adam karena yakin pria itu masih berada di sana malam ini . Bumi tahu Adam selalu menjaga Seno dan Nayya setiap malamnya .


" Halo Dam , tadi Gerard telpon kalau Jerry pingsan di depan apartemen . Katanya di bawa kesitu soalnya rumah sakit itu yang paling dekat . Haishhh ... kayanya sebentar lagi gue bakal di usir dari rumah kalau bini gue tahu Jerry ada di sana "


" Ckk ... Casanova mental apem dasar !! Ditinggal dua minggu saja udah setengah mati " cibir Adam yang langsung menutup panggilannya .


Sudah sejak kehilangan Narra hidup Jerry tidak karu karuan . Dia menjadi workalholic dan selalu lupa makan . Berkali kali Grace mengantar bosnya ke dokter karena perut Jerry bermasalah .


Bumi urung pergi karena ada Adam di sana dan yang pasti bisa mengurus semuanya . Sepertinya dia harus menyiapkan dirinya untuk mendapat ' petuah ' lagi dari sang istri saat nanti tahu bahwa Jerry juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan adik kekasihnya .


*


Sementara Adam memijit kepalanya ketika tahu Jerry di rawat tepat di sebelah kamar milik Seno . Tentu saja Gerard akan menempatkan Jerry disana karena kamar itu salah satu kamar terbaik di rumah sakit ini .


" Ada apa Kak , kenapa tadi kakak bilang sudah waktunya aku bertemu dengan Kak Jerry !? "


" Karena dia ada dekat denganmu saat ini ... "


" Maksudnya ? Nayya nggak ngerti "


" Jerry sakit dan dia dibawa ke rumah sakit ini ..Kini dia terbaring di kamar yang ada persis disebelah kamar ini ... "


" Kak Jerry ... "