
Suasana sudah sangat sepi ketika Jerry sudah di apartemennya . Jam sudah menunjukkan waktu dini hari , wajar jika dua gadis itu sudah terlelap .
Jerry segera bergegas ke atas menuju kamarnya , ia ingin segera memejamkan matanya . Satu hari ini terasa sangat melelahkan untuknya .
" Kakak baru pulang ? "
Jerry bungkam , ia hanya tersenyum sinis ketika Nayya perlahan mendekatinya . Gadis itu tahu benar trik untuk memikat hatinya . Jerry berpikir Nayya sengaja menunggunya pulang agar mendapat simpati darinya .
Tangan kanannya membawa sebotol air minum , mungkin gadis itu membuat alibi jika ia merasa kehausan saat bangun dari tidurnya . Licik !!
" Kakak mabuk !? "
" Ya aku mabuk , terlalu mabuk hingga aku tidak bisa membedakan yang mana gadis lugu atau yang mana wanita brengsek "
" Kakak sedang ada masalah !? "
" Ya ... kau masalah terbesarku !! Aku hanya ingin tidur jangan ganggu aku !! " Jerry terus melangkah maju hingga bahunya menabrak tubuh kecil di depannya hingga terhuyung beberapa langkah ke belakang .
Nayya meringis dengan memegang bahu kanannya yang sempat ditabrak oleh Jerry .
" Sakit .... "
Dia mengambil botol yang tadi sempat terlempar dari pegangannya , dan kembali melangkah ke atas menuju kamarnya .
PRANNGGG ...
Nayya berhenti sejenak ketika mendengar suara benda yang dipecah di depan kamar Jerry . Gadis itu mengira Jerry memang sedang mengalami masalah dalam perusahaannya .
Selama ini dia hanya diperlihatkan sisi hangat seorang Jerry , dia harus terbiasa dengan sisi lain calon suaminya . Nayya berpikir ia harus lebih dewasa untuk melihat semua masalah yang ada di depan matanya .
Paginya ia membuat susu hangat untuk Jerry , sesuai yang ia pelajari susu bisa menawarkan mabuk minuman keras . Nayya mengantarkan segelas susu itu ke kamar Jerry karena dari pagi ia tidak melihat keberadaan pria itu di lantai bawah .
TOKK ... TOKKKK
" Kak ... kakak masih tidur !? "
KLEKK ...
Nayya mencoba membuka pintu dan ternyata pintu kamar itu tidak terkunci . Dia terpaku melihat kamar yang terlihat sangat berantakan . Beberapa gelas pecah berserakan di lantai , dan beberapa kaleng minuman soda berada di atas kasur .
" Ya Tuhan , berantakan sekali ... "
Nayya meletakkan susu di tangannya , kemudian membersihkan pecahan gelas yang berantakan memenuhi lantai .
" Kakak ... "
" Cherry ke kamar dulu ya , kakak mau bersihin kamar papa dulu "
" Kamar papa kok belantakan sih "
" lya kan papa tadi malam lembur kerjanya sayang "
" Ooooo ... "
Sementara itu Jerry sedang berbaring di sofa yang ada di ruangan kantornya . Tadi malam setelah sampai di rumah dan mengamuk tak jelas dalam kamarnya , Jerry langsung membersihkan diri dan pergi dari rumah .
Jerry tidak ingin Cherry melihat kemarahannya , ia tak ingin gadis kecil itu bersedih karena pada kenyataannya ia sedang marah besar pada pengasuhnya .
" Bangun wooyyy .... !! "
Jerry membuka mata ketika sebuah suara berteriak tepat di depan kupingnya .
" Anj*ng !! berisik !! "
" Bangun cepetan , gue cuma sebentar di sini ! Gue dan Bumi ada meeting nanti "
Akhirnya Jerry bangun dan duduk disamping Adam .
" Udah dapat infonya !? "
" lni gue mau lapor , tapi bener ya dua puluh persen potongannya " kata Adam tersenyum smirk .
" Iya potongan dua puluh persen buat uang mukanya doang !! Bisa gulung tikar gue kalau pelanggan kaya elo semua "
Adam mengeluarkan beberapa foto dari map yang di bawanya . Jerry bisa melihat ada wajah Nayya di salah satu gambar itu .
" Menurut info yang di dapat orang gue ternyata Nayya masih punya seorang ayah , tapi sejak kecil ia dan adiknya tinggal bersama paman , adik dari mendiang sang ibu . Ayahnya ternyata sudah menjualnya pada seorang juragan yang ada di kampung , uang yang di hasilkan di gunakan untuk berjudi "
Jerry tampak diam dan menghela nafas , otaknya sedang menghubungkan laporan itu dan kejadian saat ini .
" Pamannya menebusnya dengan menjual tanah yang di milikinya . Tapi juragan itu lebih licik karena ada bunga yang juga harus di bayarkan . Dia melakukan segala cara agar Nayya mau menikah dengan putranya . Anak juragan itu terobsesi dengan calon bini elo "
" Menurut tetangganya Nayya melarikan diri ke kota , kabarnya ia ingin mencari uang untuk menutup bunga yang di minta oleh juragan itu "
" Brengsek ... gue hanya di jadikan sapi perah buat dia !! Pantes kalau dia jual diri .. " Jerry memukul sofa yang didudukinya .
" Jual diri !? "
" Tadi malam baru gue tahu kalau dia wanita malam di sebuah klub malam "
" Akurat nggak itu kabar !? "
" Temennya yang ngasih tahu gue , salah satu pelanggannya juga ada di situ "
Dahi Adam sedikit berkerut tapi tiba tiba ponselnya berdering dan dia tahu pasti siapa yang melakukan panggilan itu .
" Mampus ... gue kembali ke kantor dulu ! Bisa kena amukan singa kalau gue disini terus "
Jerry hanya menatap malas sahabatnya yang sudah berlari keluar dari kantornya .Jerry mengambil salah satu foto yang ada di depannya . Dia menatap wajah cantik yang sudah menghipnotisnya hingga membuat hatinya tergila gila .
SRREEKKK ...
Jerry merobek foto itu hingga menjadi serpihan kecil .
" Aku ikuti permainanmu jal*ng !! "