Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
171


Suasana sudah sangat sepi ketika Jerry sudah di apartemennya . Jam sudah menunjukkan waktu dini hari , wajar jika dua gadis itu sudah terlelap .


Jerry segera bergegas ke atas menuju kamarnya , ia ingin segera memejamkan matanya . Satu hari ini terasa sangat melelahkan untuknya .


" Kakak baru pulang ? "


Jerry bungkam , ia hanya tersenyum sinis ketika Nayya perlahan mendekatinya . Gadis itu tahu benar trik untuk memikat hatinya . Jerry berpikir Nayya sengaja menunggunya pulang agar mendapat simpati darinya .


Tangan kanannya membawa sebotol air minum , mungkin gadis itu membuat alibi jika ia merasa kehausan saat bangun dari tidurnya . Licik !!


" Kakak mabuk !? "


" Ya aku mabuk , terlalu mabuk hingga aku tidak bisa membedakan yang mana gadis lugu atau yang mana wanita brengsek "


" Kakak sedang ada masalah !? "


" Ya ... kau masalah terbesarku !! Aku hanya ingin tidur jangan ganggu aku !! " Jerry terus melangkah maju hingga bahunya menabrak tubuh kecil di depannya hingga terhuyung beberapa langkah ke belakang .


Nayya meringis dengan memegang bahu kanannya yang sempat ditabrak oleh Jerry .


" Sakit .... "


Dia mengambil botol yang tadi sempat terlempar dari pegangannya , dan kembali melangkah ke atas menuju kamarnya .


PRANNGGG ...


Nayya berhenti sejenak ketika mendengar suara benda yang dipecah di depan kamar Jerry . Gadis itu mengira Jerry memang sedang mengalami masalah dalam perusahaannya .


Selama ini dia hanya diperlihatkan sisi hangat seorang Jerry , dia harus terbiasa dengan sisi lain calon suaminya . Nayya berpikir ia harus lebih dewasa untuk melihat semua masalah yang ada di depan matanya .


Paginya ia membuat susu hangat untuk Jerry , sesuai yang ia pelajari susu bisa menawarkan mabuk minuman keras . Nayya mengantarkan segelas susu itu ke kamar Jerry karena dari pagi ia tidak melihat keberadaan pria itu di lantai bawah .


TOKK ... TOKKKK


" Kak ... kakak masih tidur !? "


KLEKK ...


Nayya mencoba membuka pintu dan ternyata pintu kamar itu tidak terkunci . Dia terpaku melihat kamar yang terlihat sangat berantakan . Beberapa gelas pecah berserakan di lantai , dan beberapa kaleng minuman soda berada di atas kasur .


" Ya Tuhan , berantakan sekali ... "


Nayya meletakkan susu di tangannya , kemudian membersihkan pecahan gelas yang berantakan memenuhi lantai .


" Kakak ... "


" Cherry ke kamar dulu ya , kakak mau bersihin kamar papa dulu "


" Kamar papa kok belantakan sih "


" lya kan papa tadi malam lembur kerjanya sayang "


" Ooooo ... "


Sementara itu Jerry sedang berbaring di sofa yang ada di ruangan kantornya . Tadi malam setelah sampai di rumah dan mengamuk tak jelas dalam kamarnya , Jerry langsung membersihkan diri dan pergi dari rumah .


Jerry tidak ingin Cherry melihat kemarahannya , ia tak ingin gadis kecil itu bersedih karena pada kenyataannya ia sedang marah besar pada pengasuhnya .


" Bangun wooyyy .... !! "


Jerry membuka mata ketika sebuah suara berteriak tepat di depan kupingnya .


" Anj*ng !! berisik !! "


" Bangun cepetan , gue cuma sebentar di sini ! Gue dan Bumi ada meeting nanti "


Akhirnya Jerry bangun dan duduk disamping Adam .


" Udah dapat infonya !? "


" lni gue mau lapor , tapi bener ya dua puluh persen potongannya " kata Adam tersenyum smirk .


" Iya potongan dua puluh persen buat uang mukanya doang !! Bisa gulung tikar gue kalau pelanggan kaya elo semua "


Adam mengeluarkan beberapa foto dari map yang di bawanya . Jerry bisa melihat ada wajah Nayya di salah satu gambar itu .


" Menurut info yang di dapat orang gue ternyata Nayya masih punya seorang ayah , tapi sejak kecil ia dan adiknya tinggal bersama paman , adik dari mendiang sang ibu . Ayahnya ternyata sudah menjualnya pada seorang juragan yang ada di kampung , uang yang di hasilkan di gunakan untuk berjudi "


Jerry tampak diam dan menghela nafas , otaknya sedang menghubungkan laporan itu dan kejadian saat ini .


" Pamannya menebusnya dengan menjual tanah yang di milikinya . Tapi juragan itu lebih licik karena ada bunga yang juga harus di bayarkan . Dia melakukan segala cara agar Nayya mau menikah dengan putranya . Anak juragan itu terobsesi dengan calon bini elo "


" Menurut tetangganya Nayya melarikan diri ke kota , kabarnya ia ingin mencari uang untuk menutup bunga yang di minta oleh juragan itu "


" Brengsek ... gue hanya di jadikan sapi perah buat dia !! Pantes kalau dia jual diri .. " Jerry memukul sofa yang didudukinya .


" Jual diri !? "


" Tadi malam baru gue tahu kalau dia wanita malam di sebuah klub malam "


" Akurat nggak itu kabar !? "


" Temennya yang ngasih tahu gue , salah satu pelanggannya juga ada di situ "


Dahi Adam sedikit berkerut tapi tiba tiba ponselnya berdering dan dia tahu pasti siapa yang melakukan panggilan itu .


" Mampus ... gue kembali ke kantor dulu ! Bisa kena amukan singa kalau gue disini terus "


Jerry hanya menatap malas sahabatnya yang sudah berlari keluar dari kantornya .Jerry mengambil salah satu foto yang ada di depannya . Dia menatap wajah cantik yang sudah menghipnotisnya hingga membuat hatinya tergila gila .


SRREEKKK ...


Jerry merobek foto itu hingga menjadi serpihan kecil .


" Aku ikuti permainanmu jal*ng !! "