
" Apa lagi yang kau inginkan ?? "
Adam bisa mendengar nada sinis dari pertanyaan wanita di depannya . Dan tidak mungkin ia meladeninya jika Gema masih ada di sampingnya .
" Hei boy ... sepertinya kami harus berbicara , apakah kau bisa masuk dulu ke dalam rumah !? " Adam ingin Gema masuk ke dalam rumah karena sepertinya wanita di depannya ingin bicara banyak padanya .
" Apa ini pembicaraan orang dewasa ??! "
Adam terkekeh mendengar pertanyaan dari bocah laki laki berumur tujuh tahun itu . Pikiran anak itu memang selalu tidak terduga .
" Sepertinya iya ... dan kau tahu bahwa kau masih terlalu kecil untuk disebut dewasa "
" Aku tahu ... "
Tanpa banyak bertanya lagi Gema masuk ke dalam rumahnya membiarkan ibu dan laki laki dewasa yang baru ia temui untuk berbicara .
" Memang apa yang aku inginkan !?? Bukankah dari awal aku selalu diam !? Aku tidak pernah merugikanmu bukan !? "
" Kenapa kau mendekati Gema ? "
" Kami sama sama laki laki ... apa salahnya jika kami berteman "
" Jangan bercanda tuan !! Dia baru tujuh tahun dan kau terlalu tua untuk menjadi temannya "
Adam mendengus geli ketika dirinya disebut tua oleh wanita itu .
" Aku Adam ... bukan ' tuan ' , kau sangat beruntung mempunyai putra yang pintar seperti dia . Baiklah aku minta maaf karena tempo hari kau nyaris tertabrak olehku ! Tapi waktu itu kau juga bersalah karena menyeberang jalan dengan tidak hati hati "
" Aku terima permintaan maafmu . Dan aku juga minta maaf karena kurang memperhatikan jalan waktu itu ! Sekarang kita impas ... pergilah karena hari sudah semakin sore "
" Baik ... sampai bertemu lagi "
" Tapi aku tidak mau bertemu denganmu lagi "
" Ya ... ya ... ya !! Aku tahu , tadi yang kumaksud adalah bertemu dengan Gema "
" Aku tidak mengijinkannya !! "
Diva menatap sebal laki laki yang terlihat sudah mengendarai motornya . Sungguh baru kali ini dia bertemu dengan pria menyebalkan seperti itu .
Adam .. jika tidak salah pria itu menyebut dirinya sebagai Adam . Dia sedikit merasa aneh pada pria itu , yang dia tahu Gema bukanlah anak yang mudah akrab dengan seseorang . Tapi tadi ia melihat sepertinya anak itu sangat patuh dan terlihat sangat menghormati Adam .
Diva segera pergi ke dalam untuk melihat putranya yang tadi sudah terlebih dahulu masuk rumah . Dia mendapati putranya baru saja selesai mandi .
" Om Adam mana Bu ?? "
" Kenapa menanyakan dia pada ibu !? "
" Oooo ... sudah pulang ya . Terkadang kalian orang dewasa menjawab pertanyaan kami dengan aneh "
Diva hanya bisa menggerutu jika putranya berbicara layaknya anak itu sudah dewasa . Gema memang berbeda dari anak lainnya , kadang jalan pemikirannya melebihi pikiran orang dewasa .
Sedangkan Adam pulang dengan hati bahagia , dia bahagia karena setidaknya sudah bisa minta maaf pada wanita yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya .
Sampai di garasi dia masih saja melihat Dewa masih sibuk dengan mobil supirnya .
" Ckk .. weekend bukannya nyari yang bening bening malah sibuk sendiri di garasi "
" Ehh Kak Adam ... udah ketemu !? "
" Siapa ?? "
" Dewa bukan orang bodoh yang tidak bisa membaca hati orang ! Beberapa hari ini kakak terlihat gelisah , tapi sepertinya sore ini wajah Kak Adam sudah kembali cerah "
" Haishhh kenapa kau jadi mirip sekali dengannya ?? Salah ... dia yang mirip sekali denganmu !! " gerutu Adam yang bisa melihat kemiripan sifat antara Dewa dan Gema .
Benar kata Bumi tentang adik iparnya itu . Walau terlihat baik dan polos tapi Dewa bisa bersikap lebih jauh lebih dewasa dari mereka semua , para putra Adipraja .
Adam berencana akan lebih sering mengunjungi Gema , selain karena ingin membuat kesal ibunya dia juga merasa ada kejanggalan dengan ibu anak itu .
Adam merasa ada seseorang yang mengawasi Gema dan ibunya , nalurinya tidak akan pernah bisa bohong . Dia juga merasa sempat di ambil gambarnya ketika sedang bermain bola dengan bocah itu dan ketika sedang berbicara dengan ibu dari Gema .
Dia akan menyelidiki semuanya , sepertinya akan ada hal hal yang tak terduga yang ia temukan dari ibu anak itu .