Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 8


" Apa lagi yang kau inginkan ?? "


Adam bisa mendengar nada sinis dari pertanyaan wanita di depannya . Dan tidak mungkin ia meladeninya jika Gema masih ada di sampingnya .


" Hei boy ... sepertinya kami harus berbicara , apakah kau bisa masuk dulu ke dalam rumah !? " Adam ingin Gema masuk ke dalam rumah karena sepertinya wanita di depannya ingin bicara banyak padanya .


" Apa ini pembicaraan orang dewasa ??! "


Adam terkekeh mendengar pertanyaan dari bocah laki laki berumur tujuh tahun itu . Pikiran anak itu memang selalu tidak terduga .


" Sepertinya iya ... dan kau tahu bahwa kau masih terlalu kecil untuk disebut dewasa "


" Aku tahu ... "


Tanpa banyak bertanya lagi Gema masuk ke dalam rumahnya membiarkan ibu dan laki laki dewasa yang baru ia temui untuk berbicara .


" Memang apa yang aku inginkan !?? Bukankah dari awal aku selalu diam !? Aku tidak pernah merugikanmu bukan !? "


" Kenapa kau mendekati Gema ? "


" Kami sama sama laki laki ... apa salahnya jika kami berteman "


" Jangan bercanda tuan !! Dia baru tujuh tahun dan kau terlalu tua untuk menjadi temannya "


Adam mendengus geli ketika dirinya disebut tua oleh wanita itu .


" Aku Adam ... bukan ' tuan ' , kau sangat beruntung mempunyai putra yang pintar seperti dia . Baiklah aku minta maaf karena tempo hari kau nyaris tertabrak olehku ! Tapi waktu itu kau juga bersalah karena menyeberang jalan dengan tidak hati hati "


" Aku terima permintaan maafmu . Dan aku juga minta maaf karena kurang memperhatikan jalan waktu itu ! Sekarang kita impas ... pergilah karena hari sudah semakin sore "


" Baik ... sampai bertemu lagi "


" Tapi aku tidak mau bertemu denganmu lagi "


" Ya ... ya ... ya !! Aku tahu , tadi yang kumaksud adalah bertemu dengan Gema "


" Aku tidak mengijinkannya !! "


Diva menatap sebal laki laki yang terlihat sudah mengendarai motornya . Sungguh baru kali ini dia bertemu dengan pria menyebalkan seperti itu .


Adam .. jika tidak salah pria itu menyebut dirinya sebagai Adam . Dia sedikit merasa aneh pada pria itu , yang dia tahu Gema bukanlah anak yang mudah akrab dengan seseorang . Tapi tadi ia melihat sepertinya anak itu sangat patuh dan terlihat sangat menghormati Adam .


Diva segera pergi ke dalam untuk melihat putranya yang tadi sudah terlebih dahulu masuk rumah . Dia mendapati putranya baru saja selesai mandi .


" Om Adam mana Bu ?? "


" Kenapa menanyakan dia pada ibu !? "


" Oooo ... sudah pulang ya . Terkadang kalian orang dewasa menjawab pertanyaan kami dengan aneh "


Diva hanya bisa menggerutu jika putranya berbicara layaknya anak itu sudah dewasa . Gema memang berbeda dari anak lainnya , kadang jalan pemikirannya melebihi pikiran orang dewasa .


Sedangkan Adam pulang dengan hati bahagia , dia bahagia karena setidaknya sudah bisa minta maaf pada wanita yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya .


Sampai di garasi dia masih saja melihat Dewa masih sibuk dengan mobil supirnya .


" Ckk .. weekend bukannya nyari yang bening bening malah sibuk sendiri di garasi "


" Ehh Kak Adam ... udah ketemu !? "


" Siapa ?? "


" Dewa bukan orang bodoh yang tidak bisa membaca hati orang ! Beberapa hari ini kakak terlihat gelisah , tapi sepertinya sore ini wajah Kak Adam sudah kembali cerah "


" Haishhh kenapa kau jadi mirip sekali dengannya ?? Salah ... dia yang mirip sekali denganmu !! " gerutu Adam yang bisa melihat kemiripan sifat antara Dewa dan Gema .


Benar kata Bumi tentang adik iparnya itu . Walau terlihat baik dan polos tapi Dewa bisa bersikap lebih jauh lebih dewasa dari mereka semua , para putra Adipraja .


Adam berencana akan lebih sering mengunjungi Gema , selain karena ingin membuat kesal ibunya dia juga merasa ada kejanggalan dengan ibu anak itu .


Adam merasa ada seseorang yang mengawasi Gema dan ibunya , nalurinya tidak akan pernah bisa bohong . Dia juga merasa sempat di ambil gambarnya ketika sedang bermain bola dengan bocah itu dan ketika sedang berbicara dengan ibu dari Gema .


Dia akan menyelidiki semuanya , sepertinya akan ada hal hal yang tak terduga yang ia temukan dari ibu anak itu .