
" Kenapa kalian bodoh sekali hahh !! "
BUGGHHH ... BUGGHHH
Pukulan demi pukulan di layangkan dengan membabi buta pada beberapa pria yang sudah terkulai tak berdaya .
Seorang laki laki jangkung sedang berdiri di depan tubuh tubuh penuh lebam . Empat pria bertubuh besar itu berusaha diam walau sebenarnya mereka ingin mengerang kesakitan .
Karena satu kesalahan kecil bisa saja membuat nyawa mereka melayang . Pria di depan mereka adalah pria bengis yang tidak kenal ampun . Terra ... pria itu adalah Terra !
Saat ini dia sedang marah besar karena beberapa orangnya melakukan kesalahan yang sangat fatal menurutnya .
Dengan beraninya empat orang itu ingin mencelakakan wanita yang paling ia cintai dalam hidupnya . Waktu itu ia ingin sekali menyingkirkan Bumi karena terbakar cemburu saat melihat mereka berdua dengan mesranya makan di pinggir jalan .
Dia sendiri yang meminta empat orang itu untuk menabrak mobil Bumi , karena emosi dia sampai melupakan bahwa sudah pasti Aira akan ada di dalam mobil pria yang sangat ia benci itu .
Untung saja sebuah mobil lain menggagalkan niat mereka . Mobil lain itu menghadang dan menghentikan mereka .
Awalnya mereka dengan berani ingin menghadapi orang orang di mobil yang menghadang mereka tapi ternyata semua orang di dalam mobil itu mempunyai senjata api . Belum cukup sampai disitu , dua mobil lain juga datang dari arah belakang .
Dengan mengenakan seragam hitam yang sama seperti mobil sebelumnya . Orang orang yang keluar dari mobil itu juga dilengkapi dengan senjata api .
Akhirnya mereka melarikan diri dengan membawa mobil mereka pergi dari tempat itu . Dan anehnya mereka sama sekali tidak mengejar mereka .
Mereka sepakat untuk tidak menceritakan hal itu pada Terra karena tak ingin dianggap gagal menjalankan tugas mereka . Tapi nyatanya mereka tetap saja menjadi sasaran kemarahan karena pria itu ternyata menarik kembali perintahnya dengan alasan yang mereka tidak tahu .
" Sayang maafkan aku , hampir saja kau terluka karena kebodohan mereka !! Tunggu aku sebentar lagi , aku akan segera menyingkirkan suami bodohmu itu ! Kita akan segera bersatu , kita akan bahagia dengan anak anak kita kelak " katanya sambil memandang gambar seorang wanita di ponselnya .
Tangis pilunya membuat siapa saja diruangan itu merinding ngeri . Empat orang itu bernafas dengan lega ketika akhirnya Terra pergi dari ruangan itu .
Dengan raut yang masih merah karena menahan marah Terra berjalan menuju sebuah kamar di mana dua sering meluapkan emosinya di sana . Kamar Narra , ia selalu menyalurkan semua emosinya pada perempuan hamil itu .
" Terra !! Ayah ingin bicara padamu ... "
Tanpa kata ia mengikuti langkah ayahnya menuju sebuah sofa yang ada di dekat mereka .
" Apa yang telah kau lakukan tadi malam ? Apa kau ingin mencelakakan Bumi dan istrinya ?! "
Terra masih tak menjawab pertanyaan sang ayah , suara berat itu sangat memperlihatkan rasa kecewa di dalamnya .
" Sudah ayah katakan berkali kali padamu , kau tak akan bisa menyentuh keluarga Adipraja !! "
" Aku harus membunuhnya , dia selalu merebut apapun yang aku inginkan . Dulu Narra , sekarang Aira bahkan sudah menjadi istrinya ! "
Alex memijat pelipisnya , putranya memang tak pernah bisa bersikap rasional . Padahal wanita yang di gulai putranya sudah menikah sejak mereka pertama bertemu .
" Untuk kali ini ayah minta padamu , carilah wanita lain selain istri dari Bumi Attala Adipraja . Ada banyak wanita cantik diluar sana nak"
" Tapi mereka tidak sempurna seperti wanitaku , mereka hanya memiliki keindahan diluar tapi busuk di dalam !! Hanya uang yang ada di otak mereka "
" Apapun itu jangan membuat masalah dengan Adipraja lagi , ayah tidak mau berurusan dengan Alfian . Bukan ayah takut padanya , tapi ayah tidak mau permusuhan ini berdampak pada bisnis tuan Barnett . Mereka yang selama ini memberi kita kesempatan untuk hidup lebih baik "
" Terra berjanji ini tak akan berpengaruh pada bisnis kita . Terra akan menyelesaikan ini secara pribadi "
Alex pergi , apapun yang ia katakan tak akan menggoyahkan keinginan putranya . Sebelumnya dia sudah memberi perintah pada semua orang kepercayaannya untuk menolak setiap keinginan putranya jika ada sangku pautnya dengan nyawa keluarga Adipraja .
Dia ingin kaki ini Terra tidak mengandalkannya sebagai pelindung . Ia ingin Terra bertindak sendiri dengan menanggung segala resikonya . Agar Terra sadar akan konsekwensi yang akan ia tanggung .
Belajar berdiri di atas kakinya sendiri !!