
" Gema sudah bercerita padaku soal tadi siang .. "
" Gilang ?? "
Diva mengangguk , siang tadi sepulang sekolah putranya menceritakan bahwa dia bertemu dengan Gilang ayah kandungnya . Tapi anak itu menceritakan pria itu tidak bersikap seperti biasanya yang cuek dan tak peduli padanya .
Gema berkata sepertinya pria itu ingin sekali berbicara padanya , tapi anak itu masih ketakutan mengingat semua sikap angkuhnya selama ini .
" Maaf ... kukira semua urusanku dengannya sudah selesai . Kenapa dia harus muncul lagi di depan Gema "
Diva meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya yang saat ini sedang merengkuhnya . Mereka sedang berbaring di ranjang .
" Tak perlu minta maaf sayang bagiku dia cuma lalat , aku bisa menyelesaikan semua "
" Aku tahu ... dan aku percaya padamu . Mas , kau tahu kan ada pohon mangga yang ada di dekat kolam samping !? "
" Tidak tapi besok aku akan bertanya pada tukang kebun sayang , sekarang tidurlah ! Aku tidak mau kau pusing lagi hanya karena kurang istirahat . Seharian aku hanya memikirkan kamu "
" Kau yang membuatku kurang istirahat setiap malamnya . Kau membuatku lelah tanpa kenal waktu !! " gerutu Diva memukul pelan lengan suaminya yang sedang terkekeh .
" Semua yang ada padamu memabukkan sayang , membuatku ingin lagi dan lagi ... "
" Tapi aku ingin .... "
" Tidurlah sayang , aku tak akan menyentuhmu .. janji ! Malam ini kau bisa tidur nyenyak tanpa ada gangguan dariku "
" Dengerin dulu ihh " Diva mencubit dada suaminya karena memotong kata katanya .
" Apa sayang ? Kamu mau apa ? "
" Kita ke kolam renang ... "
" Yakin mau kesana ?? Kau sudah tidak sakit lagi !? "
" Tidak ... kan tadi aku bilang , aku tidak sakit ! Hanya tadi pagi tiba tiba pusing sebentar "
" Ya sudah .... ayo "
Diva keheranan dengan sang suami yang dengan semangat turun dari ranjang , membuka kaos dan mengganti celana satin panjangnya dengan celana pendek . Tapi karena menginginkan sesuatu ia diam dan mengikuti langkah suaminya menuju kolam renang yang letaknya di samping rumah .
" Lho Mas kenapa malah nyemplung ke situ !? Mas mau renang malam malam gini ? "
" Gimana sih sayang , kan kamu yang tadi ajak kesini "
" Tapi bukan buat renang "
" Terus ? "
" Aku mau itu "
Diva menunjuk pada pohon mangga yang menjulang di pinggir kolam renang itu .
" Jangan aneh aneh deh , masa malam malam gini kamu mau manjat pohon sih "
" Bukan aku .. tapi kamu Mas ! Tadi siang kayanya aku lihat pohon itu sudah berbuah . Tolong ambilkan untukku "
" Nggak bisa besok saja ? lni sudah jam sebelas malam Yank , masa iya sih aku di suruh manjat pohon malem malem gini "
" Kamu nggak mau ?? "
" Ya mau , tapi ... ehmm gimana kalau Pak Teguh saja yang ambilkan buat kamu " Adam malah mengusulkan nama satpamnya yang menjaga gerbang depan .
" Suami aku Pak Teguh atau kamu Mas ? "
" Akulah !! Tapi .... "
Mata mereka teralih pada Dewa yang baru saja datang dan memarkirkan motornya ke garasi . Pria muda itu tampak menghampiri mereka .
" Malam malam begini Kakak pada ngapain di pinggir kolam ? Mau mesum ya ? "
" Maunya sih begitu Wa , tadi udah niat banget olah raga sama bini di kolam . Awwwsshh ... sakit Yank "
Diva mencubit lengan suaminya yang selalu bicara frontal jika di depan Dewa .
" Kebetulan ada kamu Wa , kakak ipar kamu lagi pengen itu " Adam menunjuk pohon mangga .
" Kak Diva mau main layangan ? "
Adam dan Diva saling berpandangan , heran dengan pertanyaan yang di ajukan oleh bungsu Adipraja itu .
" Kamu nggak rabun kan Wa !? Tadi kakak nunjuk pohon mangga ... kok malah layangan sih "
" Tadi sore ada layangan nyangkut disitu , niatnya mau Dewa ambil buat Gema . Weekend nanti Dewa dan Gema mau ke lapangan desa belakang , main layang layang ! Seru kayanya ... "
" Mau main layangan aja susah susah ambil di atas pohon . Gaji kamu kurang banyak buat beli layangan baru !? "
" Beda rasanya ... lebih enak main layangan yang di dapat penuh perjuangan "
" Widiihhh udah pinter nggombal dia Yank "
" lni mangganya terus siapa yang mau ambil !? "
" Dewa ... "
" Kok Dewa sih ? "
" Ya udah aku manjat sendiri saja kalau begitu . Kelamaan nunggu kamu Mas "
" Kak Adam nggak mungkin memanjat pohon buah kaya gitu Kak " jelas Dewa sambil tertawa kecil .
" Memang kenapa ? " tanya Diva penasaran .
" Diem Wa ! Kakak lakban itu mulut kalau ngomong yang enggak enggak !! " ancam Adam menatap malas Dewa yang masih tertawa .
" Ngomong saja Wa , nanti Kak Diva yang lakban mulutnya kalau dia berani marah marah dama kamu ! "
" Sayang .. kok gitu "
" Kenapa Wa ?? " tanya Diva sekali lagi pada adik iparnya .
" Kak Adam takut semut "
" Hahh !??? Apa ?? Beneran kamu takut semut Mas ? "
" Fitnah itu sih ... aku nggak pernah takut apapun ! Cuma geli kalau sama semut , kecil kecil gitu tapi kalau nggigit sakit ... "
Dewa dan Diva tidak lagi bisa menahan tawa mereka . Tampang segarang itu takut pada makhluk kecil bernama semut !