Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 34


" Gema sudah bercerita padaku soal tadi siang .. "


" Gilang ?? "


Diva mengangguk , siang tadi sepulang sekolah putranya menceritakan bahwa dia bertemu dengan Gilang ayah kandungnya . Tapi anak itu menceritakan pria itu tidak bersikap seperti biasanya yang cuek dan tak peduli padanya .


Gema berkata sepertinya pria itu ingin sekali berbicara padanya , tapi anak itu masih ketakutan mengingat semua sikap angkuhnya selama ini .


" Maaf ... kukira semua urusanku dengannya sudah selesai . Kenapa dia harus muncul lagi di depan Gema "


Diva meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya yang saat ini sedang merengkuhnya . Mereka sedang berbaring di ranjang .


" Tak perlu minta maaf sayang bagiku dia cuma lalat , aku bisa menyelesaikan semua "


" Aku tahu ... dan aku percaya padamu . Mas , kau tahu kan ada pohon mangga yang ada di dekat kolam samping !? "


" Tidak tapi besok aku akan bertanya pada tukang kebun sayang , sekarang tidurlah ! Aku tidak mau kau pusing lagi hanya karena kurang istirahat . Seharian aku hanya memikirkan kamu "


" Kau yang membuatku kurang istirahat setiap malamnya . Kau membuatku lelah tanpa kenal waktu !! " gerutu Diva memukul pelan lengan suaminya yang sedang terkekeh .


" Semua yang ada padamu memabukkan sayang , membuatku ingin lagi dan lagi ... "


" Tapi aku ingin .... "


" Tidurlah sayang , aku tak akan menyentuhmu .. janji ! Malam ini kau bisa tidur nyenyak tanpa ada gangguan dariku "


" Dengerin dulu ihh " Diva mencubit dada suaminya karena memotong kata katanya .


" Apa sayang ? Kamu mau apa ? "


" Kita ke kolam renang ... "


" Yakin mau kesana ?? Kau sudah tidak sakit lagi !? "


" Tidak ... kan tadi aku bilang , aku tidak sakit ! Hanya tadi pagi tiba tiba pusing sebentar "


" Ya sudah .... ayo "


Diva keheranan dengan sang suami yang dengan semangat turun dari ranjang , membuka kaos dan mengganti celana satin panjangnya dengan celana pendek . Tapi karena menginginkan sesuatu ia diam dan mengikuti langkah suaminya menuju kolam renang yang letaknya di samping rumah .


" Lho Mas kenapa malah nyemplung ke situ !? Mas mau renang malam malam gini ? "


" Gimana sih sayang , kan kamu yang tadi ajak kesini "


" Tapi bukan buat renang "


" Terus ? "


" Aku mau itu "


Diva menunjuk pada pohon mangga yang menjulang di pinggir kolam renang itu .


" Jangan aneh aneh deh , masa malam malam gini kamu mau manjat pohon sih "


" Bukan aku .. tapi kamu Mas ! Tadi siang kayanya aku lihat pohon itu sudah berbuah . Tolong ambilkan untukku "


" Nggak bisa besok saja ? lni sudah jam sebelas malam Yank , masa iya sih aku di suruh manjat pohon malem malem gini "


" Kamu nggak mau ?? "


" Ya mau , tapi ... ehmm gimana kalau Pak Teguh saja yang ambilkan buat kamu " Adam malah mengusulkan nama satpamnya yang menjaga gerbang depan .


" Suami aku Pak Teguh atau kamu Mas ? "


" Akulah !! Tapi .... "


Mata mereka teralih pada Dewa yang baru saja datang dan memarkirkan motornya ke garasi . Pria muda itu tampak menghampiri mereka .


" Malam malam begini Kakak pada ngapain di pinggir kolam ? Mau mesum ya ? "


" Maunya sih begitu Wa , tadi udah niat banget olah raga sama bini di kolam . Awwwsshh ... sakit Yank "


Diva mencubit lengan suaminya yang selalu bicara frontal jika di depan Dewa .


" Kebetulan ada kamu Wa , kakak ipar kamu lagi pengen itu " Adam menunjuk pohon mangga .


" Kak Diva mau main layangan ? "


Adam dan Diva saling berpandangan , heran dengan pertanyaan yang di ajukan oleh bungsu Adipraja itu .


" Kamu nggak rabun kan Wa !? Tadi kakak nunjuk pohon mangga ... kok malah layangan sih "


" Tadi sore ada layangan nyangkut disitu , niatnya mau Dewa ambil buat Gema . Weekend nanti Dewa dan Gema mau ke lapangan desa belakang , main layang layang ! Seru kayanya ... "


" Mau main layangan aja susah susah ambil di atas pohon . Gaji kamu kurang banyak buat beli layangan baru !? "


" Beda rasanya ... lebih enak main layangan yang di dapat penuh perjuangan "


" Widiihhh udah pinter nggombal dia Yank "


" lni mangganya terus siapa yang mau ambil !? "


" Dewa ... "


" Kok Dewa sih ? "


" Ya udah aku manjat sendiri saja kalau begitu . Kelamaan nunggu kamu Mas "


" Kak Adam nggak mungkin memanjat pohon buah kaya gitu Kak " jelas Dewa sambil tertawa kecil .


" Memang kenapa ? " tanya Diva penasaran .


" Diem Wa ! Kakak lakban itu mulut kalau ngomong yang enggak enggak !! " ancam Adam menatap malas Dewa yang masih tertawa .


" Ngomong saja Wa , nanti Kak Diva yang lakban mulutnya kalau dia berani marah marah dama kamu ! "


" Sayang .. kok gitu "


" Kenapa Wa ?? " tanya Diva sekali lagi pada adik iparnya .


" Kak Adam takut semut "


" Hahh !??? Apa ?? Beneran kamu takut semut Mas ? "


" Fitnah itu sih ... aku nggak pernah takut apapun ! Cuma geli kalau sama semut , kecil kecil gitu tapi kalau nggigit sakit ... "


Dewa dan Diva tidak lagi bisa menahan tawa mereka . Tampang segarang itu takut pada makhluk kecil bernama semut !