Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
136


" Massss ... !!! "


Bumi tampak lemas ketika keluar dari kamar mandi , tiga kali bolak balik kamar mandi membuat tenaganya terkuras habis .


Alfian sudah menelpon Dokter Vallery agar datang ke rumah . Sedang Rita membuat teh hangat untuk di berikan pada bayi besar yang saat ini berbaring di sofa ruang tengah . Bumi terus saja memeluk perut sang istri yang duduk memangku kepalanya .


" Makanya kalau di bilangin nurut , udah dibilangin jangan iklan di kamar mandi ngeyel !! "


" Enak sayang .. kamu juga merem melek ... emmpphhhtt "


Air membungkam mulut suaminya yang selalu berkata frontal jika mengenai urusan ranjang mereka . Dia melihat Rita datang dengan membawa segelas teh hangat .


" Suruh bayi besarmu minum ini dulu , biar anget perutnya . Bisa mengurangi mual juga "


" Iya Mah , terimakasih "


Air bersyukur di saat seperti ini dia ada di sekitar orang orang yang benar benar menyayangi mereka .


" Mas minum tehnya dulu , kalau udah enakan kita ke kamar "


Bumi langsung bangkit dengan senyum lebar ketika mendengar kata kata istrinya , dia langsung meminum separuh isi gelas itu . Air heran melihat ekspresi sang suami yang terlihat begitu bahagia .


" Udah Mas minum nih ... yuk sayang !! "


" Kemana !? "


" Lha tadi kan bilang mau ke kamar , kamu pengen lagi kan !? "


" Ya Allah Massss ... masih sakit sempet sempetnya mesum kamu , bener bener pengen di cubit kamu ya ! "


Tapi tangannya urung mencubit ketika melihat Val datang menghampiri mereka .


" Dokter Val maaf pagi pagi begini sudah bikin repot "


" Ah enggak , ini sekalian mau berangkat ke rumah sakit kok ! Tadi Om Alfian yang menelpon , memang siapa yang sakit ? "


" Tadi Mas Bumi tiba tiba muntah muntah pas mau sarapan , sampai tiga kali malah "


" Ya baunya nggak enak gitu Yank , bikin aku mual "


Vallery memperhatikan pembicaraan sepasang suami istri itu , sudut bibirnya kemudian terangkat . Tiba tiba saja dia mempunyai prediksi dan semoga hal itu benar .


Tapi tetap saja dia memeriksa bayi besar yang terus saja tidak mau jauh dari istrinya .


" Malu maluin ... badan segede gaban kelakuan kaya anak TK !! " rutuk Val yang sudah selesai memeriksa keadaan Bumi .


Rita dan Alfian terlihat mendekat pada mereka , dan Janu sudah berceloteh dengan tangan yang seakan ingin meraih mamanya .


" Awas Mas minggir dulu , Janu mau di gendong tuh "


" Papa pinjem mama sebentar ya De ! Papa lagi sakit .. ya ..ya "


" Apanya yang sebentar dari semalem kamu kurung Aira terus !! " gerutu Rita sambil menyerahkan Janu pada menantunya .


PLAKKK ..


Semua tertawa melihat Janu yang memukul kepala Bumi yang masih bergelayut di lengan istrinya . Bumi menciumi perut putranya hingga bayi itu tergelak .


" Mbak Aira boleh aku bicara sebentar ? "


Vallery akhirnya membuka suara ketika tawa mereka sudah reda . Dia hanya ingin memastikan sesuatu .


" Ya Dok ? "


" Kapan Embak terakhir kali dapet ? "


" Kurang tau Dok kayanya sih sekitar dua bulanan gitu , tapi memang period ku nggak teratur "


Vallery hanya mengangguk dan tersenyum , Air maupun Rita langsung tanggap ke arah mana dokter cantik itu berbicara .


" Besok pagi coba di tes dulu , jika belum yakin datang saja ke rumah sakit . Saya akan rekomendasikan dokter obgyn terbaik "


Bumi dengan tiba tiba bangkit dan menatap


tajam dokter cantik di depannya .


" Apa maksudnya ini !!? Elo bilang istri gue yang sakit ?!! "


" Iya ... sakit gara gara elo " jawab Val sebal , Bumi akan selalu histeris jika ada yang berbicara soal istrinya .


" Ya sudah Om , Tante saya pamit dulu .. jangan lupa besok dites dulu Mbak "


" Makasih Dok .... "


Setelah pamit Vallery segera beranjak keluar dari ruangan itu , tapi langkahnya terhenti ketika sekali lagi ia mendengar teriakan Bumi .


" Tunggu !! Sembuhin istri gue dulu .. satu langkah lagi elo keluar , gue potong gaji sebulan penuh !! " ancam Bumi yang masih panik mendengar istrinya ' sakit ' .


" Bodo amat , gue tinggal minta gaji sama Om Alfian !! Sembilan bulan lagi juga sembuh sendiri "


Vallery tetap saja keluar dengan tenangnya , menghadapi suami bucin akut seperti Bumi sedikit membuatnya pusing .


" Mas kita ke atas , istirahat dulu ya ... "


" Tapi ? "


" Jaga istri kamu baik baik mulai saat ini , jangan kamu bikin dia terlalu lelah " kata Rita yang kembali meminta cucunya .


" Perasaan Bumi yang sakit kenapa malah Bumi yang suruh jagain dia sih Mah ? "


" Kamu mau istri kamu di jagain orang lain !? "


" Amit amit ... yuk Yank ke atas , Janunya sini Mah ! Papa kangen Dede ... dari kemarin nempel sama kakek nenek melulu "


" Udah mau jadi Papa jangan ambekan , jangan gelendotan terus sama Air . Ngaca ... malu sama badan "


" Ckk .. ini udah jadi Papanya Dede , nenek udah pikun ya De "


Air dan Rita hanya geleng geleng kepala , dalam hati mereka berdoa semoga apa yang mereka harapkan menjadi kenyataan . Akan bertambah satu lagi kebahagiaan di keluarga Adipraja .