
Tak pernah ia bayangkan sebelumnya jika akan menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan besar seperti ini . Alfian dan Bumi Adipraja mempercayakan padanya anak perusahaan Adioraja yang ada di sebagian Jawa dan Bali .
Tapi dia beruntung didampingi seseorang yang sempurna untuk menjadi mentor sekaligus pembimbingnya yaitu Adam . Tangan kanan dari keluarga Adipraja itu dipercayakan untuk mendampinginya di Bali sampai dia benar benar bisa menghandle semuanya sendiri .
" Ntar malam hang out yuk Wa !! Masa iya sudah mau sebulan disini kamu mengeram saja di mansion . Nggak bakal Kakak cariin tempat yang aneh aneh kok tenang aja ! "
" Memang ada Kak ?? "
Adam hanya terkekeh mendengar pertanyaan itu . Dewa memang seorang pemuda yang berbeda . Jika yang lain akan berlomba lomba untuk memamerkan kekayaan untuk menarik gadis cantik tapi Dewa bahkan tidak pernah mau memakai fasilitas mobil mobil mewah yang dimiliki kakak iparnya di sini .
" Kita ke Trunyan , disana kita bisa lihat Danau Batur dari atas . Weekend kita kesana "
" Lihat mayat Kak ??? "
" Yaelah kurang kerjaan bener sih Wa . Kita manjat bukit sama itung itung olahraga "
" Ehhmmm ... "
" Nggak usah kebanyakan mikir , kayak orang susah aja kamu Wa "
" Tapi pekerjaan Dewa kan masih banyak Kak , takutnya besok tambah keteteran kalau kita pergi camping "
" Yaaahhh ... sekali sekali ! Jangan terus terusan spaneng sama kerjaan "
" Ya udah Dewa ikut deh "
TOKKK ... TOOKKK
Seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan , dia adalah sekretaris Adam yang juga membantu tugas tugas Dewa .
" Ok terimakasih Nin , sebentar lagi kami kesana " jawab Adam .
Setelah Nindy pergi mereka segera bersiap siap ke ruang meeting . Pagi ini mereka memang ada janji bertemu dengan klien dari salah satu perusahaan besar yang ada di Bali untuk mengadakan kerja sama .
" Tapi Dewa masih harus menyelesaikan berkas ini Kak , bagaimana ?? Tidak apa apa jika Dewa tinggal ?? "
" Jangan ! Nanti siang berkas itu kita bawa untuk meeting dengan Bimantara Corp . Haishhh ... kakak iparmu memang menyebalkan !! Kenapa harus kita yang dibikin pusing dengan perusahaannya disini !? "
Dewa tertawa kecil mendengar keluhan itu . Perusahaan Adipraja memang baru melebarkan sayapnya di pulau ini , jadi akan sangat menguras energi dan pikiran untuk membuatnya berdiri dengan kokoh .
Sudah ada seorang wanita cantik dan laki laki parubaya di ruangan itu . Mereka terlihat berdiri ketika melihat Adam telah hadir di ruangan itu .
Tanpa membuang waktu Adam segera memulai pembicaraan tentang rencana kerjasama mereka . Di awal dia memang sengaja tidak memperkenalkan diri karena merasa sudah mengenal pria parubaya di depannya .
Pria itu adalah pemilik Nusa Corp yang dikenal dengan nama John Effendi , pria berdarah lnggris lndonesia yang terkenal ramah walau ia adalah seorang pengusaha ternama .
Gadis cantik yang datang bersama John terlihat sering mencuri pandang pada Adam yang sibuk dengan presentasinya . Sosok Adam yang tampan dan terlihat dewasa memang mampu menarik perhatian kaum hawa .
Adam bernafas lega setelah menyelesaikan presentasi yang kadang di selingi pertanyaan dari John . Dan pria tua itu juga terlihat begitu puas dengan uraian Adam tentang proyek mereka .
" Ok sepertinya kita memang harus bekerjasama tuan Adam . O iya ini putri saya Jasmine yang saat ini menjadi wakil CEO di Nusa Corp , dia yang akan meneruskan dan merealisasikan proyek ini . Saya mohon bimbingannya "
" Panggil saja saya Adam , dan terimakasih sudah percaya dengan perusahaan kami . Kami akan melakukan yang terbaik untuk proyek ini . Jangan merendah , saya rasa saya yang harus belajar dari nona Jasmine " kata Adam dengan mencoba tersenyum ramah pada wanita bernama Jasmine itu .
Mereka juga menyempatkan diri untuk makan siang bersama di sebuah restoran . Adam tahu jika Jasmine selalu mencuri pandang padanya , tapi ia tidak peduli .
Baginya wanita adalah makhluk paling ribet sedunia , dia tidak akan mengikuti jejak sahabatnya yaitu Bumi dan Jerry yang bertekuk lutut jika didepan istri mereka . Dia lebih menikmati kesendiriannya .