
" Kenapa dia harus begitu beruntung !? Kenapa dia selalu bertemu menemukan wanita sempurna lebih dulu !! Bumi Attala Adipraja ... Dari dulu kau selalu mengambil milikku "
PYARRR ... PYAARRR ...
Seorang pria jangkung membanting gelas berisikan kopi yang akan ia minum dan sebuah toples kaca tempat kue kering yang disediakan maid untuknya .
" Kendalikan emosimu .. Bumi tidak ada hubungannya dengan kita . Kita tidak bisa menyentuh mereka " Alex memperingatkan putranya yang sedang terbakar emosinya .
Cerita berawal dari minggu lalu ketika ia dan Terra turun untuk sekedar duduk dan menikmati cemilan sore . Mereka berhenti di sebuah ruko yang cukup luas yang menjual roti dan kue yang menurut mereka sangat enak .
Mata Terra tak lepas dari wanita yang melayani mereka . Alex mengakui wanita itu benar benar mempunyai kharisma yang membuat putranya tak bisa berpaling sedikit pun darinya .
Selain sangat cantik wanita itu ramah , dia juga dengan sabar melayani mereka . Bahkan ketika mengetahui wanita itu sudah mempunyai bayi laki laki , hal itu tak menyurutkan kekaguman putranya .
Terra malah terlihat lebih memuja wanita itu karena dengan mata kepalanya sendiri ia melihat kasih sayang yang begitu tulus dari seorang ibu kepada putranya .
" Kau juga akan segera menjadi seorang ayah , kau juga sudah punya Narra !! Bukankah itu yang kau mau dari dulu !? "
" Ayah .. aku menginginkan Narra bukan karena aku mencintainya . Aku menginginkannya hanya untuk membalasnya !! Dia harus membayar setiap tetes air matamu , setiap penderitaan kita !! Dia akan jadi ibu dari anakku , tapii bukan istriku !! ****** seperti dia tak pantas menjadi istri siapapun "
" Terra ... selama ini ayah berjuang memantaskan diri agar kau bisa meraih apa yang kau inginkan . Agar kau bisa kembali menjadi Terra yang dulu . Putra ayah yang baik dan rendah hati "
" Tapi sakit hati Terra masih sangat terasa !! "
" Ayah sudah tua , aku hanya ingin melihatmu bahagia dengan mempunyai keluarga sendiri . Aku ingin melihat cucu cucuku berlarian di sekitarku , aku ingin mendengar tawa mereka sebagai teman di hari tua nanti "
" Ayah ... "
" Jika saja ayah mau ayah bisa menghancurkan orang tua Narra , tapi tidak ayah lakukan . Karena aku hanya ingin sampai disini ... cukup ayah yang merasakan sakitnya melihatmu menderita "
Alexander Gozza yang dulu sempat berapi api membalaskan dendamnya memang semakin lama semakin menyadari kesalahannya . Barnett , pria yang jauh lebih muda darinya itu berkali kali membuatnya sadar akan arti sebuah keluarga .
Barnett sangat mencintai kedua putranya , sampai dia merelakan salah satu putranya pergi ke lndonesia hanya karena Barnett ingin memberikan waktu . Waktu untuk berpikir dan mendewasakan putranya .
Setahunya putra kandung Barnett pergi karena kedua orang tuanya sangat mencintai putra adopsi mereka yang bernama Kevin . Dari Barnett dia tahu bagaimana harus menyikapi kegilaan putranya .
Alex berpikir jika Terra berhasil mempunyai anak dari Narra maka sifat laki laki itu akan berubah . Mungkin dengan mempunyai anak akan menyentuh dan mendorong sisi lainnya sebagai seorang ayah .
" Wanita ? "
" Ya , wanita yang pernah kita temui tempo hari . Pemilik toko kue yang pernah kita datangi "
" Tapi dia sudah bersuami . Kau juga tahu siapa dia . Kita tidak bisa mengganggu dia "
" Dengan senang hati aku akan membunuh suaminya ! Aku juga sudah lama tidak bermain dengan mereka "
Terra menunjuk pada sebaris pisau berbagai ukuran beserta senjata api yang dipajang dalam kamarnya .
" Kita tidak menganggap remeh Adipraja , yang kudengar Alfian Adipraja memang seorang pendiam . Tapi dia adalah mantan penguasa dunia bawah . Aku yakin dia masih mempunyai banyak koneksi yang bisa ia jadikan untuk kekuatannya "
" Ckk .. ayah takut !? "
" Di dunia ini yang paling ayah takutkan adalah melihatmu tidak bahagia , hanya itu "
" Aku bahagia jika wanita itu jadi pendamping hidupku , menjadi istriku ! Kali ini biar aku yang akan menyelesaikan ini semua . Kali ini aku ingin berusaha untuk meraih kebahagiaanku sendiri "
Alex menyerah , putranya tak akan mendengarkan pendapat siapapun ..Terra akan mundur dengan sendirinya jika pikirannya sudah memintanya untuk mundur .
" Ya sudah Ayah ingin istirahat dulu , satu yang Ayah pesan .. jangan pernah mencari kesulitan . Ayah tidak bisa selalu melindungi mu nak "
" Aku bisa menjaga diriku sendiri , aku janji "
Terra melihat tubuh tua itu meninggalkan kamarnya . Dia memang pernah gila ! Tapi matanya tidak buta ketika harus melihat penderitaan ayahnya .
" lni yang terakhir Ayah , aku berjanji akan bahagia bersamanya . Bersama anak anak kami , aku akan menyayangi anaknya seperti aku menyayangi anakku sendiri " ada senyum di sudut bibirnya ketika membayangkan Aira yang sedang menggendong Janu .
Terra yakin wanita berhati penuh kasih itu akan menyembuhkan semua luka masa lalunya . Walaupun dia sekali lagi harus menyingkirkan seseorang .
" Bumi ... kita akan lihat siapa yang akhirnya akan memilikinya "
CLAPPP ..
Tepat ditengah !! Terra melempar pisaunya tepat sasaran di dartz boardnya .