Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
149


Jerry menginjak pedal gasnya dalam dalam , ia ingin segera sampai di mansion milik Putra . Sesuai janjinya pada Bumi hati ini dia harus menjemput Cherry untuk ikut bersamanya .


Mansion Putra memang tidak sebesar kediaman Adipraja , terlihat lebih minimalis dan modern . Mungkin Narra yang menata interiornya . Super model itu memang mempunyai selera yang bagus tentang warna .


Jerry bertemu dengan kepala pelayan di mansion itu dan dia mengutarakan keinginannya . Walau sudah mengenal Bumi tapi kepala pelayan itu tidak semudah itu melepaskan Cherry , karena bisa saja nona muda mereka pulang sewaktu waktu dan menanyakan putrinya .


" Anda bisa telpon salah satu keluarga Adipraja jika tidak percaya dengan saya , mereka hanya ingin mengasuh Cherry sebelum nona kalian pulang "


Setelah beradu argumen lumayan lama akhirnya Cherry diserahkan pada Jerry untuk di bawa ke kediaman Adipraja .


" Hai Cherry , boleh Om kenalan ? Nama kita hampir sama lho .. nama Om Jerry " Jerry duduk berjongkok agar bisa berbicara pada gadis cilik di depannya .


Cherry tampak masih takut , tangannya masih menggenggam ujung baju kepala pelayan .


" Cherry mau ikut Om ke rumah Om Bumi nggak ?! Ke rumah Opa Alfian ? "


Rayuannya berhasil bocah cantik itu terlihat antusias ketika mendengar nama Bumi . Cherry mengangguk dengan cepat , ia memang merindukan sosok laki laki yang sudah ia anggap sebagai papa itu .


Kepala pelayan menyiapkan satu koper besar yang berisi pakaian dan kebutuhan Cherry . Dan ketika Jerry sudah keluar mansion dengan membawa Cherry bersamanya , Bumi tiba tiba menelponnya dan mengabarkan jika Papa dan Mamanya ada di rumah sakit .


Bumi meminta Cherry menginap satu malam bersamanya di apartemen karena Alfian dan Rita mungkin akan pulang larut . Bumi juga sempat berbicara dengan Cherry agar tidak rewel jika berada bersama Jerry .


" Ya Tuhan , ngimpi apa gue semalem ya ... Masa iya gue jadi baby sitternya dia ya . Mana gue tahu cara ngasuh dia ! " Jerry hanya bisa menggaruk kepalanya .


Karena menolak pun percuma , Bumi mengancam akan menarik semua sahamnya di bengkel dan show room jika ia tidak mau mengasuh bocah cantik itu .


Sampai di basement dia menggandeng Cherry menuju ke arah lift . Banyak orang yang melirik keberadaan mereka . Sepertinya mereka curiga kalau dia adalah seorang pedofil yang sedang mengincar korbannya .


Betapa terkejutnya dia ketika masuk dalam apartemennya , refleks dia menutup mata Cherry agar tidak tercemari adegan di depan mereka .


Seorang gadis cantik setengah telanj*ng dengan posisi menantang sedang duduk di atas sofa ruang tamu . Ada banyak pakaian dalam wanita yang tersebar di lantai dengan berbagai bentuk maupun warna .


Jika boleh jujur , jiwa laki lakinya sangat tertantang . Tapi ia masih cukup waras untuk tidak merusak otak gadis cilik yang masih menggandengnya .


" Pakai bajumu , dan bersihkan lantai dari barang barangmu . Cepat !! "


Wanita cantik itu menurut , ia mengambil semua pakaian dalam yang tersebar di lantai dan segera lari ke atas menuju kamar Jerry . Sebenarnya Jerry ingin mengumpat kasar tapi tidak mungkin dia lakukan di depan gadis cilik di sampingnya .


Jerry tidak merasa mempunyai kencan hari ini , tapi wanitanya dengan lancang masuk ke apartemen dan bugil di kamar tamu . Jika saja tidak bersama Cherry ia pastikan bisa langsung melahap habis hidangan di depannya .


" Yuk Cherry masuk ke rumah Om "


" Yuk .. tapi Celli lapel "


" Memang Cherry mau maem apa !? "


" Kentang goyeng sama mayonesse "


" Cherry tunggu sebentar ya , Om bikinin susu dulu mau !? "


Jerry membawa Cherry ke ruang televisi , kemudian memesan online makanan yang kita kira nanti gadis cilik itu akan suka .


" Cherry tunggu disini sebentar sama nonton Dora Emon dulu ya , Om mau ke atas ganti baju . Kalau minum susunya udah selesai nanti di taruh meja ya sayang . ltu juga ada kue kering di atas meja jika kamu mau "


" lya Om ... "


Ternyata gadis cilik itu sangat penurut , Jerry langsung ke atas untuk menemui wanitanya .


Wanita bernama Veni itu berbaring di ranjang dengan posisi menantang , kali ini ia malah sudah telanj*Ng bulat . Veni benar benar ingin menggoda Jerry untuk menjamah tubuhnya .


Tapi wanita itu sedikit terkejut karena Jerry hanya berdiri dan memandangnya nanar .


" Apa maumu !!? Sudah aku bilang kalau hari ini jangan menggangguku , aku ada urusan !! "


" Apa dia anakmu !? Cantik juga "


" Bukan urusanmu !! Berkali kali aku bilang kau hanya wanitaku ... wanita ranjangku ! Jangan campuri urusanku !! "


Veni adalah salah satu wanita Jerry yang ingin sekali menjadi satu satunya untuk laki laki itu . Bahkan dia sudah beberapakali melabrak wanita lain yang kedapatan olehnya sedang bersama Jerry .


" Sekarang pergi !!! "


" Tidak sebelum kau menyentuhku " kata Veni yang dengan tubuh polosnya berjalan ke arah Jerry .


" Dalam mimpimu !! Jika pun aku ingin bercinta maka aku akan mencari wanita selain dirimu . Kau wanita mengerikan !! "


" Tapi kau sangat menikmati tubuhku "


" Dulu ... sebelum kau menjadi gila seperti ini !! Bukankah dari awal sudah aku katakan jika hubungan ini berdasar saling membutuhkan , atas dasar suka sama suka "


" Aku tahu , tapi aku hanya ingin ini bermain denganku " Veni meremas lembut area bawah Jerry yang masih mengenakan celana jeans .


" Baik !! Ayo kita lakukan , tapi setelah itu pergi dari sini "


' Ok deal "


Jerry berpikir Veni tidak akan mudah untuk pergi dari apartemen jika belum mendapat kemauannya . Untuk sekali ini dia terpaksa melakukan hal yang sangat tidak ingin dia lakukan .


Jerry mendorong kasar tubuh polos itu ke pinggiran ranjang dan melepas celananya sendiri , dan dari belakang ia menghunjam kasar tubuh Veni . Untung saja kamarnya memakai peredam suara hingga jeritan jeritan Veni tidak sampai terdengar dari luar .


Hingga akhirnya mereka menyelesaikan permainannya dengan cepat . Raut Veni tampak begitu puas dengan permainan singkat yang sangat kasar itu .


" Kau selalu hebat sayang "


" Pergi !!! "