
Jerry menginjak pedal gasnya dalam dalam , ia ingin segera sampai di mansion milik Putra . Sesuai janjinya pada Bumi hati ini dia harus menjemput Cherry untuk ikut bersamanya .
Mansion Putra memang tidak sebesar kediaman Adipraja , terlihat lebih minimalis dan modern . Mungkin Narra yang menata interiornya . Super model itu memang mempunyai selera yang bagus tentang warna .
Jerry bertemu dengan kepala pelayan di mansion itu dan dia mengutarakan keinginannya . Walau sudah mengenal Bumi tapi kepala pelayan itu tidak semudah itu melepaskan Cherry , karena bisa saja nona muda mereka pulang sewaktu waktu dan menanyakan putrinya .
" Anda bisa telpon salah satu keluarga Adipraja jika tidak percaya dengan saya , mereka hanya ingin mengasuh Cherry sebelum nona kalian pulang "
Setelah beradu argumen lumayan lama akhirnya Cherry diserahkan pada Jerry untuk di bawa ke kediaman Adipraja .
" Hai Cherry , boleh Om kenalan ? Nama kita hampir sama lho .. nama Om Jerry " Jerry duduk berjongkok agar bisa berbicara pada gadis cilik di depannya .
Cherry tampak masih takut , tangannya masih menggenggam ujung baju kepala pelayan .
" Cherry mau ikut Om ke rumah Om Bumi nggak ?! Ke rumah Opa Alfian ? "
Rayuannya berhasil bocah cantik itu terlihat antusias ketika mendengar nama Bumi . Cherry mengangguk dengan cepat , ia memang merindukan sosok laki laki yang sudah ia anggap sebagai papa itu .
Kepala pelayan menyiapkan satu koper besar yang berisi pakaian dan kebutuhan Cherry . Dan ketika Jerry sudah keluar mansion dengan membawa Cherry bersamanya , Bumi tiba tiba menelponnya dan mengabarkan jika Papa dan Mamanya ada di rumah sakit .
Bumi meminta Cherry menginap satu malam bersamanya di apartemen karena Alfian dan Rita mungkin akan pulang larut . Bumi juga sempat berbicara dengan Cherry agar tidak rewel jika berada bersama Jerry .
" Ya Tuhan , ngimpi apa gue semalem ya ... Masa iya gue jadi baby sitternya dia ya . Mana gue tahu cara ngasuh dia ! " Jerry hanya bisa menggaruk kepalanya .
Karena menolak pun percuma , Bumi mengancam akan menarik semua sahamnya di bengkel dan show room jika ia tidak mau mengasuh bocah cantik itu .
Sampai di basement dia menggandeng Cherry menuju ke arah lift . Banyak orang yang melirik keberadaan mereka . Sepertinya mereka curiga kalau dia adalah seorang pedofil yang sedang mengincar korbannya .
Betapa terkejutnya dia ketika masuk dalam apartemennya , refleks dia menutup mata Cherry agar tidak tercemari adegan di depan mereka .
Seorang gadis cantik setengah telanj*ng dengan posisi menantang sedang duduk di atas sofa ruang tamu . Ada banyak pakaian dalam wanita yang tersebar di lantai dengan berbagai bentuk maupun warna .
Jika boleh jujur , jiwa laki lakinya sangat tertantang . Tapi ia masih cukup waras untuk tidak merusak otak gadis cilik yang masih menggandengnya .
" Pakai bajumu , dan bersihkan lantai dari barang barangmu . Cepat !! "
Wanita cantik itu menurut , ia mengambil semua pakaian dalam yang tersebar di lantai dan segera lari ke atas menuju kamar Jerry . Sebenarnya Jerry ingin mengumpat kasar tapi tidak mungkin dia lakukan di depan gadis cilik di sampingnya .
Jerry tidak merasa mempunyai kencan hari ini , tapi wanitanya dengan lancang masuk ke apartemen dan bugil di kamar tamu . Jika saja tidak bersama Cherry ia pastikan bisa langsung melahap habis hidangan di depannya .
" Yuk Cherry masuk ke rumah Om "
" Yuk .. tapi Celli lapel "
" Memang Cherry mau maem apa !? "
" Kentang goyeng sama mayonesse "
" Cherry tunggu sebentar ya , Om bikinin susu dulu mau !? "
Jerry membawa Cherry ke ruang televisi , kemudian memesan online makanan yang kita kira nanti gadis cilik itu akan suka .
" Cherry tunggu disini sebentar sama nonton Dora Emon dulu ya , Om mau ke atas ganti baju . Kalau minum susunya udah selesai nanti di taruh meja ya sayang . ltu juga ada kue kering di atas meja jika kamu mau "
" lya Om ... "
Ternyata gadis cilik itu sangat penurut , Jerry langsung ke atas untuk menemui wanitanya .
Wanita bernama Veni itu berbaring di ranjang dengan posisi menantang , kali ini ia malah sudah telanj*Ng bulat . Veni benar benar ingin menggoda Jerry untuk menjamah tubuhnya .
Tapi wanita itu sedikit terkejut karena Jerry hanya berdiri dan memandangnya nanar .
" Apa maumu !!? Sudah aku bilang kalau hari ini jangan menggangguku , aku ada urusan !! "
" Apa dia anakmu !? Cantik juga "
" Bukan urusanmu !! Berkali kali aku bilang kau hanya wanitaku ... wanita ranjangku ! Jangan campuri urusanku !! "
Veni adalah salah satu wanita Jerry yang ingin sekali menjadi satu satunya untuk laki laki itu . Bahkan dia sudah beberapakali melabrak wanita lain yang kedapatan olehnya sedang bersama Jerry .
" Sekarang pergi !!! "
" Tidak sebelum kau menyentuhku " kata Veni yang dengan tubuh polosnya berjalan ke arah Jerry .
" Dalam mimpimu !! Jika pun aku ingin bercinta maka aku akan mencari wanita selain dirimu . Kau wanita mengerikan !! "
" Tapi kau sangat menikmati tubuhku "
" Dulu ... sebelum kau menjadi gila seperti ini !! Bukankah dari awal sudah aku katakan jika hubungan ini berdasar saling membutuhkan , atas dasar suka sama suka "
" Aku tahu , tapi aku hanya ingin ini bermain denganku " Veni meremas lembut area bawah Jerry yang masih mengenakan celana jeans .
" Baik !! Ayo kita lakukan , tapi setelah itu pergi dari sini "
' Ok deal "
Jerry berpikir Veni tidak akan mudah untuk pergi dari apartemen jika belum mendapat kemauannya . Untuk sekali ini dia terpaksa melakukan hal yang sangat tidak ingin dia lakukan .
Jerry mendorong kasar tubuh polos itu ke pinggiran ranjang dan melepas celananya sendiri , dan dari belakang ia menghunjam kasar tubuh Veni . Untung saja kamarnya memakai peredam suara hingga jeritan jeritan Veni tidak sampai terdengar dari luar .
Hingga akhirnya mereka menyelesaikan permainannya dengan cepat . Raut Veni tampak begitu puas dengan permainan singkat yang sangat kasar itu .
" Kau selalu hebat sayang "
" Pergi !!! "