Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
59


" Ibu mohon ... kembalikan putri dan cucuku , terimakasih kalian sudah ingin menjadikan mereka bagian dari keluarga ini lagi . Tapi aku mohon , kembalikan mereka padaku !! " kata lbu Sri dengan tatapan nanar pada menantunya .


Bumi luruh dihadapan mertuanya , dia tahu dia bersalah tapi ia tak akan sanggup untuk melepaskan anak dan istrinya .


" Pukul .. tampar .. atau bunuh Bumi ! Hukum Bumi dengan cara apapun . Tapi jangan pernah pisahkan Bumi dengan anak dan istri Bumi ... "


Rita merengkuh tubuh lbu Sri , mereka sama sama menangis . Tak menyangka bahwa kedamaian dan keharmonisan yang mereka lihat dalam rumah tangga putra putri mereka hanyalah kamuflase untuk menyembunyikan sesuatu yang sangat menyakitkan seperti ini .


Air menenangkan ibu dan mertuanya sedang Dewa menghampiri Bumi yang masih luruh di bawah . Dewa bisa melihat pria yang biasa terlihat arogan itu terlihat mengeluarkan air matanya !!


" Biarkan mbak Air dan Janu sementara pulang bersama kami dulu , jika situasi sudah kondusif kita bisa bicara lagi . Dewa yang akan menjaga mereka Mas . Dewa janji Dewa sendiri yang akan mengantar anak dan istri Mas Bumi jika semua sudah selesai . Sabar Mas "


Dewa menepuk bahu kakak iparnya , bisa saja Dewa , Bumi ataupun Air menjelaskan apa yang terjadi pada mereka malam ini juga . Tapi jika melihat situasinya apapun pembelaan mereka tak akan ada gunanya . Karena semua sedang terpacu oleh emosi .


Bumi mengangguk , ia bersyukur mempunyai seorang adik ipar seperti Dewa . Laki laki muda itu sangat dewasa jika sedang menghadapi suatu masalah . Walau sudah pernah mendapat bogem mentahnya hingga babak belur tapi tak menyurutkan rasa kagumnya pada seorang Dewa .


" Mas .. "


Air menghampiri suaminya yang masih duduk bersama Dewa . Bumi langsung berdiri dan merengkuh erat tubuh sang istri .


" Sayang ... "


" Air sayang sama Mas " bisik Air lirih tepat ditelinga suaminya , dan Bumi mengecup pucuk kepala sang istri .


Dewa berdehem cukup keras agar dua orang didepannya tersadar bahwa ada banyak mata yang sedang menatap tak suka pada mereka .


" Air kita pulang sekarang nak "


" Tapi Bu ... "


Dewa mendekat ke arah kakaknya dan berbisik .


" Percayakan semua pada suami Embak , Mas Bumi akan menyelesaikan semua . Anggap ini pengajaran untuknya , siapa suruh dia membuat embak dan Janu menangis waktu itu " ejek Dewa pada Bumi yang sedang menatapnya sebal .


" Kami mohon jangan bawa menantu dan cucu kami mba Sri , kami berjanji akan memperbaiki semua . Maafkan kami ... "


" Aku tidak sekejam yang kalian kira , aku tidak akan memisahkan seorang istri dari suaminya . Tapi aku akan mengembalikan mereka ketika aku melihat semuanya memang sudah benar benar berjalan dengan baik " ujar lbu Sri tegas .


Dulu ia menelan pil pahit ketika putrinya hanya menjadi istri siri seorang Reynand Adipraja karena pernikahan mereka terhalang oleh restu kedua orang tua . Dia masih mencoba mengerti itu semua . Yang penting Aira bahagia , begitu pikirnya .


Tapi kini , ia melihat kembali putri kesayangannya kembali disakiti . Sekuat apapun hatinya ia tidak akan sanggup melihat putrinya kembali menderita . Sejak suaminya meninggal Sri adalah ibu sekaligus ayah untuk putra dan putrinya .


Ibu Sri berjalan mendekati menantunya yang masih berdiri disamping Aira putrinya .


" Buktikan pada ibu jika kau benar benar mencintai anak dan istrimu , jika kau bisa maka ibu akan mengembalikan mereka dengan ikhlas "


Bumi mengangguk mantap , ia kemudian meminta Janu yang masih ada dalam gendongan mertuanya .


" Boleh saya menggendongnya ?! Kangen sama gembul "


lbu Sri memberikannya karena kebetulan Janu sepertinya memang ingin bersama dengan Bumi . Bayi itu merentangkan tangannya seolah olah ingin ikut papa sambungnya itu .


" De , bantu papa ya . Doain papa dan mama bisa melalui ini semua . Papa sayang banget sama Janu .. Maaf kalau papa sempat bikin salah sama mama dan kamu ya De " lirih Bumi sembari menciumi dua pipi Janu .


Suasana kembali sepi ketika Anak , istri dan adik ipar dan mertuanya sudah meninggalkan rumah itu . Tragis !! Malam penyambutan yang sudah istrinya siapkan hingga sedemikian rupa telah menjadi malam perpisahan untuk mereka .


Alfian sudah beristirahat di kamarnya , dia melihat mamanya mendekat dan membawa segelas kopi untuknya .


" lstirahatlah di kamar nak , siapkan kondisi badanmu untuk menghadapi hari esok . Tidak mudah menaklukkan hati mertuamu . Satu pelajaran untukmu .. jangan pernah terbawa terlalu jauh dengan egomu . Yang kau lihat dan yang kau dengar mungkin tidak seperti yang kau kira "


" Mah ... "


Baru beberapa saat dia ditinggalkan , tapi dia sudah benar benar rindu pada istrinya . Dia rindu dengan tatapan teduh dan suara penuh kelembutan dari sang istri . Dia rindu ketika Air yang begitu mandiri menjadi gadis manja untuknya . Dia rindu semua hal tentang istrinya ... semua .


Tapi ia berjanji akan membuat anak dan isterinya kembali secepatnya padanya . Tempat mereka adalah berada disisinya , dan untuk itu apapun akan ia lakukan . Bahkan jika hal itu bisa melukai dirinya sendiri .