
" Apaaa !!! Kenapa kalian biarkan nyonya keluar , kalian semua akan menanggung akibatnya jika terjadi apa apa padanya !! "
" Kami masih mengikuti nyonya tuan "
Bumi memijit pelipisnya , salah satu pengawal di kediaman Adipraja baru saja melaporkan bahwa nyonya muda mereka bersikeras menaiki motor untuk menyusul sang suami ke perusahaan .
Dan yang membuat Bumi tak habis pikir adalah motor yang digunakan sang istri adalah motor sport miliknya . Selama ini ia tahu Air memang bisa menggunakan motor , tapi hanya motor matic yang dulu ia gunakan sebelum menjadi istrinya .
" Nyonya sudah ada di area gedung Adipraja "
Seorang pengawal mengiriminya sebuah gambar yang menampilkan gambar sang istri yang sedang menaiki salah satu motornya .
" Sayang ... "
Bumi baru kali ini melihat tampilan yang sangat berbeda dari istrinya . Aira biasanya berpenampilan sangat keibuan dengan dress yang sederhana . Tapi kali ini penampilan Air yang mengunakan baju serba hitam membuat istrinya terlihat sangat seksi !!
" Dam .. bini gue mau kesini !! Elo jemput dia di bawah . Kelihatannya ada yang nggak beres "
" Kenapa bukan elo aja !?? "
" Elo mau lihat perang dunia di bawah ? "
" Aira lagi marah sama elo , masalah apa lagi sih ? "
" Gue juga nggak tahu , tapi nggak biasa biasanya dia nekat kesini . Padahal udah gue ultimatum dia nggak boleh keluar keluar rumah "
" Pantes , wajarlah dia marah ! Dia kan bukan anak kecil yang bisa elo atur sesukanya . Gue yakin elo belom cerita soal Terra "
" Dia nggak bakal percaya , elo kan tahu dia seperti apa ! "
" Ya siapa tahu kalau elo cerita terus dia bakal percaya . Elo kan suaminya "
Bumi mendengus kasar , Adam selalu tidak bisa berpihak padanya . Adam selalu bisa mencari letak kesalahannya dan yang membuat kesal adalah sahabatnya itu selalu saja benar .
Bumi terkejut ketika ponselnya berbunyi , dan ia bertambah terkejut ketika tahu Air yang sedang menelponnya .
" Ya sayang ... "
" Mas aku di bawah , di area parkir depan ... Mas kesini ya "
" Baik aku kesana "
Setelah menutup telponnya Bumi terlihat tergesa keluar dari ruangannya .
" Elo mau kemana B ?? Gimana nih , jadi gue jemput Aira di bawah !? " teriak Adam pada Bumi yang sudah berlari keluar .
" Gue yang pergi ... kalau ada apa apa telpon gue aja !! "
Adam hanya bisa menggelengkan kepalanya , didatangi istri saja sudah seheboh itu . Dia berharap jikapun akan ada masalah mereka bisa menyelesaikannya dengan baik .
Bumi segera menghampiri sang istri yang terlihat berteduh dibawah pohon yang ada di area parkir depan gedung Adipraja . Wajahnya seketika tampak marah ketika beberapa pasang mata lelaki sedang memperhatikan kecantikan istrinya .
" Sayang , kok bandel sih ! Kenapa nggak minta diantar supir saja . Dan sejak kapan kamu bisa pakai motor gede seperti ini !? Kalau ada apa apa di jalan ... "
CUPP !!
" Udah ngomongnya !? "
" Tadi kalau ada ... "
CUPP !!
Sekali lagi ciuman singkat mendarat di bibirnya , dan itu sedikit membangkitkan sesuatu di bawah sana .
" Sayang .... "
" Air kesini bukan untuk mendengar Mas ngomel ngomel ! Air kangen sama Mas "
Bumi masih tak mampu berkata kata , ia pikir istri tercintanya akan datang dengan kemarahannya . Tapi yang di depannya sekarang adalah sang istri dengan semua kemanjaannya . Dan Bumi sangat suka jika sang istri menjadi sangat manja padanya seperti ini .
" Kita jalan jalan pakai ini " Air menepuk motor yang ada disebelahnya .
" Kamu mau jalan jalan kemana sayang !? "
" Kemana saja , terserah Mas ! Sejak menikah Air nggak pernah di ajak jalan jalan sama Mas , keluar paling banter makan bakso di perempatan depan rumah "
" Kamu mau kita bulan madu !? Bisa Mas atur kok . Ke Paris ? Maldives ? Yunani !? "
" Telat !! Udah mau setahun kita nikah masa ngajak bulan madunya baru sekarang " cibir Air .
" Dede sama siapa di rumah !? "
' Tadi lagi bobo pas aku tinggal , Mama bilang nanti sore Dede mau diajak makan malam . Katanya sih ada temen Papa datang dari Beijing "
" Beijing ? Perasaan relasi Papa nggak, ada yang berasal.dari sana "
" lni kapan mau jalan jalannya !! "
" Ya udah kita cari makan saja , terus muter muter sebentar "
Seorang sekuriti terlihat berlari kecil kearah mereka . Dia membawa sebuah helm berwarna hitam yang sama persis dengan yang dipakai Air saat ini .
" lni pak helmnya "
" Hemmm "
Air mencubit lengan suaminya , gemas dengan mode dingin yang kembali diperlihatkan Bumi di depan sekuritinya .
" Aww .. sakit Yank !! Nanti malam saja kalau mau main kasar "
Mode menyebalkan suaminya kembali muncul ketika sekuriti itu telah pergi kembali ke tempatnya . Air melingkarkan satu tangannya pada pinggang suaminya .
" Mas ... '
" Apa sayang "
" Mas Bumi ganteng "
Bumi sontak tertawa setelah mendengarnya , ia sudah bisa menebak pasti ada udang di balik batu yang disembunyikan oleh istrinya .