
Setelah makan malam selesai mereka akhirnya mereka keluar dari restoran itu , tentu saja dengan formasi yang sama seperti ketika mereka masuk tadi . Satu tangan Jerry menggendong Cherry sedang tangan yang lain merengkuh pinggang Nayya .
Sampai di pintu keluar mereka dikejutkan dengan suara seorang wanita yang memanggil nama Nayya . Dan mereka berhenti untuk mengetahui siapa wanita itu .
" Nay !! Kamu Nayya kan !? "
Jerry bernafas lega ketika wanita yang memanggil gadis di sampingnya bukan salah satu wanita yang sering berkencan dengannya . Sedang Nayya mengernyitkan dahinya karena lupa lupa ingat dengan wajah wanita itu .
" lya .. aku Nayya , Embak siapa ya !? "
" Kau lupa !? Dulu aku bekerja di kafe yang sama denganmu , tapi hanya sebentar karena aku menikah . Ini suamimu !? " tatapan wanita itu seperti sedikit mengejek ke arah Jerry .
Penampilan kasual Jerry malam ini memang sangat sederhana . Dia hanya mengenakan kaos putih , celana jeans hitam serta sepatu sneaker putih . Sebenarnya ia berpenampilan seperti itu untuk mengimbangi penampilan Nayya yang terlihat masih sangat muda .
Jika menggunakan setelan jas Jerry malah seperti seorang sugar Daddy yang sedang berjalan bersama sugar baby nya .
" Sayang aku ke sana dulu ambil mobil " dengan masih menggendong Cherry dia berjalan ke arah petugas valet restoran itu .
Jerry menekan kata sayang agar wanita itu tahu bahwa dia sudah sepenuhnya menjadi milik Nayya .
" Ehhh .. iya Kak " jawab Nayya yang seketika gugup dipanggil dengan kata ' sayang ' .
" Suamimu ganteng juga , tapi ganteng doang nggak bakal bisa menjamin kebahagiaan kita Nay ! Suamiku manager di sebuah showroom terbesar di kota ini . Dia membawahi semua cabang yang ada di pulau Jawa ini "
" Ooo .. Embak beruntung ya "
" Pasti dong , suamimu kerja apa !? "
" Nay nggak tahu mbak , denger denger sih bengkel gitu " jawab Nayya seadanya karena ia memang tidak tahu persis pekerjaan Jerry .
" Bengkel ?? Pantes ... ltu suami ku lagi berjalan ke arah kita "
" Sayang ... " seorang laki laki dengan penampilan perlente mendekat ke arah wanita yang sampai sekarang Nayya belum ingat siapa namanya .
" lni temanmu !? "
" Iya Pah .. Nayya kenalin ini suamiku "
Nayya hanya tersenyum dan mengangguk tanpa , ia sedikit tidak nyaman dengan cara memandang pria itu yang seperti sedang menelanjanginya .
" Suamimu bisa menghubungi suamiku jika butuh pekerjaan yang lebih layak . Jangan sungkan kita kan teman lama " wanita itu sekali lagi memandang dirinya remeh .
Tapi Nayya tak sambil pusing dengan hal itu karena dia memang hanya seorang baby sitter , dia bukan siapa siapa di banding wanita yang di depannya .
" Tuan Jerry ... "
Suami wanita itu mengangguk hormat ketika Jerry kembali datang ke arah mereka .
" Sayang mobil kita datang , ayo pulang "
" Tuan Jerry ... "
" lya tuan ini istri saya , Mah ini atasan papa . Beliau pemilik showroom dan bengkel tempat papa bekerja "
" Hahhh .. " wajah wanita itu tampak pucat , kesombongannya runtuh dengan sendirinya tanpa ada satu kata pun dari Nayya ataupun Jerry .
" Dan ini istriku ... "
Setelah berkata seperti itu Jerry kembali menggandeng tangan Nayya ke arah mobil mereka . Jerry berhenti setelah beberapa langkah dan menoleh ke arah suami wanita yang tadi menghina gadis yang di gandengnya .
" Satu lagi ... ajari istrimu untuk berlaku sopan terhadap istriku . Dan kau !! Jangan pernah lagi berani mengangkat pandanganmu pada istriku !! Jika saja tadi wanitaku marah maka akan aku pastikan kau pergi dari perusahaanku . Sebagai peringatan aku akan mencabut mobil inventaris yang kuberikan padamu . Dan mulai besok kau bukan lagi manager , kau pindah ke bagian pemasaran "
" Tuan .. maafkan kami "
Tapi nasi telah menjadi bubur , pria itu hafal dengan sikap Jerry yang sangat tegas jika itu menyangkut pekerjaan .
Sedang Jerry segera melesatkan mobilnya menuju apartemennya . Jerry merasa gadis disampingnya menjadi pendiam setelah pulang dari restoran tadi .
" Nay ... kok diem "
" lya Kak , Cherry tidur ... Nay takut bangunin dia kalau banyak bicara " dalih Nayya .
Jerry hanya tersenyum tapi ia tahu itu bukan alasan kebungkaman gadis itu .
" Kau keberatan karena tadi aku menyebutmu sebagai istriku !? "
" Bukan begitu ... "
" Jawabannya hanya ya atau tidak Nay "
" Ehmm .. bingung jawabnya . Di jawab enggak nanti kak Jerry mengira Nayya gadis kecentilan . Di jawab iya Nayya takut Kakak marah "
" Berarti kamu keberatan jika aku tadi memanggilmu sebagai istriku !? "
" Siapa bilang ? Hanya terdengar sedikit aneh di telinga Nayya "
Jerry tertawa puas melihat gadis yang terlihat kebingungan itu . Malam ini kota Jakarta terlihat begitu indah ketika dia mengemudikan mobilnya dengan didampingi gadis cantik yang lugu di sampingnya .
" Berarti kau tidak keberatan kan ?? "
" Enggaaakkkk ... !!! " jawab Nayya dengan mengerucutkan bibirnya , ia merasa Jerry sudah menyudutkan jawabannya .
" Deal ... kita menikah secepatnya !! "
" APA KAK !!!!! "