Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
164


Setelah makan malam selesai mereka akhirnya mereka keluar dari restoran itu , tentu saja dengan formasi yang sama seperti ketika mereka masuk tadi . Satu tangan Jerry menggendong Cherry sedang tangan yang lain merengkuh pinggang Nayya .


Sampai di pintu keluar mereka dikejutkan dengan suara seorang wanita yang memanggil nama Nayya . Dan mereka berhenti untuk mengetahui siapa wanita itu .


" Nay !! Kamu Nayya kan !? "


Jerry bernafas lega ketika wanita yang memanggil gadis di sampingnya bukan salah satu wanita yang sering berkencan dengannya . Sedang Nayya mengernyitkan dahinya karena lupa lupa ingat dengan wajah wanita itu .


" lya .. aku Nayya , Embak siapa ya !? "


" Kau lupa !? Dulu aku bekerja di kafe yang sama denganmu , tapi hanya sebentar karena aku menikah . Ini suamimu !? " tatapan wanita itu seperti sedikit mengejek ke arah Jerry .


Penampilan kasual Jerry malam ini memang sangat sederhana . Dia hanya mengenakan kaos putih , celana jeans hitam serta sepatu sneaker putih . Sebenarnya ia berpenampilan seperti itu untuk mengimbangi penampilan Nayya yang terlihat masih sangat muda .


Jika menggunakan setelan jas Jerry malah seperti seorang sugar Daddy yang sedang berjalan bersama sugar baby nya .


" Sayang aku ke sana dulu ambil mobil " dengan masih menggendong Cherry dia berjalan ke arah petugas valet restoran itu .


Jerry menekan kata sayang agar wanita itu tahu bahwa dia sudah sepenuhnya menjadi milik Nayya .


" Ehhh .. iya Kak " jawab Nayya yang seketika gugup dipanggil dengan kata ' sayang ' .


" Suamimu ganteng juga , tapi ganteng doang nggak bakal bisa menjamin kebahagiaan kita Nay ! Suamiku manager di sebuah showroom terbesar di kota ini . Dia membawahi semua cabang yang ada di pulau Jawa ini "


" Ooo .. Embak beruntung ya "


" Pasti dong , suamimu kerja apa !? "


" Nay nggak tahu mbak , denger denger sih bengkel gitu " jawab Nayya seadanya karena ia memang tidak tahu persis pekerjaan Jerry .


" Bengkel ?? Pantes ... ltu suami ku lagi berjalan ke arah kita "


" Sayang ... " seorang laki laki dengan penampilan perlente mendekat ke arah wanita yang sampai sekarang Nayya belum ingat siapa namanya .


" lni temanmu !? "


" Iya Pah .. Nayya kenalin ini suamiku "


Nayya hanya tersenyum dan mengangguk tanpa , ia sedikit tidak nyaman dengan cara memandang pria itu yang seperti sedang menelanjanginya .


" Suamimu bisa menghubungi suamiku jika butuh pekerjaan yang lebih layak . Jangan sungkan kita kan teman lama " wanita itu sekali lagi memandang dirinya remeh .


Tapi Nayya tak sambil pusing dengan hal itu karena dia memang hanya seorang baby sitter , dia bukan siapa siapa di banding wanita yang di depannya .


" Tuan Jerry ... "


Suami wanita itu mengangguk hormat ketika Jerry kembali datang ke arah mereka .


" Sayang mobil kita datang , ayo pulang "


" Tuan Jerry ... "


" lya tuan ini istri saya , Mah ini atasan papa . Beliau pemilik showroom dan bengkel tempat papa bekerja "


" Hahhh .. " wajah wanita itu tampak pucat , kesombongannya runtuh dengan sendirinya tanpa ada satu kata pun dari Nayya ataupun Jerry .


" Dan ini istriku ... "


Setelah berkata seperti itu Jerry kembali menggandeng tangan Nayya ke arah mobil mereka . Jerry berhenti setelah beberapa langkah dan menoleh ke arah suami wanita yang tadi menghina gadis yang di gandengnya .


" Satu lagi ... ajari istrimu untuk berlaku sopan terhadap istriku . Dan kau !! Jangan pernah lagi berani mengangkat pandanganmu pada istriku !! Jika saja tadi wanitaku marah maka akan aku pastikan kau pergi dari perusahaanku . Sebagai peringatan aku akan mencabut mobil inventaris yang kuberikan padamu . Dan mulai besok kau bukan lagi manager , kau pindah ke bagian pemasaran "


" Tuan .. maafkan kami "


Tapi nasi telah menjadi bubur , pria itu hafal dengan sikap Jerry yang sangat tegas jika itu menyangkut pekerjaan .


Sedang Jerry segera melesatkan mobilnya menuju apartemennya . Jerry merasa gadis disampingnya menjadi pendiam setelah pulang dari restoran tadi .


" Nay ... kok diem "


" lya Kak , Cherry tidur ... Nay takut bangunin dia kalau banyak bicara " dalih Nayya .


Jerry hanya tersenyum tapi ia tahu itu bukan alasan kebungkaman gadis itu .


" Kau keberatan karena tadi aku menyebutmu sebagai istriku !? "


" Bukan begitu ... "


" Jawabannya hanya ya atau tidak Nay "


" Ehmm .. bingung jawabnya . Di jawab enggak nanti kak Jerry mengira Nayya gadis kecentilan . Di jawab iya Nayya takut Kakak marah "


" Berarti kamu keberatan jika aku tadi memanggilmu sebagai istriku !? "


" Siapa bilang ? Hanya terdengar sedikit aneh di telinga Nayya "


Jerry tertawa puas melihat gadis yang terlihat kebingungan itu . Malam ini kota Jakarta terlihat begitu indah ketika dia mengemudikan mobilnya dengan didampingi gadis cantik yang lugu di sampingnya .


" Berarti kau tidak keberatan kan ?? "


" Enggaaakkkk ... !!! " jawab Nayya dengan mengerucutkan bibirnya , ia merasa Jerry sudah menyudutkan jawabannya .


" Deal ... kita menikah secepatnya !! "


" APA KAK !!!!! "