
" Terra Bajhra Gozza ... putra dari seorang pejabat bernama Alexander Gozza . Kok gue kayak nggak asing dengan nama itu ya ! Pernah dengar tapi lupa di mana " kata Deniel yang siang itu ada di apartemen Varo .
Dia mampir sehabis mengantarkan Dilla ke airport bersama Varo dan istrinya . Hari ini aunty nya akan kembali ke Rusia . Dia sengaja mampir untuk membahas permintaan Air padanya .
" Dia juga udah nahan mantan pelanggan eksklusif elo ... yang kata elo mirip Megan Fox itu "
" Nggak usah di bahas lagi kalau yang itu !! Gue nggak mau ikut campur urusan mereka . Tapi akan jadi urusan gue kalau pria psikopat itu mau ganggu Air sama Janu . Gue bikin jadi perkedel kalau dia berani sentuh anak gue , enak aja !! "
" Sebelum elo bertindak pasti pawangnya udah maju duluan !! Dari info yang gue dapat Terra koma dua hari gara gara di hajar sama pawangnya Aira "
Mereka hanya terkekeh bersama , jangankan mengganggu untuk melihat saja tidak akan di ijinkan oleh sang pawang . Dengan bantuan Varo semua memang menjadi lebih mudah . Dalam waktu singkat Deniel langsung mendapat semua informasi tentang pria yang dia selidiki .
" Thanks elo udah bantuin cari info , gue harus peringatkan Aira agar lebih hati hati "
" Seperti kata elo , urusan Aira dan Janu juga akan menjadi urusanku jika itu menyangkut tentang keselamatan mereka ! "
Tampa Varo sadar kata kata barusan sedikit menyentil hati wanita yang tidak sengaja mendengarnya . Erin menghampiri mereka dengan membawa dua gelas minuman dingin .
" Nggak usah repot repot ! Gue udah biasa ambil sendiri "
" Nggak repot kok , kan cuma air . Ya udah Erin ada kelas siang ini ! Erin tinggal dulu ya Kak Deniel "
" Ok ... "
" Gue anterin istri gue dulu , nanti kita bicara lagi "
Varo beranjak dari duduknya untuk mengambil kunci mobil , dia sendiri yang akan mengantar istrinya ke kampus . Sejak kejadian dengan Egy beberapa hari yang lalu ia selalu menyempatkan diri untuk antar jemput istri kecilnya .
" He em , gue juga mau telpon Air dulu "
Varo heran dengan kebungkaman sang istri yang duduk di sisinya . Biasanya gadis itu tidak bisa diam jika berada dalam mobil seperti ini , ada saja yang akan ia ceritakan .
" Sayang .. kamu sehat kan ?! "
" Kalau sakit Erin nggak bakal ke kampus Mas , gimana sih " sahut Erin sedikit kesal .
Entah kenapa setelah mendengar kata kata yang tadi ia dengar di ruang tamu hatinya menjadi sedikit sakit .
" Kamu lagi marah sama aku !? "
" Enggak !! "
Varo menepikan mobilnya di sebuah rest area yang kebetulan mereka lewati , ia merasa ada yang aneh dengan sang istri . Varo bukan tipe laki laki yang bisa membiarkan begitu saja jika ia merasa ada masalah dalam dirinya ataupun sang istri .
" Apa Mas sudah melakukan kesalahan !? "
" Bicara dulu , setelah itu berangkat "
Erin menatap keluar jendela . Sakit rasanya ketika mendengar suaminya masih saja memberi perhatian pada wanita lain , yang dia tahu benar bahwa wanita itu pernah sangat di cintai oleh suaminya .
" Apa di hati Mas masih ada Mbak Air ? "
" Pertanyaan macam apa itu ?? Kamu dengar tadi yang aku bicarakan dengan Deniel ?! "
Erin tidak menjawab , tapi Varo sudah tahu apa jawaban dari pertanyaannya .
" Aku pernah menyukainya , ada rasa ingin melindunginya saat aku tahu dia di sia siakan oleh suaminya sendiri ! Tapi otakku masih waras , aku tidak akan mengganggu rumah tangga orang lain . Apa kau sedang cemburu Nyonya Alvaro !? "
" ltu tidak menjawab pertanyaanku Mas "
" Seperti halnya Deniel yang sampai saat ini bahkan masih menganggap Janu sebagai putranya sendiri . Begitupun aku , aku menganggap mereka adalah bagian dari keluargaku . Tapi kau ... kau adalah istriku ... cintaku ! Jangan bertanya sejak kapan aku mencintaimu . Aku tidak tahu . Tapi aku tak akan bisa hidup tanpamu "
" Gombal " sahut Erin tersipu mendengar kata cinta dari suaminya .
" Hei seharusnya kau tersanjung sayang "
" Menyebalkan !! "
" Dan bersiaplah !! Laki laki menyebalkan ini akan membuatmu melayang sampai pagi dan aku tidak akan berhenti walau kau sudah memohon padaku sayang "
Mereka akhirnya kembali meneruskan perjalanan mereka . Mungkin karena jauh lebih dewasa dari istrinya , Varo bisa selalu mengimbangi sikap manja kekanakan yang dimiliki Erin .
Sementara itu Deniel menelpon Aira yang siang itu sedang bermain dengan Janu di kamarnya . Kadang Air merasa kewalahan dengan Janu yang selalu bergerak aktif sejak mulai bisa berjalan .
Aira menerima telpon dengan terus mengawasi putranya yang sedang berdiri merambati sofa .
" Ya Den gimana !? Udah kamu dapat infonya ? "
" Terra orang yang berbahaya , mending kamu jauhin dia ! Dia juga pernah punya kisah dengan Narra , madu elo "
" Berbahaya gimana maksudnya ? "
" Ya pokoknya bahaya , dia nggak waras !! Dia bisa membahayakan kamu sama Janu . Hanya itu yang bisa aku bilang !! "
Air menutup sambungan teleponnya ketika mereka sudah selesai berbicara . Otaknya sedang menyambungkan puzzle puzzle kejadian akhir akhir ini .
Yang mana Bumi menjadi sangat over protektif padanya . Hatinya bertanya tanya apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya , padahal mereka sudah berjanji akan saling terbuka satu sama lain . Mereka akan membangun rumah tangga mereka dilandasi dengan kejujuran .
Tapi sepertinya Bumi mengingkari janji mereka ....