Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
169


" Mas , kapan Dewa berangkat ke Bali ?! "


" Dalam dua mingguan ini sepertinya dia dan Adam berangkat kesana , kenapa ? "


Bumi mengelus lembut pinggang sang istri yang sedang tertidur membelakanginya . Akhir akhir ini Air sering mengeluh pegal di pinggangnya . Bumi maklum karena perut sang istri yang sudah mulai terlihat membuncit dalam usia kandungan empat bulan ini .


" Dia tidak pernah jauh dari kami Mas " Air mulai terisak .


" Heii ... kok nangis sih sayang " Bumi membalikkan tubuh Air perlahan agar menghadap padanya .


" Siapa yang akan mengurusnya di sana Mas !? Dewa nggak bakal ingat makan kalau lagi kerja , biasanya aku dan ibu yang selalu mengingatkannya . Kenapa harus jauh jauh kesana sih Mas !! "


Bumi mencium kening istrinya yang terlihat kesal padanya . Dia menghela nafasnya , padahal baru saja wanita di depannya ini menangis sedih . Tapi kini dengan sangat cepat sudah berubah menjadi marah padanya .


" Dewa bukan anak kecil lagi sayang "


" Dia adikku !! Dia yang selalu menjagaku dan ibu selama ini . Dia satu satunya orang yang tahu jika aku menyembunyikan sakit atau sedihku . Dia yang menjadi tameng ketika ada orang yang berusaha menyakitiku "


" Iya sayaaaanngg ... Dewa juga adikku jika kau lupa ! Tapi dia sudah dewasa . Mas hanya ingin dia mulai menata hidupnya . Mulai belajar bisnis agar suatu saat dia bisa jadi pengusaha hebat "


" Dia akan tinggal di mana ? "


" Adipraja punya rumah cukup besar di sana ,. fasilitas di sana lengkap . Kamu nggak usah khawatir . Pinggangnya masih pegel ? Sini deket Mas , kangen ... " Bumi kembali mengelus pinggang istrinya , kali ini tangannya menelusup di balik baju tidur istrinya hingga ia bisa merasakan kelembutan kulit istrinya .


" Mas ... "


" Cuma pinggang Yank "


" Terus Nayya gimana sama Jerry ?! "


" Ya mana Mas tahu , kan mereka yang menjalani . Kalau dugaan Mas sih mereka akan tetap melanjutkan hubungan "


" Mas udah urus sewa apartemen sebelah unit punya Jerry kan !? "


" Udah Mas beli malah ... "


" Air kan cuma minta disewain Mas ... bukan di beli gimana sih ! Sayang duitnya ! Apartemen kita aja nggak ada yang nempatin gitu malah beli lagi "


" Nggak apa apa kan itung itung investasi "


" Temen Mas itu pasti maksa Nayya buat terima dia lagi . Dari mukanya keliatan banget , tukang maksa ... kaya kamu Mas "


" Lho aku jangan di bawa bawa . Masa iya kamu samain aku sama dia sih Yank ! Gantengan aku kemana mana "


" Yang di samain bukan mukanya ... tapi sifat maksanya , sama sama nyebelin " gerutu Air yang malah membuat suaminya tertawa .


Bumi sudah mulai terbiasa dengan mood tak terduga ibu hamil di depannya .


" Kami laki laki punya insting yang kuat jika sudah bertemu dengan wanita yang akan menjadi pendamping kami . Sekuat tenaga akan kami perjuangkan walau titik darah penghabisan "


" Lebay ... insting apanya !! Aku dulu juga di usir dari rumah sama Mas !! "


" Sayaangg ... " Bumi merengkuh tubuh yang sudah mulai terlihat padat berisi itu .


" Mas sudah jatuh cinta saat melihatmu pertama kali , saat kau keluar dengan mengenakan kebaya putih . Aku seperti melihat bidadari yang turun ke bumi "


" Gombal !! "


" Beneran Yank nggak bohong ! Tapi kesalahpahaman terjadi karena otakku yang bodoh ! Sampai sekarang pun aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri . Dosa ini akan aku tanggung seumur hidupku . Tak akan pernah hilang walau seberapa besar aku ingin menebusnya "


" Mas ... jangan begini , aku sudah melupakannya "


" Akan menjadi pengingat Mas , agar aku lebih menghargai apa yang sudah di berikan Allah kepadaku . Agar aku bisa menjaga kalian dengan lebih baik "


" Mas ... "


" Kangeeenn ... "


Bumi tersenyum lebar , hal ini yang dia suka dari istrinya . Mood yang gampang sekali berubah ini kadang menguntungkan untuknya .


Dia membiarkan sang istri yang memegang kendali penuh atas tubuhnya . Sungguh tubuh padat sang istri malah terlihat beribu kali lipat lebih seksi ketika bergerak liar di atasnya .


" Sayaaaanngg ... "


*


Pagi itu seperti biasanya Jerry sedang menikmati pemandangan yang menurutnya sangat indah di dapur . Dia sedang melihat Nayya yang sedang sibuk membuat sarapan untuk mereka , sementara dia dan Cherry duduk di meja makan sambil bermain boneka .


" Sayang kamu kapan pindahnya "


" Ngusir nih ceritanya !?? "


" Enggaakk sayaaaannnggg ... aku lebih seneng kalau kalian disini , sepi kalau nggak ada kalian "


" Bohong .. "


Jerry mengecup kening Cherry dan diam diam mendekat ke arah gadisnya . Dipeluknya gadis yang masih sibuk dengan penggorengan itu dari arah belakang . Dua tangan kekarnya melingkari perut rampingnya .


" Bilang apa tadi !? " bisiknya tepat di telinga Nayya yang langsung membuat gadis itu berjingkat kaget sekaligus geli .


" Kak Jerry !!! Awas ihhhh "


" Kakak nggak akan bohong sama kamu . Sayang , cium dikit boleh ya ... ya "


" Enggak mau . Kakak nggak lihat di situ masih ada Cherry , malu !! "


" Berarti kalau nggak ada Cherry boleh ya "


" Tetep enggak !!! Kakak duduk sana ... nggak kelar kelar nanti masaknya kalau kakak gangguin terus ! "


" Ok kakak pergi , tapi cium dulu ... dikit " bujuk Jerry pantang menyerah .


" Tabok nih ya kalau masih saja bandel "


" Ckk .. pelit ! Cium Cherry saja deh , dia sih wangi udah mandi "


" Kak Jerry ngatain aku bau ?? "


" Enggaaakkkk .... seudzon melulu sih "


Jerry berjalan ke arah ponsel Nayya yang tergeletak di meja makan , ada nomor tak dikenal yang sedang menghubunginya .


" Sayang ada telpon nih "


" Angkat aja Kak !! Aku lagi tanggung nih "


Nayya merasa tak ada yang harus ia sembunyikan dari calon suaminya . Dia juga merasa Jerry berhak mengenal orang orang yang ada di kontak ponselnya , sebagian besar dari mereka adalah teman teman baiknya .


Jerry sengaja diam.ketika mengangkat panggilan dari orang tak dikenal itu , ia ingin mendengar suaranya terlebih dahulu .


" Halo sayang , kok diem sih ! Aku kangen sama kamu . Kita ketemuan di tempat biasa ya !! Kamu udah bisa gaet pria kaya raya itu kan ? Kita jalankan rencana selanjutnya , kau akan mulai memoroti hartanya .... sayang kok masih diem sih .... "


TUUTTTTT ....


Jerry menutup panggilan itu , dan ia menatap nanar gadis di ujung sana ....


~ Sedikit slow up date soalnya emak lagi nggodok novel baru . Semoga bisa rilis Minggu depan ! Sambil nunggu yang ini up date bisa baca novel pertama emak dulu BELONG TO ME 🤫😄😄 Dukung terus yaaaaa 😘😘😘 ~


"