Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 16


" Hei ... senang bisa bertemu kalian disini . Para pecundang miskin !! "


Diva menarik pelan tangan calon suaminya karena dia melihat ada kemarahan di mata Adam . Tapi Adam mengangguk padanya seakan mengatakan dia baik baik saja .


Diva tetap memegang lengan Adam untuk berjaga jaga jika pria itu tiba tiba saja lepas kendali . Wanita ular itu sangat bisa memprovokasi emosi seseorang .


" Tak kusangka kalian akan benar benar bersama , Adam ... apa kabarmu ?? Sebuah kejutan kita bisa bertemu di sini , padahal ku kira aku tidak akan melihatmu lagi . Masih kerja serabutan ? Atau jangan jangan jadi kuli angkut " Diana terus saja mencoba menghina pria yang pernah dengan tulus mencintainya .


Dia pernah terlena dalam lingkaran cinta Adam , waktu itu dia mau berada di sisi pria itu dengan harapan Adam bisa membahagiakannya .


Tapi nyatanya pria itu terlalu lama untuk menjadi seperti yang ia harapkan . Hingga datanglah Gilang dalam hidupnya . Pria itu memanjakan dirinya dengan semua kemewahan . Dan akhirnya dia mau di jadikan istri kedua pria kaya itu .


Tapi nalurinya sebagai wanita tidak mau jika berbagi dengan lainnya meski itu istri pertamanya . Diana melakukan segala cara untuk menjauhkan Gilang dari keluarganya .


Dia ciptakan fitnah fitnah keji pada Diva yang waktu itu belum tahu keberadaannya sebagai seorang istri kedua .


" Kau sudah selesai memilih baju !? " tanya Adam pada wanita yang masih saja memegang lengannya dengan erat itu .


Adam tahu ada banyak pertanyaan di otak Diva setelah mendengar semua yang Diana bicarakan tentang dirinya . Adam menggandeng tangan calon istrinya menuju ke kasir tanpa mempedulikan Diana yang menatap kemesraan mereka dengan kemarahan .


Wanita ular itu sengaja mengikuti dua orang yang tadi berjalan meninggalkannya , dia merasa belum puas menghina mereka .


" Apa uang kalian cukup untuk membayar baju baju itu ? Jika tidak aku saja yang membayarnya , aku akan senang membantu fakir seperti kalian "


Tapi mulutnya seketika bungkam ketika Adam menyerahkan black card nya untuk pembayaran . Sebagai istri pengusaha ia tahu benar apa arti kartu hitam itu . Hanya kaum jet set yang mempunyai kartu semacam itu . Bahkan Gilang pun belum pernah memilikinya .


Setelah melakukan pembayaran Adam dan Diva segera keluar dari butik . Dengan segera Adam melajukan mobil sportnya meninggalkan seorang wanita yang masih terpaku melihat kepergian mereka . Dia masih tak menyangka pria masa lalunya sudah berubah sedrastis ini . Black card .. mobil sport mewah !!


" Adam ... "


*


" Apa kau tidak ingin bertanya sesuatu padaku !? "


Suara Adam memecah keheningan di mobil yang sedang kendarai . Adam tahu wanita disampingnya mempunyai kisah yang buruk bersama dengan Diana . Tapi ia ingin Diva belajar terbuka padanya .


" Tidak "


" Baik jika begitu aku yang akan bercerita padamu ... "


" Tidak perlu .... "


Diva hanya menunduk , Adam benar ! Mereka akan menikah tapi dirinya masih saja membangun benteng untuk memberi jarak pada dirinya dan calon suaminya .


" Aku tahu perempuan itu sudah merebut suamimu "


" Dia tidak pernah merebut siapapun . Pria itu yang datang sendiri padanya "


" Ckk .. kau masih bisa membelanya !! Aku mengenalnya jauh sebelum suamimu mengenalnya . Kami saling mencintai ! Waktu itu aku berharap dia adalah pelabuhan terakhirku , wanita yang akan menjadi pendamping hidupku . Wanita yang akan menjadi ibu dari anak anakku "


" Teruskan ... "


Adam terkekeh ketika Diva ternyata penasaran dengan kisahnya . Padahal wanita itu awalnya terlihat tidak mau tahu .


" Tapi nyatanya cintaku kalah dari harta yang ditawarkan suamimu . Aku sempat putus asa waktu itu , sampai mereka semua datang untuk mendukungku .. memberiku semangat ... memberiku nyawa baru sebagai Adam yang lebih kuat "


" Mereka ?? "


" Keluargaku ... keluarga yang selalu ada dalam senang dan susahku . Kau akan bertemu mereka besok "


" Kau membencinya ?? "


" Apa kau juga membencinya !? "


" Kenapa kau dan Gema saja ? Selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan . Kalian menyebalkan !! Aku tidak membencinya . Pria itu yang bodoh !! Mau maunya sama perempuan gatal seperti dia , dasar bodoh ! Otak udang !! "


Adam tertawa mendengar Diva dengan segala sumpah serapahnya , baru kali ini dia melihat sisi lain wanita itu . Bahkan Diva tak mau menyebut nama pria mantan suaminya itu .


" Apa kau masih mencintainya ?? "


" Hanya perempuan bodoh yang bisa mencintai pria brengsek sepertinya "


" Apa kau salah satu wanita bodoh itu !? "


" Diam dan dengarkan aku !! Lusa kita menikah dan tugasmu adalah membuatku jatuh sejatuh jatuhnya dalam cintamu , tugasmu adalah berpikir bagaimana bisa membahagiakan aku dan Gema . Apa kau mengerti !?? Jadi jangan sampai aku dengar kau menanyakan apapun tentang pria brengsek itu padaku . Kau mengerti ?? "


" Ok , seperti maumu nyonya ! Bersiaplah jati sejatuh jatuhnya padaku !! "


Mereka saling memandang kemudian tertawa , ini tawa mereka pertama kalinya . Ada masa lalu yang tak bisa mereka hapus begitu saja . Tapi tekad mereka sudah bulat untuk menciptakan masa depan bersama yang lebih baik , dan tentu saja lebih bahagia !