Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
63


Deniel memandang kontak yang tertera di layar ponselnya , kontak yang ia dapatkan secara paksaan dari Vallery . lngin sekali menghubunginya , tapi tidak menemukan alasan yang tepat untuk berbicara dengan dokter cantik itu .


Bosan di dalam ruko ia memutuskan untuk sekedar berjalan jalan diluar . Biasanya walau di dalam ruko ia tak akan bosan karena bisa bermain dengan Janu , tapi sudah beberapa hari ini Air tidak pernah membawa bayi gembul itu ke ruko .


Dia memutuskan untuk berhenti di sebuah mall yang dulu sering ia datangi jika sedang berkencan dengan pelanggannya . Sebelum memesan kamar biasanya Deniel membawa pelanggannya ke tempat ini karena biasanya wanita akan lebih rileks bila ke tempat seperti ini .


Deniel berhenti di sebuah restoran makanan cepat saji yang cukup terkenal . la hanya memesan hot coffe latte dan kentang goreng sebagai temannya . la duduk di dekat jendela karena ingin menikmati suasana diluar yang terlihat lumayan ramai .


" Hai ... kau Deniel kan !? "


Deniel menoleh ke arah suara , dua wanita cantik sudah berada di samping mejanya .


" Val ? "


" Boleh bergabung ? "


" Tentu saja "


Deniel tersenyum , padahal ia tadi sempat ingin mengajak Val untuk makan siang bersama tapi gadis itu sendiri yang datang padanya tanpa ia hubungi terlebih dahulu .


" Sudah sembuh ? "


" Ckk .. aku tidak sakit "


Vallery tertawa dan Deniel tak menyangka hanya dengan mendengar suara tawa dari dokter cantik itu mampu menggelitik sesuatu dalam dirinya .


" **** ... come on dia hanya tertawa , jangan bangun brengs*k !! " umpatnya dalam hati , ia mengumpat diri sendiri karena sesuatu mulai menegang di bawah sana .


" Hei .. mukamu merah , apa kau demam lagi ? Jika belum sembuh kenapa berkeliaran di luar ? "


" Kenapa kau jadi mengaturku ? "


" Come on dia hanya sedang mengkhawatirkanmu , mungkin karena dia pernah menjadi doktermu " ujar satu wanita yang tadi datang bersama Vallery .


" Dia Dokter lnes , temanku " Vallery mencoba mengenalkan temannya .


" Hai lnez " sapa Deniel dengan suara yang terdengar malas .


Sekali melihat tapi ia sudah tidak suka dengan dokter yang bernama lnez itu . Mungkin karena dulu terlalu banyak berhubungan dengan wanita menjadikan Deniel bisa melihat wataknya dengan hanya sekali lihat saja .


Deniel tidak menyukai tatapan lnez yang memandangnya dengan cara seperti wanita wanita yang pernah menggilai pelayanannya .


" Dokter lnez kau bisa kembali ke rumah sakit duluan , bawalah mobilku " Val menyerahkan kunci mobilnya pada Inez .


" Lhohh memang ada apa dengan dia ? Sepertinya dia baik baik saja " tukas lnez yang sedikit tak suka karena merasa terusir dari tempat itu .


" Kau keberatan jika aku punya sedikit urusan dengannya !? " suara Val kali ini lebih dalam hingga Dokter lnez sedikit kelimpungan .


" Baik ... maaf aku pergi dulu "


Dahi Deniel sedikit berkerut melihat apa yang terjadi di depannya . Sepertinya Vallery mempunyai kuasa yang membuat Dokter lnez segan padanya .


" Kau buta !! Dia pergi sendiri "


" Jika tak suka padanya kenapa kalian bisa keluar makan siang bersama ? "


" Aku bukan orang yang biasa mempermalukan orang lain . Aku tidak bisa menolaknya jika ada di depan orang "


" Apa aku bukan ' orang ' hingga kau tadi leluasa untuk mengusirnya ? " goda Deniel , dia suka ekspresi kesal Dokter Vallery .


" Ya , kau setan paling tampan yang pernah aku jumpai "


" Ha .. ha .. ha " Deniel tertawa keras , wanita didepannya sudah memuji dan menghinanya sekaligus .


" Ada sesuatu dalam dirimu yang membuatku penasaran " kata Val serius .


" Aku tampan , kaya dan mudah bergaul . Ada lagi yang ingin kau tahu !? "


" Kau kesepian ... "


Deniel terkekeh mendengarnya , tapi Val benar . Kadang dia merasa sendirian hidup di dunia ini . Ada ruang kosong di hatinya walau dia tidak begitu mengerti kenapa bisa begitu . Perasaannya tidak peka jika itu menyangkut dirinya sendiri .


" Anggaplah begitu , apa kau mau menemaniku ? "


" Di sini atau diranjang ?! "


Sekali lagi Deniel tergelak mendengar kata kata Vallery yang terlalu vulgar menurutnya .


" Sudah dua kali aku melihatmu begini . Ruangan ini terlalu dingin untuk menjadikan tubuhmu menjadi panas ! lm a doctors , aku tahu yang terjadi padamu " lanjut Val .


" Jika kau tahu kenapa kau malah ada di sini !? Kau tidak takut padaku ? "


" Aku pemegang sabuk hitam taekwondo , tak ada yang perlu aku takutkan "


Deniel menghela nafasnya kemudian menghabiskan kopinya yang sudah agak dingin .


" Kau hebat karena kau bisa menahannya , sudah ke psikiater ? "


" Sudah , tapi tambah parah . Mungkin waktu itu aku belum terlalu dewasa untuk mengendalikan diriku sendiri "


" Kau bisa berbagi apapun padaku jika kau mau "


" Bagaimana dengan berbagi keringat !? "


" Of course ... tentu saja , kita bisa membuat janji besok " jawab Val dengan senyum manisnya .


" Benarkah ? " tiba tiba Deniel kembali bersemangat mengetahui dokter cantik itu mau kencan dengannya .


" Tentu saja , dengan senang hati aku akan bertarung di sasana denganmu . Aku bisa mengajarimu sedikit gerakan taekwondo . Aku akan pastikan untuk bisa membuatmu banjir keringat "


" Haishhh .. kau menyebalkan "