
Deniel memandang kontak yang tertera di layar ponselnya , kontak yang ia dapatkan secara paksaan dari Vallery . lngin sekali menghubunginya , tapi tidak menemukan alasan yang tepat untuk berbicara dengan dokter cantik itu .
Bosan di dalam ruko ia memutuskan untuk sekedar berjalan jalan diluar . Biasanya walau di dalam ruko ia tak akan bosan karena bisa bermain dengan Janu , tapi sudah beberapa hari ini Air tidak pernah membawa bayi gembul itu ke ruko .
Dia memutuskan untuk berhenti di sebuah mall yang dulu sering ia datangi jika sedang berkencan dengan pelanggannya . Sebelum memesan kamar biasanya Deniel membawa pelanggannya ke tempat ini karena biasanya wanita akan lebih rileks bila ke tempat seperti ini .
Deniel berhenti di sebuah restoran makanan cepat saji yang cukup terkenal . la hanya memesan hot coffe latte dan kentang goreng sebagai temannya . la duduk di dekat jendela karena ingin menikmati suasana diluar yang terlihat lumayan ramai .
" Hai ... kau Deniel kan !? "
Deniel menoleh ke arah suara , dua wanita cantik sudah berada di samping mejanya .
" Val ? "
" Boleh bergabung ? "
" Tentu saja "
Deniel tersenyum , padahal ia tadi sempat ingin mengajak Val untuk makan siang bersama tapi gadis itu sendiri yang datang padanya tanpa ia hubungi terlebih dahulu .
" Sudah sembuh ? "
" Ckk .. aku tidak sakit "
Vallery tertawa dan Deniel tak menyangka hanya dengan mendengar suara tawa dari dokter cantik itu mampu menggelitik sesuatu dalam dirinya .
" **** ... come on dia hanya tertawa , jangan bangun brengs*k !! " umpatnya dalam hati , ia mengumpat diri sendiri karena sesuatu mulai menegang di bawah sana .
" Hei .. mukamu merah , apa kau demam lagi ? Jika belum sembuh kenapa berkeliaran di luar ? "
" Kenapa kau jadi mengaturku ? "
" Come on dia hanya sedang mengkhawatirkanmu , mungkin karena dia pernah menjadi doktermu " ujar satu wanita yang tadi datang bersama Vallery .
" Dia Dokter lnes , temanku " Vallery mencoba mengenalkan temannya .
" Hai lnez " sapa Deniel dengan suara yang terdengar malas .
Sekali melihat tapi ia sudah tidak suka dengan dokter yang bernama lnez itu . Mungkin karena dulu terlalu banyak berhubungan dengan wanita menjadikan Deniel bisa melihat wataknya dengan hanya sekali lihat saja .
Deniel tidak menyukai tatapan lnez yang memandangnya dengan cara seperti wanita wanita yang pernah menggilai pelayanannya .
" Dokter lnez kau bisa kembali ke rumah sakit duluan , bawalah mobilku " Val menyerahkan kunci mobilnya pada Inez .
" Lhohh memang ada apa dengan dia ? Sepertinya dia baik baik saja " tukas lnez yang sedikit tak suka karena merasa terusir dari tempat itu .
" Kau keberatan jika aku punya sedikit urusan dengannya !? " suara Val kali ini lebih dalam hingga Dokter lnez sedikit kelimpungan .
" Baik ... maaf aku pergi dulu "
Dahi Deniel sedikit berkerut melihat apa yang terjadi di depannya . Sepertinya Vallery mempunyai kuasa yang membuat Dokter lnez segan padanya .
" Kau buta !! Dia pergi sendiri "
" Jika tak suka padanya kenapa kalian bisa keluar makan siang bersama ? "
" Aku bukan orang yang biasa mempermalukan orang lain . Aku tidak bisa menolaknya jika ada di depan orang "
" Apa aku bukan ' orang ' hingga kau tadi leluasa untuk mengusirnya ? " goda Deniel , dia suka ekspresi kesal Dokter Vallery .
" Ya , kau setan paling tampan yang pernah aku jumpai "
" Ha .. ha .. ha " Deniel tertawa keras , wanita didepannya sudah memuji dan menghinanya sekaligus .
" Ada sesuatu dalam dirimu yang membuatku penasaran " kata Val serius .
" Aku tampan , kaya dan mudah bergaul . Ada lagi yang ingin kau tahu !? "
" Kau kesepian ... "
Deniel terkekeh mendengarnya , tapi Val benar . Kadang dia merasa sendirian hidup di dunia ini . Ada ruang kosong di hatinya walau dia tidak begitu mengerti kenapa bisa begitu . Perasaannya tidak peka jika itu menyangkut dirinya sendiri .
" Anggaplah begitu , apa kau mau menemaniku ? "
" Di sini atau diranjang ?! "
Sekali lagi Deniel tergelak mendengar kata kata Vallery yang terlalu vulgar menurutnya .
" Sudah dua kali aku melihatmu begini . Ruangan ini terlalu dingin untuk menjadikan tubuhmu menjadi panas ! lm a doctors , aku tahu yang terjadi padamu " lanjut Val .
" Jika kau tahu kenapa kau malah ada di sini !? Kau tidak takut padaku ? "
" Aku pemegang sabuk hitam taekwondo , tak ada yang perlu aku takutkan "
Deniel menghela nafasnya kemudian menghabiskan kopinya yang sudah agak dingin .
" Kau hebat karena kau bisa menahannya , sudah ke psikiater ? "
" Sudah , tapi tambah parah . Mungkin waktu itu aku belum terlalu dewasa untuk mengendalikan diriku sendiri "
" Kau bisa berbagi apapun padaku jika kau mau "
" Bagaimana dengan berbagi keringat !? "
" Of course ... tentu saja , kita bisa membuat janji besok " jawab Val dengan senyum manisnya .
" Benarkah ? " tiba tiba Deniel kembali bersemangat mengetahui dokter cantik itu mau kencan dengannya .
" Tentu saja , dengan senang hati aku akan bertarung di sasana denganmu . Aku bisa mengajarimu sedikit gerakan taekwondo . Aku akan pastikan untuk bisa membuatmu banjir keringat "
" Haishhh .. kau menyebalkan "