Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
191


Dengan bantuan Bumi dan Air akhirnya pernikahan Jerry dan Nayya dipercepat . Air hanya tidak ingin hal hal yang tidak di inginkan terjadi , secara Nayya masih bekerja dengan kekasihnya sampai saat ini .


Sebenarnya Nayya berkeinginan untuk kembali bekerja di kafe tempat dulu dia bekerja , tapi Jerry tidak pernah mengijinkannya . Dia tidak ingin gadisnya di dekati oleh pria lain disana .


Dan tibalah harinya , hari yang sangat ditunggu oleh Jerry maupun Nayya . Hari ini mereka akan menikah , mereka akan menyatukan cinta mereka dalam sebuah ikatan suci . Berkomitmen untuk menghadapi hidup bersama sama .


Acara akad yang diadakan di sebuah hotel termewah di ibukota hari ini hanya di hadiri oleh keluarga dan teman dekat . Adam dan Dewa juga pulang dari Bali demi menyaksikan pernikahan ini .


Semua keluarga berkumpul menjadikan Alfian ataupun Rita terlihat sangat bahagia . Melihat anak anak mereka baik yang lahir dari rahimnya sendiri atau pun anak anak yang sudah mereka anggap sebagai anak kandung .


Nayya begitu cantik dengan balutan kebaya putih sederhana nan elegan . Dan Jerry pun memakai setelan jas dengan warna senada . Hari ini mereka menjadi raja dan ratu sehari .


Dari awal sampai acara akad selesai , Air tampak tidak beranjak dari duduknya . Bulan ini usia kandungannya sudah sembilan bulan . Perutnya yang bertambah buncit menjadikan gerakannya sangat terbatas . Dengan setia Bumi selalu ada di sampingnya dengan mengusap usap pinggang sang istri .


Air memang rutin memeriksakan kehamilannya tapi baik dia ataupun Bumi tidak pernah bertanya apa jenis kelamin anaknya kelak . Mereka anggap itu sebuah kejutan .


Karena terlihat sudah terlalu lelah Bumi mengajaknya untuk istirahat di kamar hotel yang telah disiapkan untuk semua tamu . Ya , hari itu Jerry memboking kamar hotel untuk semua tamunya .


Sang pengantin pria benar benar ingin menjamu para tamunya dan seluruh keluarganya .


" Sayang , kau bahagia ?? " tanya Jerry pada gadis yang sudah menjadi istrinya saat ini .


" Sangat ... aku sangat bahagia "


" Kenapa acaranya terasa sangat lama sekali ?? Bagaimana kalau kita istirahat dulu di atas , kau juga sudah terlihat sangat lelah " Mantan Casanova itu sudah memikirkan tentang malam indah mereka .


Sedangkan Nayya yang memang benar benar merasa lelah langsung mengiyakan ajakan pria yang sudah menjadi suaminya itu . Diam diam mereka meninggalkan perhelatan mereka menuju kamar pengantin yang sudah dipersiapkan untuk mereka .


Nayya menatap kagum kamar yang baru saja mereka masuki . Kamar yang dihiasi dengan bunga dan lampu lampu kecil . Wajahnya memerah ketika melihat jacuzzi yang ada di ujung sana .


Jacuzzi itu tepat searah lurus dengan ranjang mereka . Jerry menggandeng wanitanya untuk duduk di tepi ranjang sedang ia duduk berjongkok untuk melepas heels istrinya .


" Kak ... " Nayya menarik kakinya karena tidak enak jika sang suami yang malah melayaninya .


" Tidak apa apa , aku tahu kakimu pasti sangat pegal sayang . Heels yang kau kenakan cukup tinggi " Jerry perlahan memijit telapak kaki sang istri setelah ia melepaskan jas yang dikenakannya .


" Udah Kak ... "


" Nayya gerah ingin ganti baju sebentar . Sekalian ingin mandi soalnya badan sudah lengket banget "


" lngin berendam bersama sayang !? "


" Kak ... jangan menggodaku terus " rengek gadis itu menyembunyikan wajah malunya .


" Aku serius sayang , sepertinya sangat nikmat jika kita berendam air hangat di sana " Jerry menunjuk jacuzzi yang ada di depan mereka .


" Nay mandi di kamar mandi saja !! " sahut gadis itu cepat .


Jerry tersenyum lebar mendengarnya , tanpa diminta sang istri sudah mulai masuk dalam perangkap cintanya .


" Ya sudah baju gantinya sudah disiapkan di lemari yang ada di walk in closet . Kakak tunggu di sini ya !! Panggil Kakak jika butuh bantuan ... "


" lya ... "


Jerry tertawa melihat sang istri yang buru buru masuk ke kamar mandi . Wajah yang sudah kemerahan itu menjadi sangat menggemaskan .


lni yang pertama untuk sang istri hingga Jerry tidak mau terburu buru malam ini . Dia juga berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak memaksa sang istri jika memang belum merasa siap untuk menjadi istrinya seutuhnya.


Tak berapa lama sesuai dugaannya ia akan mendengar istrinya berteriak .


" Kaaakkk !!! Kok nggak ada baju di lemari ???!!! "


" Ada sayang ! "


" Yang ada cuma baju kurang bahan !!.Ini nggak bisa dipakai ...." walaupun ia adalah seorang wanita tapi baru kali ini dia melihat baju seperti yang ada di tangannya .


Tanpa sadar Nayya keluar dari walk ini closet hanya dengan menggunakan handuk kecil sebatas dadanya , hingga dengan jelas Jerry bisa melihat bagian belakang sang istri yang terlihat sangat padat . Gadis itu menenteng sebuah lingerie warna kuning terang yang transparan .


Jerry hanya bisa terpaku melihat keindahan didepannya , aroma sabun yang menguar dari tubuh istrinya membuat jiwa laki lakinya perlahan mulai bangkit .


" Sayang .... "