Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
43


" Aku juga cinta kamu Mas "


Setelah berkata seperti itu Air langsung bergegas membawa piring kotor miliknya dan Bumi ke arah dapur . Ia malu sudah berani menjawab penyataan cinta suaminya .


Begitupun Bumi , pipinya terasa panas mendengar sang istri ternyata juga mencintainya . Bumi menyusul istrinya ke dapur dan melihat Air sedang mencuci piring di kitchen sink .


Bumi melingkarkan dua tangannya ke perut istrinya dari arah belakang . Dia mencium pucuk kepala istrinya dengan penuh rasa sayang .


' Aku mohon ... ulangi kata katamu tadi " bisik Bumi tepat disamping telinga istrinya .


" Tapi aku sedang cuci piring Mas , sana Mas Bumi nunggu di depan saja ! "


" Tidak sebelum aku mendengar kata kata yang ingin aku dengar " Bumi malah mengeratkan pelukannya hingga tangan kecil Air mencubit lengannya .


" Bandel ya .. Aku susah bergerak kalau begini Mas , lepas ihh "


" Katakan dulu "


" Tidak mau "


" Cepat sayang , gigit nih ya "


" Dasar pemaksa !! "


" Memang "


" l love you Bumi Attala Adipraja , puas !? "


" Belum " Bumi membalik tubuh Air hingga berhadapan dengannya . Dia kembali membelai bibir Air dengan ibu jarinya , disapunya lembut hingga Air memejamkan matanya .


Tubuh Air bergetar ketika bisa merasakan nafas Bumi yang menyapu wajahnya . Dia mencengkeram kerah kemeja Bumi ketika dirasakan kecupan lembut di kening , kedua mata dan pucuk hidungnya .


Dan terakhir bibir Bumi menyapu lembut bibir istrinya , sapuan lembut itu lama lama menjadi ******* yang malah memancing gairahnya sendiri . Bumi tak menyia nyiskan kesempatan ketika bibir Air sedikit terbuka , lidahnya menerobos dan mencoba mengaitkan dengan milik sang istri .


" Hemmpppttt .... "


Nafas keduanya tersengal karena pertarungan lidah yang terjadi di dalam sana . Air mencoba mengimbangi permainan suaminya yang semakin panas .


Tanpa sadar satu tangan Bumi sudah bergerak menyusuri punggungnya dengan satu tangan menekan tengkuk Air agar ciuman mereka semakin dalam dan lebih dalam . Bumi tenggelam dalam hasratnya hingga akhirnya setelah sadar ia melepaskan tautan bibir mereka .


" Hahhhss .. sayang .... maaf " Bumi merengkuh tubuh Air dalam pelukannya . Ia bisa merasakan jika istrinya juga masih mencoba untuk mengatur nafasnya yang tersengal .


Hampir saja ia lepas kendali , jika diteruskan maka dipastikan ia akan lebih gila lagi . Mungkin ia akan melepas helai demi helai baju sang istri dan membawa Air untuk mengarungi surga dunia .


' Mas menginginkan sekarang ? " tanya Air yang merebahkan kepalanya dalam dada bidang suaminya . Di sana Air merasa disayangi , dibutuhkan dan dihargai sebagai seorang wanita .


" Bohong jika aku jawab tidak , tapi ingin kita melakukannya saat kau sudah pulang bersamaku nanti . Saat itu aku yakin bahwa kau sudah benar benar memaafkan semua kebodohanku selama ini dan kau sudah memberikan hatimu padaku "


" Mas ... "


" Aku mencintaimu Aira Prameswari , sangat mencintaimu ! "


Dan Air semakin mengeratkan pelukannya , tak menyangka dalam.waktu secepat ini mereka bisa saling mencintai .


" Sayang , jangan terlalu erat memelukku ... aku laki laki normal . Aku bisa saja khilaf dan membawamu ke ranjang saat ini juga " lirih Bumi yang langsung mendapat cubitan keras di perutnya .


" Awwwsshh ... kok nyubit "


" Mas Bumi nyebelin " cibir Air sambil berusaha melepaskan pelukannya , tapi lengan kekar itu masih erat merengkuhnya .


" Jangan pergi dulu , aku masih kangen kamu sayang " Bumi kembali mengecup keningnya , dan ketika ia ingin kembali merasai manisnya bibir istrinya suara lengkingan Janu terdengar sangat keras .


" Ya ampun de ... papa masih kangen banget sama mama " Bumi akhirnya terpaksa melepaskan pelukannya dan berjalan mengikuti istrinya pergi ke kamar untuk melihat Janu .


" Sayang kamu istirahat aja , biar Janu aku yang gendong . Sholawatan yuk de .. " Bumi membopong Janu yang masih menangis untuk keluar kamar .


Air merebahkan tubuhnya yang memang sedang lelah . Sedang Bumi bermain dengan putranya di ruang televisi , pria itu memperdengarkan lagu lagu sholawat untuk Janu . Dan kadang ikut bersenandung agar putranya senang .


Bumi menghentikan senandungnya ketika mendengar ponsel Air yang berbunyi . Varo ... nama yang ada di layar pipih itu adalah Varo . Laki laki menyebalkan yang tidak ia sukai setelah Deniel . Bumi tahu dua laki laki itu menyimpan rasa untuk istrinya .


Bumi melihat istrinya di kamar tapi kelihatannya Air sudah terlelap , maka ia putuskan untuk mengangkatnya . Dia berpikir siapa tahu telepon ini ada sangkut paut dengan toko roti milik Air .


" Halo " suara Varo terdengar dari seberang sana .


" Ya halo "


" Kau ?! Dimana Air aku ingin bicara sebentar dengannya "


" Bicara saja denganku , bukankah sama saja ? Aku suaminya "


" Tapi aku harus bicara dengannya sendiri . Dimana dia ? "


" Dia sedang tidur , mungkin kelelahan "


Jawaban ambigu Bumi membuat Varo mendengus kesal . Dalam hati Bumi bersorak senang karena berhasil memperlihatkan kepemilikannya terhadap seorang Air .


" Dia milikku , jangan pernah bermimpi untuk mendapatkannya ! "


" Kau menantangku tuan Bumi Adipraja ? "


" Aku tidak perlu menantang siapa siapa karena dia mutlak telah menjadi milikku !! '