
Seorang wanita dengan tubuh kurus sedang berbaring di ranjangnya , dia meremas perutnya yang sudah tampak mulai membuncit .
Dia sudah menjalani hampir setengah masa kontraknya . Berryl menjualnya selama satu tahun pada Alex , itupun jika pria itu tidak memperpanjang masa kontraknya .
Dia ingin segera melewati satu tahun ini dan segera melahirkan bayi dari pria yang sangat dibencinya itu . Dia ingin suatu saat kembali ke rumahnya dsn menganggap ini semua hanyalah sebuah mimpi buruk .
Dia ingin bertemu dengan putri kesayangannya , Cherry . Dan tujuan utamanya keluar dari neraka ini adalah kembali merebut cintanya . Dia ingin kembali mendapatkan hati Bumi apapun caranya .
Hanya dengan Bumi ia merasa dihargai sebagai seorang wanita . Dia tak peduli walau harus berhadapan dengan Aira , wanita yang saat ini sudah menjadi istri sah dari seorang Bumi Attala Adipraja .
CEKLEKKK ...
Narra selalu trauma jika mendengar suara pintu yang terbuka . Karena setiap pintu itu di buka maka ia harus menghadapi kegilaan kegilaan dari Terra .
Pria mengerikan itu bahkan tak peduli dengan kondisinya yang saat ini sedang hamil . Hanya Alex yang kadang memberikan simpatinya , mungkin karena anak dalam kandungannya adalah cucu pria tua itu .
" Bangun !!! "
DEGGHH ...
Ternyata benar , Terra yang memasuki kamar itu . Seperti biasa dia akan selalu berteriak padanya .
" Aku membayarmu mahal bukan hanya untuk tiduran . Kau pikir ini hotel hahh !! Makan tidur semaumu , kau bahkan harus membayar tiap butir nasi yang kau makan !! "
" Baik mulai sekarang perintahkan pada para pelayan disini untuk tidak mengirim apapun ke kamar ini " sinis Narra tanpa menatap ke arah pria jangkung itu .
Narra memang sudah mulai berani melawan kata kata pedas dari Terra . Karena dengan diam pun tak akan mengubah keadaan , pria itu akan tetap menyiksanya .
" Kau ingin mati !? "
" Aku sudah mati sejak pertama menginjakkan kakiku ditempat terkutuk ini "
" Tapi aku tak akan pernah membuatnya mudah untukmu "
" Aku menunggunya sayang " tantang Narra lantang walaupun sekuat tenaga ia menahan rasa takutnya .
Terra mendekatinya dengan menanggalkan jubah tidurnya . Dia tersenyum devil ketika melihat Narra yang membalas tatapannya . Dia tahu wanita itu hanya terlihat kuat dari luar . Terra bisa melihat masih ada ketakutan yang disembunyikan oleh wanita yang berperut buncit itu .
Hanya tubuh itu yang bisa meredam dan menghilangkan kekalutan hatinya . Sudah beberapa hari ini Alex benar benar mengunci aksesnya untuk memerintah orang orang yang biasa dia andalkan .
Kali ini sepertinya harus berjuang sendiri tanpa adanya dukungan dari ayah dan orang orangnya . Dan beberapa hari ini juga dia tak bisa menemui wanita impiannya .
Waktu itu mobilnya pernah ditabrak sebuah truk muatan ketika ia akan pergi ke toko milik Aira . Dan pada hari berikutnya ketika ia ingin mengulang aksinya sekali lagi mobil sportnya terguling karena ditabrak oleh sebuah Range Rover hitam hingga separuh mobilnya ringsek .
Walau kondisinya baik baik saja tetapi kakinya harus mendapat perawatan kala itu . Dan sampai sekarang ia masih terpincang jika berjalan .
Dia putus asa , dia bisa merasakan penjagaan yang luar biasa ketat pada Aira . Hanya kepada ayahnya ia berharap pertolongan . Tapi pria tua itu tampaknya tidak terlalu peduli dengan semuanya .
Dan hanya oada Narra ia bisa meluapkan segala kekesalan hatinya .
PLAKKK ..
" lni semua gara gara kamu !! Jika saja aku tidak bodoh waktu itu mungkin aku bisa bertemu dengannya lebih awal . Bertahun tahun aku terjebak dengan perasaan menjijikkan ini !! Bisa bisanya aku jatuh pada pesona jal*ng sepertimu !! "
" Aku sempurna , bahkan sampai sekarang kau menggilai tubuhku ! Tiap malam kau menyentuhku , apa kau lupa tuan Terra ? "
Terra meradang , ia mencekik leher Narra hingga wajah wanita itu memerah karena kehabisan oksigen . Tapi Terra melepaskannya ketika merasakan wanita itu mulai berhenti bernafas .
Narra tertawa walau kadang sedikit terbatuk karena kehabisan nafas .
" Kau gagal !! Aku masih bernafas ... Jangan pernah tanggung jika ingin melakukan sesuatu . Bunuh aku jika kau memang ingin membunuhku . Karena mungkin aku yang akan membunuhmu suatu saat nanti "
SREEKKKK ..
Gaun tidurnya telah direnggut , dan Narra sudah tahu akan bagaimana kelanjutannya . Dia sudah mati rasa dengan semua kekejaman yang ia dapatkan dari pria jangkung itu .
Tubuhnya terpelanting di kasur ketika tangan kekar itu mendorongnya kasar . Dan hanya tiap tetes air matanya yang menjadi saksi setiap kesakitan yang ia rasakan .
Narra hanya memejamkan matanya dan berharap suatu saat ia bisa membalas semua nya . Suatu saat dia yang akan mendengar lolong kesakitan dari pria yang saat ini sedang menikmati tubuhnya .
Dia akan menguatkan jiwa raganya hanya untuk merasakan manisnya pembalasan untuk setiap perlakuan biadab pria itu .