Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
105


Seorang wanita dengan tubuh kurus sedang berbaring di ranjangnya , dia meremas perutnya yang sudah tampak mulai membuncit .


Dia sudah menjalani hampir setengah masa kontraknya . Berryl menjualnya selama satu tahun pada Alex , itupun jika pria itu tidak memperpanjang masa kontraknya .


Dia ingin segera melewati satu tahun ini dan segera melahirkan bayi dari pria yang sangat dibencinya itu . Dia ingin suatu saat kembali ke rumahnya dsn menganggap ini semua hanyalah sebuah mimpi buruk .


Dia ingin bertemu dengan putri kesayangannya , Cherry . Dan tujuan utamanya keluar dari neraka ini adalah kembali merebut cintanya . Dia ingin kembali mendapatkan hati Bumi apapun caranya .


Hanya dengan Bumi ia merasa dihargai sebagai seorang wanita . Dia tak peduli walau harus berhadapan dengan Aira , wanita yang saat ini sudah menjadi istri sah dari seorang Bumi Attala Adipraja .


CEKLEKKK ...


Narra selalu trauma jika mendengar suara pintu yang terbuka . Karena setiap pintu itu di buka maka ia harus menghadapi kegilaan kegilaan dari Terra .


Pria mengerikan itu bahkan tak peduli dengan kondisinya yang saat ini sedang hamil . Hanya Alex yang kadang memberikan simpatinya , mungkin karena anak dalam kandungannya adalah cucu pria tua itu .


" Bangun !!! "


DEGGHH ...


Ternyata benar , Terra yang memasuki kamar itu . Seperti biasa dia akan selalu berteriak padanya .


" Aku membayarmu mahal bukan hanya untuk tiduran . Kau pikir ini hotel hahh !! Makan tidur semaumu , kau bahkan harus membayar tiap butir nasi yang kau makan !! "


" Baik mulai sekarang perintahkan pada para pelayan disini untuk tidak mengirim apapun ke kamar ini " sinis Narra tanpa menatap ke arah pria jangkung itu .


Narra memang sudah mulai berani melawan kata kata pedas dari Terra . Karena dengan diam pun tak akan mengubah keadaan , pria itu akan tetap menyiksanya .


" Kau ingin mati !? "


" Aku sudah mati sejak pertama menginjakkan kakiku ditempat terkutuk ini "


" Tapi aku tak akan pernah membuatnya mudah untukmu "


" Aku menunggunya sayang " tantang Narra lantang walaupun sekuat tenaga ia menahan rasa takutnya .


Terra mendekatinya dengan menanggalkan jubah tidurnya . Dia tersenyum devil ketika melihat Narra yang membalas tatapannya . Dia tahu wanita itu hanya terlihat kuat dari luar . Terra bisa melihat masih ada ketakutan yang disembunyikan oleh wanita yang berperut buncit itu .


Hanya tubuh itu yang bisa meredam dan menghilangkan kekalutan hatinya . Sudah beberapa hari ini Alex benar benar mengunci aksesnya untuk memerintah orang orang yang biasa dia andalkan .


Kali ini sepertinya harus berjuang sendiri tanpa adanya dukungan dari ayah dan orang orangnya . Dan beberapa hari ini juga dia tak bisa menemui wanita impiannya .


Waktu itu mobilnya pernah ditabrak sebuah truk muatan ketika ia akan pergi ke toko milik Aira . Dan pada hari berikutnya ketika ia ingin mengulang aksinya sekali lagi mobil sportnya terguling karena ditabrak oleh sebuah Range Rover hitam hingga separuh mobilnya ringsek .


Walau kondisinya baik baik saja tetapi kakinya harus mendapat perawatan kala itu . Dan sampai sekarang ia masih terpincang jika berjalan .


Dia putus asa , dia bisa merasakan penjagaan yang luar biasa ketat pada Aira . Hanya kepada ayahnya ia berharap pertolongan . Tapi pria tua itu tampaknya tidak terlalu peduli dengan semuanya .


Dan hanya oada Narra ia bisa meluapkan segala kekesalan hatinya .


PLAKKK ..


" lni semua gara gara kamu !! Jika saja aku tidak bodoh waktu itu mungkin aku bisa bertemu dengannya lebih awal . Bertahun tahun aku terjebak dengan perasaan menjijikkan ini !! Bisa bisanya aku jatuh pada pesona jal*ng sepertimu !! "


" Aku sempurna , bahkan sampai sekarang kau menggilai tubuhku ! Tiap malam kau menyentuhku , apa kau lupa tuan Terra ? "


Terra meradang , ia mencekik leher Narra hingga wajah wanita itu memerah karena kehabisan oksigen . Tapi Terra melepaskannya ketika merasakan wanita itu mulai berhenti bernafas .


Narra tertawa walau kadang sedikit terbatuk karena kehabisan nafas .


" Kau gagal !! Aku masih bernafas ... Jangan pernah tanggung jika ingin melakukan sesuatu . Bunuh aku jika kau memang ingin membunuhku . Karena mungkin aku yang akan membunuhmu suatu saat nanti "


SREEKKKK ..


Gaun tidurnya telah direnggut , dan Narra sudah tahu akan bagaimana kelanjutannya . Dia sudah mati rasa dengan semua kekejaman yang ia dapatkan dari pria jangkung itu .


Tubuhnya terpelanting di kasur ketika tangan kekar itu mendorongnya kasar . Dan hanya tiap tetes air matanya yang menjadi saksi setiap kesakitan yang ia rasakan .


Narra hanya memejamkan matanya dan berharap suatu saat ia bisa membalas semua nya . Suatu saat dia yang akan mendengar lolong kesakitan dari pria yang saat ini sedang menikmati tubuhnya .


Dia akan menguatkan jiwa raganya hanya untuk merasakan manisnya pembalasan untuk setiap perlakuan biadab pria itu .