Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
184


Setelah makan malam selesai Jerry mencari cari kesempatan untuk berbicara berdua dengan gadisnya . Tapi sepertinya Nayya telah dimonopoli oleh nyonya tua dan muda Adipraja .


Ketiga wanita beda generasi itu terlihat masih bicara di ruang tengah . Sedang para pria saat ini sedang mengobrol di pinggir kolam yang ada di samping kediaman .


Sampai hari sudah malam dan waktunya dia untuk pulang dia tak juga mendapat kesempatan itu , kesempatan untuk bicara berdua dengan gadisnya . Bahkan sampai para wanita sudah naik ke lantai atas , sepertinya mereka sudah beristirahat .


Aira tentu saja menidurkan Janu dan Nayya mungkin saja sedang menemani Cherry untuk tidur


" Kenapa muka elo !? "


" Enggak ... udah malam , gue harus pulang "


" Oooo ya udah sana pulang !! " goda Bumi yang tahu sahabatnya sedang sangat gelisah karena ingin bertemu dengan pujaan hatinya .


" Tapi gue masih kangen sama Cherry "


" Cherry atau pengasuhnya !!? " tanya Alfian dengan wajah serius , dan itu membuat Bumi tertawa terbahak .


" Ckk ...Om jangan menggodaku !! Aku benar benar masih merindukan Cherry "


" Pulanglah sebelum kau semakin kehilangan kesempatanmu "


" Maksud Om apa !? "


" Maksud Papa cepetan elo pulang karena gue udah empet lihat muka elo disini !! " sambar Bumi menimpali .


" Apa sih B !! "


Akhirnya Jerry melangkah menuju pintu depan untuk pulang , senyumnya mengembang ketika ternyata Nayya masih terlihat sedang duduk bersama Aira di ruang depan . Mereka berdua sepertinya sedang bercanda .


Gadis itu dan Aira terlihat berdiri ketika melihatnya , dan langkahnya terhenti ketika Bumi terdengar berbicara padanya .


" Dia ikut pulang sama elo J !! "


" Maksudnya !!?? "


" Ya kalian kan pulangnya searah , selama disini dia tinggal di apartemen sebelah elo . Yang dulu rencananya mau dia tinggali bersama Cherry "


Dahi Jerry berkerut karena mendapat satu lagi kabar yang mengejutkan ini . Mungkin ini yang di maksud oleh Alfian tadi , tuan besar Adipraja itu ingin dia segera pulang agar bisa segera berduaan dengan Nayya .


" Sudah berapa hari dia di sana !? "


" Sekitar tiga hari " sahut Air sambil menggandeng Nayya untuk mendekat padanya .


" Haisshhh ... kenapa kau tidak memberitahuku B !!!! "


" Kau tidak bertanya padaku ... " jawab Bumi ringan .


Adam benar para nyonya Adipraja ternyata lebih menakutkan dari para prianya begitu pikir Jerry . Kata kata mereka lembut tapi mengandung arti yang mengerikan . Dan Jerry merasa Air benar benar akan mewujudkan apa yang barusan ia bicarakan jika ia melanggarnya .


Mereka terdiam ketika sudah berada di dalam mobil milik Jerry . Perlahan Jerry membelah jalanan ibukota yang masih terlihat ramai walau hari sudah malam .


" Kakak sangat merindukanmu Nay ... " Jerry mencoba mencairkan suasana beku itu .


Gadis disampingnya masih setia dengan kebungkamannya dan melihat ke arah luar jendela . Mungkin hingar bingar kota ini terlihat lebih menarik untuknya .


" Nay ... bicaralah . Apa kau sudah tidak mau lagi berbicara denganku ?? "


" Nayya ke sini atas permintaan Kak Aira "


" Aku tahu , aku yang memintanya untuk mencari seseorang untuk membantuku. Dan aku tidak menyangka bahwa itu adalah kamu sayang . Maaf ya .. "


" Kak Aira dan suaminya memindahkan sekolah Seno di asrama . Mereka ingin Seno menjadi anak yang lebih pintar dan bertanggung jawab . Mereka juga membantu usaha Paman di kampung hingga sekarang usahanya menjadi lebih besar . Pada awalnya mereka juga ingin memberi Nayya modal untuk membangun usaha sendiri tapi aku menolaknya ... aku dan keluargaku sudah terlalu merepotkan mereka . Sampai akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kota untuk bekerja kembali di kafe "


Nayya menghembuskan nafasnya kasar sebelum meneruskan ceritanya . Sedang Jerry sengaja untuk tidak menyelanya , ia masih sangat menikmati suara gadis yang sangat ia rindukan .


" Sampai Kak Aira memintaku untuk kembali bekerja untuk Kakak ... "


" Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak ingin pekerjaan ini sayang . Tapi berikan kesempatan padaku untuk bisa memperbaiki semuanya ... memperbaiki kesalahanku padamu "


" Kak Aira juga bilang begitu . Dia bilang bahkan pendosa yang paling berdosa pun masih pantas diberi kesempatan untuk memperbaiki diri . Karena tidak ada kesempurnaan di dunia ini !! Dia ingin aku memberikan kesempatan pada kita untuk memperbaiki hubungan ini . Jika tak bisa kembali seperti dulu setidaknya kita bisa menjadi teman "


"' Dan ??? "


" Dan Kak Aira memang selalu benar ... "


Jerry tersenyum lebar mendengar jawaban itu , setidaknya ia bisa melihat Nayya berada di sampingnya lagi walau ia belum tahu apakah hubungan mereka akan kembali seperti dulu atau tidak .


Sampai di apartemen mereka segera menuju lantai dimana unit mereka berada . Jerry merasa gadis itu bertambah dewasa saat ini , sepertinya Nayya bukan lagi gadis lugu seperti saat mereka pertama bertemu .


" Sampai besok sayang " kata Jerry ketika sampai di depan unit di sampingnya yang sekarang menjadi rumah gadisnya .


Nayya hanya tersenyum dan mengangguk , tapi langkahnya terhenti ketika satu tangannya di genggam tangan kekar Jerry .


" Nay ... bolehkah aku memelukmu sekali saja !? Kakak sangat merindukanmu "


Nayya menggeleng cepat , dia memang tidak ingin memberi harapan pada pria di depannya . Dia tidak tahu ke depannya akan bagaimana , tapi dia tak ingin Jerry terlalu berharap karena dia sendiri ragu bisakah dirinya melupakan semua kejadian di masa lalu yang sampai saat ini masih perih jika mengingatnya .


" Sayang ... "


" Nay belum bisa , maaf .... "


~ Emakkkk kenapa lama banget sih nggak kelar kelar kisah mereka ?? Jawabannya karena enak seneng lihat kalian nunggu 😄😄😄. ... perjalanan menuju end sambil ngutak atik novel yang mau release . Tetep dukung terus ya ... ~