Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
108


Bumi bergegas turun untuk mencari istrinya , pikirannya semakin kalut ketika tidak mendapati sang istri di toko itu . Salah satu pembeli ada yang melihatnya berbincang dengan seorang laki laki jangkung dengan wajah tampan .


Hati Bumi sedikit gusar ketika mendengar ada yang berusaha mendekati istrinya , tapi sekarang yang utama adalah dia harus menemukan sang istri terlebih dahulu .


" Dam !! Elo harus tanggung jawab !! Aira nggak ada di mana mana ., bisa kerja nggak sih elo !!! "


lngin sekali Bumi mengumpat kasar pada laki laki yang ia telpon . Tapi ia tak mungkin melakukan itu di depan putranya . Air juga pasti akan marah besar jika ia berani berbicara kasar di depan Janu


Diseberang sana Adam terdengar menghembuskan nafasnya kasar , ada sesuatu yang sebenarnya ingin ia katakan . Tapi sepertinya Bumi belum bisa di ajak bicara saat ini .


" Nyonya muda sudah ada di dalam mobil nungguin elo sama Janu . Makanya kalau punya istri cantik itu di jagain !! Bukannya di biarin keluar sendiri "


Bumi segera kembali ke parkiran , ternyata benar sang istri memang sedang menunggunya .


" Sayaaaanngg .... bikin panik aja sih ! Tiba tiba ngilang , aku dan Dede udah nyariin dari tadi "


" Ngilang apaan sih Mas , tadi aku ke toko sebelahnya untuk beli ini ... Dede tiap sore suka banget kalau nonton ini "


Air mengeluarkan dua boneka kembar dengan kepala botak , satu diantaranya memakai kaos biru dan lainnya berwarna kuning . Janu menjerit senang dan tangan mungilnya mencoba meraih salah satu boneka di tangan Air .


" Lain kali kalau mau pindah toko bilang sayang , aku panik banget tadi "


" Iyaaaa .. maaf "


Air mengecup sekilas rahang suaminya dengan senyum yang dibuat semanis mungkin .


" O iya Mas , tadi aku bertemu salah satu pelanggan toko rotiku saat aku lagi milih melon di toko buah itu "


" He em asal bukan pelanggan kamu yang menyebalkan itu , yang kalau pesan roti harus kamu sendiri yang bikin . Kalau bukan pelanggan pasti udah Mas tonjok karena sudah bikin kamu capek "


" Memang dia Mas ... tadi aku memang ketemu dia . Namanya Terra , kalau enggak salah dengar dulu dia bilang nama lengkapnya Terra Bajhra Gozza "


Bumi terpaku sejenak mendengar nama itu , dunianya seperti dijungkir balikkan saat itu . Matanya terpejam untuk menata nafasnya yang mulai tidak beraturan karena menahan kesal .


Bumi tak menyangka orang yang terobsesi pada Narra ternyata sering menemui istrinya tanpa sepengetahuan dia . Pria psikopat itu sedang mendekati istrinya , dan dia yakin Adam sudah mengetahui semuanya .


" Mas .. "


Bumi tersadar dari lamunannya ketika tangan lembut istrinya menyentuh pipinya .


" Ada apa Mas !? "


" Tidak apa apa sayang , Mas ingat kalau sekarang mas harus ketemu sama Adam . Tadi siapa namanya sayang ? Pelanggan kamu itu "


" Terra Bajhra Gozza .. dia pelanggan yang suka minta bikinin cheese cake "


" Ya sudah kita ke tempat Mama sekarang , dan untuk hari ini maaf Mas belum ijinin kamu untuk kembali ke toko "


" Nurut sama Mas !!!! "


Air terdiam ketika Bumi sedikit meninggikan suaranya . Jika seperti itu dia harus mengalah untuk sementara , karena keadaan akan semakin runyam jika ia memaksakan kehendaknya untuk pergi ke toko .


Tak berapa lama kemudian mereka sampai ke kediaman Adipraja .


" Mas nggak ikut turun ? Kan Papa pengen ngomong sama Mas "


" Mas anterin ke dalam , tapi Mas harus pergi karena Adam sudah nungguin di kantor " Bumi menggendong putranya dan Air berjalan disampingnya .


" Ya udah kamu baik baik disini , untuk sementara kita tinggal disini dulu ya sayang ! Mas mau menyelesaikan sesuatu dulu , mungkin Mas pulangnya telat banget "


" lya Mas , kamu hati hati ya . Air sayang sama Mas "


" Dede jagain Mama ya ! Jangan bikin Mama capek . Mas juga sangat menyayangi kalian "


Bumi mengecup kening anak dan istrinya sebelum melangkah keluar menuju mobilnya .


" Aira ... "


" Ehh Papa ... Mama "


Air menghampiri mertuanya dan salam takzim pada keduanya . Rita segera mengambil alih cucu kesayangannya dari tangan menantunya .


" Lho kamu diantar siapa nak ? " Rita bertanya karena tak melihat Bumi disamping menantunya .


" Tadi Mas Bumi buru buru ke kantor Mah , katanya ada perlu sama Mas Adam . Padahal Air sudah bilang kalau Papa ingin bicara sama dia . Maaf ya Pah .. "


" Tidak apa apa , kebetulan Papa juga mau kesana . Untuk beberapa hari ini kamu sama Janu tinggal disini dulu biar Mama ada temennya . Besok Papa akan keluar kota bersama suamimu . Ada yang harus kami selesaikan "


" lya Pah , tadi sebelum pergi Mas Bumi juga bilang begitu . Dia minta kami untuk sementara tinggal disini "


Aira mendekati mama mertuanya ketika Alfian sudah pergi menyusul suaminya ke kantor .


" Mah .. "


" Ya sayang , ada apa ? "


" Air kok merasa aneh ya ! Kenapa Mas Bumi dan Papa sepertinya sangat mengkhawatirkan Air sama Janu ya ? Kemarin Mas Bumi udah kasih ijin Air buat pergi ke toko ehhh .. tadi tiba tiba sudah melarang lagi . Terus dia juga minta Air tinggal disini , kan aneh ya Mah ? "


" Itulah suami suami kita .. para pria Adipraja ! Mereka akan melakukan apapun untuk menjaga kita " jawab Rita sambil tersenyum .


" Menjaga kita dari apa !? "


" Ada hal hal yang tidak bisa mereka katakan pada kita . Tapi yakinlah mereka akan melakukan apapun yang terbaik untuk kita "