
" Yank udah dong marahnya ! Jerry yang bikin ulah kenapa Mas yang terus di omelin sih "
Bumi sedang membujuk sang istri yang dari tadi siang uring uringan . Tadi siang mereka tak sengaja melihat kejadian yang membuat hati miris itu di kantor Jerry .
Sehabis makan siang kebetulan Cherry ingin mampir ke kantor Jerry . Gadis kecil itu bilang semalam dia tidak bertemu pria yang dipanggilnya dengan ' papa ' itu . Dan Bumi tidak mungkin menolak keinginan gadis kecilnya .
Tanpa mereka duga akan melihat kejadian yang membuat mereka murka , terutama Aira . Aira berkeras untuk mengantar gadis itu pulang ke apartemen walau Nayya sudah menolaknya .
Tiba di apartemen Aira memaksa Nayya untuk menceritakan apa yang sedang dia hadapi . Dengan berderaian air mata gadis muda itu akhirnya menceritakan tentang adiknya yang sedang mengalami kecelakaan di kampung .
Bumi akhirnya ikut turun tangan dengan menugaskan Adam untuk mencari dan memberikan pengobatan terbaik untuk adiknya . Dan tentu saja semua biaya ditanggung oleh Bumi .
Nayya juga diantar oleh salah satu supir Adipraja untuk pergi ke kampungnya . Semua Bumi lakukan atas perintah sang istri .
' Mas kan yang dari kemarin dukung hubungan mereka !? Padahal kamu tahu Jerry itu player , dia nggak bakal bisa serius dengan satu wanita !! Mas sengaja ya bikin Nayya patah hati gitu !!?? Air ikut sakit pas temen Mas tadi hina Nayya ... sakiitt !! Sok kaya main lempar uang , awas ya kalau Air tahu Mas kasih jalan Jerry buat deketin Nayya lagi !! Air nggak terima !! "
" Tapi kemarin dia bilang mau serius sama Nayya sayang !! " kilah Bumi mencoba membela diri .
" Laki laki semua sama saja !!! Air mau tidur di kamar Janu !! "
" Lhohh sayang kok Mas ditinggal sih ? Mas nggak bisa tidur kalau nggak peluk kamu ! "
" Bodo !! "
Bumi melihat sang istri yang keluar kamar dengan masih mengomel padanya . Baru kali ini dia melihat istrinya marah marah hingga tega tidur di kamar lain .
Dengan hati yang dongkol Bumi kemudian menelpon Adam . Dia ingin memberi pelajaran pada Jerry . Gara gara sahabat laknatnya malam ini sang istri tega meninggalkannya di kamar sendirian .
" Halo Dam , apapun caranya jangan biarkan Jerry bertemu dengan Nayya dulu . Jika perlu pindah pengobatan adiknya ke luar negeri "
" Memang kenapa B !?
" Bini gue ngamuk , kalau sampai Jerry ketemu sama Nayya lagi bisa bisa gue disuruh tidur di gurun Sahara "
" Ha .. ha ... "
" Nggak usah ketawa !! "
Dia sudah menghalangi Jerry untuk kembali bertemu dengan Nayya sebelum Bumi memintanya karena sesungguhnya Aira sudah mengirimi pesan dengan perintah yang sama sejak siang tadi .
Sepertinya ibu hamil itu benar benar ingin memberi pelajaran pada Jerry .
*
Sepulang dari restoran Jerry melesatkan mobilnya pulang ke apartemen . Dia berharap Nayya belum berangkat ke kampungnya .
Tadi dia sempat akan menghajar pria bernama Revan itu tapi Adam mencegahnya karena perbuatannya itu bisa mengancam keselamatan keluarga Nayya di kampung . Ayah Revan bisa saja melakukan hal yang tidak pernah mereka pikirkan .
Untung dia sudah tahu dimana keberadaan keluarga Nayya di kampung . Rencananya jika gadisnya sudah terlanjur pergi maka Jerry akan langsung menyusulnya ke kampung .
CEKLEKKK ...
Rumah itu terlihat sepi ketika ia mulai melangkah memasukinya . Dengan tidak sabar ia mulai mencari Nayya di setiap sudut rumahnya , dan hasilnya nihil . Nayya sudah pergi dari rumahnya .
Bahkan tidak ada selembar baju pun yang ada di dalam lemarinya . Sepertinya dia memang harus cepat cepat menyusul gadisnya ke kampung .
Akhirnya dia masuk ke kamarnya sendiri berniat untuk membersihkan diri sebelum keberangkatannya . Tapi kemudian dia di buat terkejut dengan segepok uang lembaran merah yang ada di atas ranjangnya .
Dengan langkah lunglai ia berjalan ke arah ranjangnya . Memorinya kembali memutar kejadian di kantor siang tadi . Dimana ia sudah sangat merendahkan gadisnya .
Gadis itu bahkan tidak berusaha untuk membalas setiap kata kata kotor yang keluar dari bibirnya . Dia masih ingat betapa kerasnya ia melemparkan uang itu tepat ke arah wajah Nayya hingga dahi gadis itu terluka .
Ada kertas di bawah uang itu , Jerry membukanya dan ternyata ada tulisan Nayya di dalamnya .
' Hai kak mungkin aku sudah pergi ketika kau menemukan kertas ini . Maaf jika aku tidak pamit padamu karena aku harus buru buru pulang . Aku kembalikan uang seratus juta milikmu , terima kasih kakak sudah berniat untuk menolongku . Akhir akhir ini aku sungguh bahagia dan bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk lebih mengenalmu . Aku tahu ini terdengar sangat egois Tapi sepertinya aku bukan wanita yang tepat untuk Kakak . Banyak kekurangan yang aku miliki dan sekeras apapun aku berjuang aku tidak akan pantas berada di sampingmu . Aku berjanji tidak akan muncul lagi di hadapan kakak . Hiduplah dengan baik , aku doakan semoga kakak dan Cherry selalu hidup dalam kebahagiaan . Salam sayangku untuk kalian , Nayya '
Tubuh Jerry merosot di samping ranjangnya , pria casanova itu meneteskan air matanya . Baru kali ini dia berbuat hal segila ini , dan dia lakukan pada gadis yang sangat ia cintai . Gadis yang sejak awal ia klaim sebagai miliknya .
Gadis itu bahkan bisa mendoakan kebahagiaannya setelah semua yang ia lakukan . Hati gadis itu pasti sangat sakit menghadapi sisi kejam dirinya . Bukan Nayya yang tidak pantas untuk nya , tapi dialah yang tidak pantas disandingkan dengan gadis sebaik dirinya .
Sungguh Jerry ingin sekali Nayya datang padanya untuk menamparnya , memukulnya ... dia ingin Nayya datang untuk membalas semua kelakuan bejatnya .
" Sayang .... maaf "