Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
97


Bumi mencoba tenang saat dari tadi menyadari ada dua buah mobil yang selalu mengikuti mereka . Mobil mobil itu memang tidak melakukan apapun , tapi tetap saja mengganggu ketenangan hatinya apalagi dia sedang bersama istri tercintanya .


Beruntung dia membawa mobil sportnya hingga dengan mudah dia melesat membelah jalanan yang lumayan sepi karena hari memang sudah tengah malam .


" Mas jangan ngebut ngebut iiihh !! " protes Air yang sedikit khawatir dengan cara menyetir Bumi yang tidak seperti biasanya .


" Biar cepat sampai rumah sayang , katanya udah pengen banget rebahan " kilah Bumi .


" Nggak jemput Dede dulu di rumah ibu !? "


" Kasihan Dede udah larut begini pasti udah bobo nyenyak . Besok pagi saja kita jemput , sama besok kamu nggak udah ke toko dulu . lstirahat di rumah ! Mas nggak ingin lihat kamu sakit karena kecapean "


" Tapi Air ada pesanan cheese cake lumayan banyak Mas "


" Kamu punya chef sayang ! Apa yang memesan orang yang sama , yang nggak mau kalau bukan kamu sendiri yang bikin ?!! "


" Iya , hampir tiap hari pesan cheese cake , cuma sekarang jumlahnya nggak sebanyak dulu . Cuma lima puluh , jadi bisa Air buat di toko "


" Ckk ... Mas nggak suka kalau tenaga kamu di forsir kaya gitu "


" Kalau cuma segitu sih Air masih sanggup kok , Mas nggak usah khawatir "


Tak berapa lama mereka sampai juga di apartemennya . Bumi membopong tubuh sang istri ketika mereka sampai di dalam apartemennya .


Air tidak protes seperti biasanya , ia malah mengalungkan tangannya ke leher suaminya . Bumi merebahkan tubuh sang istri ketika tahu Air malah sudah terlelap dalam gendongannya . Dikecupnya dalam.kening sang istri kemudian dia keluar menuju ruang kerjanya .


Bumi terlihat menelpon seseorang , berkali kali menghembuskan nafasnya kasar . Sepertinya ada yang sedang ia pikirkan .


" Dam tadi mobil gue ada yang ngikutin . Gue minta elo atur orang orang kita untuk ngawasin istri dan anak gue . Sepertinya ada yang berniat nggak baik sama keluarga gue "


Dan diseberang sana Adam mendengarkan keluhan Bumi dengan serius , keselamatan keluarga Adipraja memang sudah menjadi tanggung jawabnya .


" Tenang aja bakal gue selidiki , gue bakal tempatkan orang orang terbaik kita buat jaga anak bini elo " jawab Adam .


" Satu lagi selidiki salah satu pelanggan toko bini gue . Dia tiap hari pesen cheese cake nggak kira kira jumlahnya "


" Nggak usah banyak bac*t !!! Lakuin saja yang gue minta . Gue mau laporannya besok sudah ada di meja gue . Kalau enggak gaji elo gue potong setengahnya "


" Mana bisa begitu !! Elo pikir gampang nyari informasi ? " kesal Adam.diseberang sana .


" Nggak peduli dan nggak mau tahu !! "


Bumi memijit keningnya setelah menutup telponnya . Dia merasa dia tidak mempunyai musuh dalam menjalankan bisnisnya walau tak dipungkiri pasti ada saja orang orang yang tidak suka dengan kesuksesannya mengembangkan Adipraja Corp .


Setelah memeriksa sebentar beberapa email yang dikirimkan Adam tadi siang Bumi kembali ke dalam kamarnya . Matanya menyipit ketika tidak menemukan Air yang tadi sudah terlelap di ranjang .


Matanya menoleh menuju pintu kamar mandi yang terdengar terbuka , dan dilihatnya sang istri keluar dengan hanya berbalut handuk pendek yang mengekspose punggung dan kaki jenjangnya .


" Sayang ... "


" Ehhh ... Mas , tadi badan rasanya lengket banget jadi mandi dulu . Tadi Mas kemana kok Air bangun udah nggak ada ? "


Bumi mendekat pada sang istri yang berjalan menuju lemari pakaiannya .


" Tadi Mas lihat email dari Adam soalnya tadi Mas nggak jadi meeting "


Bumi meraih handuk yang masih membalut tubuh istrinya hingga Air menjerit kaget .


" Maasss !!! Apaan sih aku belum pakai baju main tarik tarik aja sih "


" Kamu lebih cantik kalau nggak pake baju sayang . Kangen banget Mas sama kamu " diremasnya lembut dua gundukan area depan yang dirasa sangat menantangnya dari saat sang istri keluar dari kamar mandi tadi .


Bumi merengkuh tubuh yang sudah polos sempurna itu . Air hanya pasrah ketika suaminya membopongnya menuju ranjang karena sebenarnya ia juga sangat merindukan sentuhan dan cinta suaminya .


Dan mereka kembali mereguk manisnya cinta mereka kembali .


Bukankah hubungan suami istri akan bertambah kuat jika bisa melalui setiap ujian rumah tangga dengan baik . Dan begitulah dengan Air maupun Bumi .


Keberadaan Air akan selalu menjadi penyejuk jiwa Bumi yang kadang menyala dengan hebat . Dan Bumi akan selalu menjadi tempat ternyaman yang hangat bagi jiwa dan raga Air .