
" Kenapa Kak ?? "
" Enggak , cuma kelamaan Kakak nganggur ! Biasanya dapat misi dari tuan besar sama kakaki ipar kamu . Jadi Kakak iseng menyelidiki orang "
" Cewek apa cowok !? "
" Keduanya . Kamu udah ketemu sama pemilik sekolah itu ? "
" Udah "
" Cantik ??! "
" Cantik . Memang kenapa kalau cantik ? "
" Ya enggak apa apa . Kali aja kayak nenek lampir yang pernah marah marah sama kamu di resto waktu itu ... Jasmine "
Dahi Dewa berkerut , padahal waktu itu dia pergi sendirian . Setahunya Adam makan siang di kantin perusahaan karena memburu waktu akan meeting dengan divisi keuangan .
" Kok Kak Adam tau ? "
" Kamu bersin berapa kali sehari saja Kak Adam tahu Wa ! Kalau elo lecet dikit aja gue bisa dikuliti sama kakak ipar elo " jawab Adam dalam hati .
" Mata Kakak banyak " jawab Adam sekenanya .
Mata Adam tiba tiba tertuju pada pesan yang di kirim pada ponselnya .
" Laki laki bangs*t !!! Bisa bisanya melakukan hal itu tanpa bukti akurat . Otak kambing !! "
Dewa yang mendengar segala macam umpatan keluar dari mulut Adam hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya . Tiga seniornya di keluarga Adipraja memang semua mempunyai temperamen yang tinggi . Apalagi tentang wanita yang mereka cintai .
Dan sepertinya Adam juga menunjukkan tanda tanda itu , mulai gila karena wanita .
" Wa nanti siang kamu ke Nusa Corp ya , ada perjanjian tambahan yang diajukan dari pihak John Effendy . Kakak udah revisi kemarin , nanti kamu tinggal tanda tangan "
" Harus Dewa gitu ??! "
" Kamu CEOnya jika kamu lupa !! "
Terpaksa Adam tidak bisa menemani Dewa ke Nusa Corp karena ada hal yang harus dia lakukan .
Tadi orang kepercayaannya memberi kabar jika mantan suami Diva memaksa wanita itu untuk tanda tangan sebuah dokumen yang menyatakan Gema bukanlah putra kandungnya .
Ya , sejak pertemuan keduanya dengan wanita bernama Diva itu Adam menyelidiki kehidupan mereka . Bukan karena apa apa tapi nalurinya mengatakan ada sesuatu yang besar di balik kehidupan mereka .
Sejak awal ia merasa ibu dan anak itu diawasi oleh seseorang , bahkan orang itu dengan diam diam mengambil foto dirinya ketka di lapangan dan ketika berada di depan rumah .
Hasil penyelidikannya mengatakan bahwa wanita itu bercerai dengan suaminya beberapa tahun yang lalu karena suaminya telah berselingkuh . Dan selama dua tahun mereka ditelantarkan hingga harus berjuang hidup sendirian .
Jika saja orang itu tidak menggunakan foto dirinya untuk kambing hitam mungkin Adam tidak akan ikut campur , tapi mau tidak mau dirinya memang sudah dilibatkan .
*
Dewa yang di dampingi oleh Nindy segera berangkat ke Nusa Corp sesuai permintaan Adam . Sampai di sana mereka di antar oleh seseorang menuju kantor utama CEO mereka .
John Effendy mengangguk hormat padanya sambil mempersilahkan Dewa untuk duduk .
" Akhirnya kita bisa bertemu tuan Dewa Adipraja , saya tak menyangka ternyata anda masih sangat muda !! Tuan Adam selalu menceritakan tentang anda , bungsu dari klan Adipraja "
" Anda terlalu memuji , saya tetap bukan siapa siapa jika dibandingkan dengan orang orang hebat seperti tuan John "
Setelah sedikit berbasa basi akhirnya Dewa telah menyelesaikan proses tanda tangan perjanjian tambahan itu .
CEKLEKKK ..
" Ooohh kebetulan , ini adalah wakil CEO saya tuan ... putri saya sendiri . Namanya Jasmine Effendy "
Dewa mengangguk pada wanita yang baru masuk itu , sedangkan wanita itu malah menatapnya tajam .
" Jasmine kemarilah , Tuan Dewa sudah selesai tanda tangan perjanjian yang kemarin kamu bahas dengan tuan Adam "
" Kenapa harus dia yang tanda tangan Dad !? "
" Jaga kata katamu sayang , Tuan Dewa adalah CEO Adipraja "
" Lalu siapa Tuan Adam ? "
" Beliau adalah wakil CEO nona " Nindy yang dari pertama sebal melihat wanita itu akhirnya mengangkat suaranya .
" Tidak mungkin , kalian jangan bercanda !! Yang ada di depan Daddy itu cuma montir ... "
" Jasmine !!! "
John berteriak dan berdiri sepertinya dia mulai terpancing emosinya karena kelakuan putrinya yang tidak tahu sopan santun pada pemuda di depannya .
Dewa yang merasa suasana mulai panas antara ayah dan anak itu sekarang ikut berdiri .
" Tuan John kendalikan emosi anda , nona Jasmine ada benarnya . Saya memang hobi sekali mengutak atik mobil jadi tidak salah jika nona Jasmine memanggil saya montir "
Jasmine masih saja berdiri di depan pintu , otaknya tiba tiba saja menjadi buntu ketika mendapati kenyataan bahwa pria yang sangat ia benci adalah CEO Adipraja . Dan Adam yang ia kira pemimpin perusahaan ternyata hanya wakil dari pemuda itu .
Padahal rencananya sudah matang untuk mengejar cinta Adam . Jasmine bertekad mendapat cinta Adam agar dia bisa menyatukan kekuatan besar antara Nusa Corp dan Adipraja .
Dan pemuda yang harusnya ia kejar malah pemuda yang sudah ia hina dan ia sakiti .
" Senang bisa bertemu dan berkenalan denganmu disini nona Jasmine . Tuan John Effendy adalah orang baik dan saya yakin buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya "