Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
07


Bumi siang itu pamit kepada mamanya untuk pergi ke perusahaan sebentar karena ada hal yang harus di urusnya . Bumi juga merasa harus menemui seseorang .


Dan tak lama kemudian Air dan Dewa datang untuk menjenguk , mereka datang karena Rita yang memintanya lewat chat .


" Mama ... "


" Tante ... "


Air dan Dewa langsung menghampiri Rita yang tampak duduk di sisi suaminya . Dua parubaya itu langsung tersenyum lebar ketika melihat mereka berdua .


" Bagaimana keadaan papa ? " tanya Air yang masih melihat wajah pucat Alfian .


" Aku baik , mana cucuku Janu ? "


" Jangan aneh aneh deh Pah , Janu masih kecil mana boleh di bawa ke rumah sakit "


" Makanya papa cepat sembuh biar bisa lihat Janu lagi "


" Dewa boleh Tante minta tolong ? Tante ingin mengajak Air untuk menemani makan di kantin sebentar . Tolong jaga Om sebentar " kata Rita pada Dewa yang sedang duduk di sofa .


" Siap Tan , Om aman sama Dewa " seru Dewa yang langsung disambut tawa oleh Alfian .


" Om jadi merasa punya satu anak lagi Wa " lirih Alfian .


Rita dan Air duduk di kantin rumah sakit yang sore itu terlihat sepi , mereka hanya memesan dua cangkir kopi panas .


" Mama ingin bicara sama kamu Air . Tadi malam Papa kena serangan jantung ringan dan dokter memutuskan untuk mengangkat satu ginjalnya juga . Papa sakit walau terlihat baik baik saja "


Air yang belum mengetahui arah pembicaraan Rita hanya terus mendengarkan tanpa berniat menjedanya . Air tahu ada kesedihan dibalik semua kalimat yang diucapkan wanita di depannya .


" Besok papa dan mama ingin berobat ke Tiongkok ... "


Rita menghela nafasnya untuk mengumpulkan kekuatan agar bisa meneruskan kata katanya .


" Dan papa punya permintaan sebelum kesana ... "


" Papa mau apa ? Air akan bantu mama semampunya untuk memenuhi keinginan Papa " Air mengira jika Alfian menginginkan sebuah barang atau sesuatu yang akan dibawa untuk berobat nanti .


" Dia ingin Bumi , adik Reynand menikah .. "


Air masih manggut manggut mendengarkan semua penjelasan Rita .


Air langsung mendongak menatap Rita dengan tatapan tak percaya . Dahinya berkerut seakan menginginkan kejelasan dari perkataan wanita di depannya .


" Papa ingin menikahkan Bumi denganmu Air . Dia akan lebih tenang pergi berobat ke Tiongkok jika kau dan Janu di jaga oleh Bumi , putra kami "


" Tidak !! Air akan membantu mama sebisanya untuk memenuhi keinginan Papa tapi tidak dengan yang satu itu !!! Mama juga seorang wanita , mama tahu kan rasanya jika sudah mencintai seseorang walaupun dia sudah tidak ada di dunia ini ? "


" Mama paham nak . Tapi itu permintaan terakhir papa sebelum berangkat . Dokter bilang jika kami harus bisa menjaga suasana hatinya karena akan lebih berbahaya jika papa sampai mengalami unfall kedua "


" Mahh .... " lirih Air


" Bumi sudah setuju dengan rencana ini . Dia anak yang baik seperti kakaknya . Papa percaya hanya Bumi yang bisa menjaga kalian "


Air memeluk dan berusaha menenangkan Rita ketika wanita itu mulai menangis .


" Mama mohon Air ... Mama tidak mau kehilangan lagi !! Mama tidak mau kehilangan papa , cukup Reynand ... cukup Reynand . Ya Tuhan , Mama tidak sanggup lagi huuuuuu ... huuuu ... "


Rita malah menangis lebih keras hingga ada seorang pelayan yang terlihat memberikan air putih di meja mereka . Mungkin para pelayan di kantin rumah sakit ini sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini .


Setelah mengucapkan terimakasih pada pelayan kemudian Air memberikan segelas air itu pada Rita . Setelah Rita lebih tenang kemudian Air mencoba bicara lagi .


" Biarkan Air berpikir dulu Mah ... "


" Tapi dua hari lagi kalian menikah , semua sudah disiapkan oleh orang kepercayaan papa . Mama mohon jangan menolak , demi nyawa papa nak "


Air dilema dengan semua yang terjadi begitu cepat ini . Dia masih sangat mencintai Reynand suaminya . Dan bukan hal yang mudah untuk menikah lagi , selain karena ia memang belum mengenal Bumi juga karena ia belum siap mental untuk melayani laki laki lagi .


Air adalah wanita dewasa , ia paham apa saja tugasnya jika ia benar benar menjadi istri dari seorang Bumi . Siap tidak siap maka ia harus melayani suaminya untuk kebutuhan lahir dan batinnya .


Tapi nyawa Alfian juga bergantung padanya , jika ia menolak kemungkinan besar laki laki itu akan unfall untuk kedua kali . Air menatap Rita yang masih di depannya , kehilangan putra sulungnya adalah pukulan hebat untuknya . Air tidak ingin menambahkan penderitaannya jika harus kehilangan orang yang ia cintai sekali lagi .


" Bismillahirohmanirohim ... " Air mengambil nafas sebanyak yang ia bisa kemudian menghembuskan ya perlahan lahan .


" Air bersedia memenuhi permintaan papa jika itu bisa membuat mama dan papa bahagia "


Rita memeluk kembali Air dengan erat , tangisnya pecah lagi walau kali ini tangisnya adalah tangis bahagia .


" Terimakasih nak ... terimakasih untuk kesempatan hidup yang kau berikan pada papa ! Reynand benar ... kau wanita paling baik yang bisa kami temui . Maafkan kami yang terlambat menyadari itu ... maaf "


Air memejamkan matanya , ia mencoba memantapkan hati untuk keputusan luar biasa yang diambilnya kali ini . Air berharap semoga keputusannya menjadi jalan lain untuk kebahagiannya dan Janu , putranya .